<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176</id><updated>2011-10-02T04:26:59.828-07:00</updated><title type='text'>SEKAPUR SIRIH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-3427572260920724808</id><published>2011-06-27T11:58:00.001-07:00</published><updated>2011-06-27T11:58:38.970-07:00</updated><title type='text'>Sekilas IFRS</title><content type='html'>Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder (pekerja, suppliers, customers, institusi penyedia kredit, bahkan pemerintah). &lt;br /&gt;International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu, dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;Implikasinya, mengadopsi IFRS berarti mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat suatu perusahaan dapat dimengerti oleh pasar global. Suatu perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih besar ketika mengadopsi IFRS dalam laporan keuangannya. Tidak mengherankan, banyak perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang signifikan saat memasuki pasar modal global.&lt;br /&gt;Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:&lt;br /&gt;1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan (comparable) sepanjang periode yang disajikan&lt;br /&gt;2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. &lt;br /&gt;3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP STANDAR&lt;br /&gt;Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertama kalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan keuangan perusahaan yang pertama kalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.&lt;br /&gt;KONSEP POKOK&lt;br /&gt;1. Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporan keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006).&lt;br /&gt;2. Tanggal transisi (transition date) adlah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari 2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006).&lt;br /&gt;Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1. Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi&lt;br /&gt;2. Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih&lt;br /&gt;3. Employee benefits&lt;br /&gt;4. Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar&lt;br /&gt;5. Instrument keuangan termasuk akuntansi lindung nilai (hedging)&lt;br /&gt;Disisi lain tujuan konvergensi IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya relatif sedikit sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, dengan demikian diharapkan meningkatkan kegiatan investasi secara global, memperkecil biaya modal (cost of capital) serta lebih meningkatkan transparansi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konvergensi IFRS, PSAK akan bersifat principle-based dan memerlukan professional judgment, senantiasa peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas. Peta arah (roadmap) program konvergensi IFRS yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama tahap adosi (2008 - 2011) yang meliputi Adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kedua tahap persiapan akhir (2011) yaitu penyelesaian infrastruktur yang diperlukan. Ketiga yaitu tahap implementasi (2012) yaitu penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-3427572260920724808?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/3427572260920724808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/sekilas-ifrs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3427572260920724808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3427572260920724808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/sekilas-ifrs.html' title='Sekilas IFRS'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2320548906453930043</id><published>2011-06-27T11:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T11:53:14.661-07:00</updated><title type='text'>TRANSLASI MATA UANG NEGARA DI DUNIA</title><content type='html'>Kanada&lt;br /&gt;Institut akuntan bersertifikat di Kanada (CICA), Badan Standar Akuntansi di Inggris dan Badan Standar Akuntansi International seluruhnya berpartisipasi dalam penyusunan FAS No. 52. Perbedaan utama antara standar di kanada (CICA 1650) dan FAS No. 52 menyangkut utang jangka panjang dalam mata uang asing. Di Kanada keuntungan dan kerugian translasi ditangguhkan dan diamortisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;Perbedaan utama standar di Inggris dan di AS berkaitan dengan anak perusahaan yang berdiri sendiri di Negara-negara yang mengalami hiperinflasi. Laporan keuangan pertama – tama harus disesuaiakan terhadap tingkat harga kini dan kemudian ditranslasikan dengan menggunakan kurs kini.&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;Australia mengharuskan penilaian kembali aktiva tidak lancar non moneter untuk anak perusahaan di negara-negara yang berinflasi tinggi sebelum dilakukan translasi.&lt;br /&gt;Selandia Baru&lt;br /&gt;Pada dasarnya sama dengan Australia, Selandia Baru juga mengharuskan metode translasi moneter–non moneter untuk anak perusahaan yang operasinya terintegrasi induk perusahaannya.&lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;Pada saat ini Jepang telah mengubah standarnya dengan mengharuskan metode kurs kini disegala keadaan dengan penyesuain translasi yang disajikan pada neraca dalam ekuitas pemegang saham.&lt;br /&gt;Jumlah perusahaan melakukan pencatatan saham secara internasional dan mengikuti IAS, atau sekarang disebut IFRS, semakin meningkat dan bursa efek di seluruh dunia berada di bawah tekanan yang semakin meningkat untuk menggunakan IFRS sebagai pengganti standar domestik untuk pencatatan saham perusahaan-perusahaan asing. Di AS perusahan-perusahaan asing diperbolehkan untuk menggunakan standar internasional (IAS 21) dan bukan standar AS (FAS No.52) dalam masalah translasi mata uang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://bluegulzz.wordpress.com/2011/03/17/translasi-mata-uang-asing-dan-inflasi-translasi-mata-uang-asing-di-negara-lain/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2320548906453930043?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2320548906453930043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/translasi-mata-uang-negara-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2320548906453930043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2320548906453930043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/translasi-mata-uang-negara-di-dunia.html' title='TRANSLASI MATA UANG NEGARA DI DUNIA'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-735064199828921764</id><published>2011-06-27T11:46:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T11:49:22.370-07:00</updated><title type='text'>AKUNTANSI INTERNASIONAL</title><content type='html'>Anglo-American Accounting&lt;br /&gt;Sistem akuntansi Amerika Serikat banyak memiliki kemiripan dengan Inggris. Amerika Serikat telah mengadopsi, dan bukannya mengambil bulat-bulat tradisi akuntansi Inggris. Di Amerika Serikat, akuntansi lebih fokus pada perusahaan besar dan ketertarikan investor, kebutuhan kreditor dan pengguna yang lainnya. Informasi yang relevan untuk kebutuhan bisnis adalah subjek puncak untuk batasan kemampuan kembali. Pasar sekuritas berpengaruh dominan terhadap peraturan akuntansi di Amerika Serikat. Keamanan dan perlindungan investor diatur dan diwajibkan pada tingkat pemerintah federal di bawah Securites Act of 1933 dan Securities Act of 1934. &lt;br /&gt;The Securites and Exchange Commision (SEC) didirikan dengan otoritas yang sah untuk mewajibkan hukum dan rumus sekuritas sama halnya dengan meajibkan standar akuntansi. Meskipun, SEC diperkenalkan sebagai otoritas prinsip-prinsip akuntansi diterima umum ( Generally Aceppted Accounting Principles/GAAP) yang dijadikan standar oleh Financial Accounting Standards Board (FASB), yang didirikan pada tahun 1973. FASB merupakan pendekatan yang sangat terbukauntuk seting standar yang dikenal sebagai operasi “in the sunshine” Semua pertemuan terbuka untuk umum, dan berbagai opini dicari dalam kerumitan “due process” untuk memastikan bahwa kepentingan publik telah dilayani dengan baik.&lt;br /&gt;Accounting Standards Board (ASB) yang baru dapat mengeluarkan standar pelaporan keuangan (FRSs). Dan juga terdapat sanksi yang sah untuk perusahaan yang tidak mematuhi FRSs dan standar akuntansi. Pada tahun 2002, Uni eropa mengadopsi peraturan dan persyaratan International Financial Reporting Standards (IFRS) dengan pengecualian IAS 32 dan 39, yang sekarang ini sedang ditinjau kembali oleh IASB. Kebutuhan ini menandai revisi subtansial yang lainnya terhadap peraturan perusahaan Inggris. ASB berharap menyertakan IFRS sebelum 2005, tapi prosesnya sangat sulit dengan perkembangan IASB yang lambat dan mereka terus mengumumkan standar yang baru untuk membantu mereka mematuhi IFRS.&lt;br /&gt;Meskipun sejarah akuntansi Australia masih muda, Pengaruh Inggris bisa terlihat pada struktur akuntansi Australia, seperti kebanyakan Amerika Serikat, Australia tumbuh sebagai hasil dari migrasi warga inggris pada tahun 1800an. Oleh demikian praktek akuntansi Australia lebih fokus pada informasi yang diperlukan oleh investor dibandingkan dengan keperluan pajak negara tersebut. Pada tahun 1991, the Australian Securities &amp; Invesment Commission di bentuk untuk membantu peraturan dan menyelenggarakan hukum perusahaan untuk melindungi konsumen, investor dan kreditor. Standar akuntansi dibuat oleh Australian Accounting Standards Board (AASB). Aslinya, ASSB bekerja sama dengan Public Sector Accounting Standards Board untuk membuat standar Australia. The Urgent Issues Group (UIG) dibangun pada tahun 1994 untuk membantu menunjuk isu mendesak dalam bidang akuntansi kebanyakan seperti Emergency Issues Task Force (EITF) di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Pada tahun 1999, pengaturan standar Australia mereorganisasi ulang melalui The Corporate Law Economic Reform Program Act. Reorganisasi ini membuat Financial Reporting Council (FRC) mengatur tindakan AASB. FRC dapat memberikan AASB pengarahan tapi tidak akan bisa mempengaruhi isi dari standar akuntansi. AASB sekarang mempunyai tanggung jawab untuk membuat standar baik sektor publik maupun sektor pribadi dan bebas untuk mencari tim dan staf. UIG terus memberikan panduan mengenai isu akuntansi yang mendesak. Australia mengadopsi IFRS pada tahun 2005.&lt;br /&gt;Nordic Accounting&lt;br /&gt;Akuntansi di Belanda mirip dengan di beberapa negara inggris dan anglo amerika. Hukum perusahaan dan profesi akuntan merupakan pengaruh yang besar dan meskipun jumlah perusahaan yang terdafta di bursa efek relatif sedikit, terdapat lebih dari tradisi kepemilikan umum dari saham dan pandangan bisnis internasional daripada di negara eropa lainnya.&lt;br /&gt;Hukum perusahaan di Belanda menyertakan KUHP, yang berbasis pada hukum romawi. Mirip dengan kebanyakan negara-negara eropa kecuali bahwa KUHP tradisional tidak menyediakan kerangka kerja yang detail. Pengaruh dari hukum perusahaan yang tumbuh dengan mantap sejak tahun 1970. Disamping ketetapan yang terperinci mengenai KUHP, penolakan ukuran menjadi aplikasi dari prinsip akuntansi yang diterima umum, yang kira-kira sama dengan prinsip kelihatan benar dan adil di Amerika. Sebagai anggota dari Uni Eropa Belanda mengadopsi IFRS untuk perusahaan yang terdaftar mulai tahun 2005.&lt;br /&gt;Tradisi akuntansi di Swedia memberikan pilihan pada keperluan informasi dari kreditor, pemerintah, dan autoritas perpajakan. Bursa efek swedia juga berkembang dalam poin yang penting untuk negara nordic. Perkembangan terakhir menyarankan kemunculan two-tier approach untuk pelaporan perusahaan, dengan akuntan perusahaan pribadi bersiap dalam basis tradisional, berlawanan dengan akun konsilidasi dari kelompok besar, yang mungkin lebih fokus dalam kebutuhan informasi pemegang saham.&lt;br /&gt;Walaupun perkembangan akuntansi di swedia, sama seperti di Prancis dan German, yang dipengaruhi kuat oleh peraturan perpajakan. Pengaruh dari bursa efek juga sangat penting dengan rasa hormat terhadap akuntansi dan pengungkapan oleh perusahaan besar. Pada tahun 1991 sebuah dewan akuntansi (redovisningsradet) didirikan untuk mengambil alih pengaturan standar akuntansi. Bursa efek mendukung lembaga ini, sebagai tambahan, mendorong persahaan yang terdaftar untuk mengungkapkan informasi tambahan mengenai performa, prospek, tujuan finasial, dan strategi dan lingkungan bisnis perusahaan. Sebagai anggota dari Uni Eropa Swedia mengadopsi IFRS untuk perusahaan yang terdaftar mulai tahun 2005.&lt;br /&gt;Germanic Accounting&lt;br /&gt;Tradisi akuntansi di Jerman memberikan pilihan pada keperluan informasi untuk kreditor dan otoritas perpajakan. Dalam Studi terakhir Black and White (2003) memberikan bukti bahwa item-item neraca seperti nilai buku ekuitas lebih bernilai relevan daripada pendapatan di Jerman. Hukum perusahaan terlihat sebagai pengaruh utama dalam akuntansi Jerman. Sistem yang legal disusun dengan ketat dan merupakan yang paling menentukan karena berdasarkan sistem hukum romawi sebagai lawan dari sistem anglo amerika. Tradisi keseragaman dalam akuntansi telah mendominasi Jerman, dan telah memimpin perkembangan keseragaman akuntansi di Prancis. Hukum perpajakan Jerman juga berpengaruh kuat dalam sistem akuntani. Oleh karena itu setiap pinjaman dan pengurangan untuk pajak harus dibebankan ke akun tahunan.&lt;br /&gt;Profesi akuntan relatif kecil dan pengumuman profesional mempunyai status yang kurang. Bursa efek Jerman tetap relatuf kecil, mencerminkan kenyataan bahwa sumber finansial yang utama berasal dari bank sepanjang kepentingan pemerintah dan keluarga. Meskipun demikian bursa efek menjadi lebih penting di Jerman dan banyak perusahaan multinasional Jerman terdaftar di bursa efek amerika. Hal ini mempengaruhi kebiasaan pelaporan perusahaan dan mendukung beberapa pengungkapan informasi. Kode komersial yang mengatur secara detail mengenai kebutuhan akuntan dalam perusahaan perseroan terbatas. Hal ini telah diatur oleh Accounting Directives Law of 1985. yang mengimplikasikan EU Fourth and Seventh Directives. A German Accounting Standar Board yang didirikan mirip dengan FASB di Amerika Serikat dan kode komersial mengeluarkan peraturan yang mengijinkan akun konsolidasi bisa disiapkan dalam basis amerika. German mengadopsikan IFRS untuk perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek mulai tahun 2005 sebagai bagian dari peraturan uni eropa.&lt;br /&gt;Kebanyakan mirip dengan Jerman, tradisi akuntansi di Swiss memberikan informasi untuk keperluan kreditor dan otoritor. Meskipun pertumbuhan pasar sekuritas Swiss berkembang, dan banyak perusahaan besar swiss mencari modal di pasar keuangan internasional. Akibatnya pertumbuhan perusahaan besar membuat pengungkapan informasi semakin ektensive dan konsisten dengan praktek yang diterima secara internasional. Kerahasiaan Swiss dikenal didunia, tentu saja akuntansi swiss diantara konservatif dan kerahasiaan di Eropa dan di dunia sekarang. Seperti di Jerman praktek akuntansi swiss didominasi oleh hukum perusahaan dan peraturan perpajakan. Hukum perusahaan juga telah diubah sesuai dengan EU Fourth and Seventh Directives dan sebuah badan standar akuntansi juga telah didirikan untuk membuat pelaporan akuntansi untuk perusahaan swiss.&lt;br /&gt;Hukum komersial swiss yang ada sekarang memberikan prinsip umum dari praktek pembukuan dan diikuti oleh semua perusahaan sama halnya dengan peraturan khusus untuk perseroan terbatas.Pengidentifikasian atas ketidak puasan ini diangkat dalam proposal untuk reformasi hukum perusahaan pada tahun 1983 tapi didalam pilosofi hukum seharusnyamemberikan prinsip yang umum dan pemikiran yang liberal untuk pelaporan keuangan yang disajikan. Tradisi Swiss yang kuat tentang demokrasi konservatisme bawaan dari negara swiss, tidak mengejutkan bahwa reformasi yang diusulkan tersebut memerlukan waktu yang lama untuk di implementasikan. Hukum baru yang lebih objektif disetujui pada tahun 1992, termasuk peningkatan pengungkapan informasi kepada investor dan perlindungan para pemegang saham. &lt;br /&gt;Selama reformasi hukum perusahaan profesi akuntansi dinaikkan dan dikembangkan sesuai dengan standar akuntansi, yang sebagaian besar di inspirasikan oleh model FASB di Amerika. Pada 1984 melalui inisiatif dari Swiss Institute of Certified Accountants, didirikanlah The Foundation fo Accounting and Reporting Recomendation.. IFRS menjadi mandataris bagi perusahaan yang telah terdaftar di bursa efek mulai tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/perbandingan-akuntansi-keuangan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-735064199828921764?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/735064199828921764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/akuntansi-internasional-anglo-american.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/735064199828921764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/735064199828921764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/akuntansi-internasional-anglo-american.html' title='AKUNTANSI INTERNASIONAL'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4083666980736121649</id><published>2011-06-19T07:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T07:22:04.237-07:00</updated><title type='text'>Standar Akuntansi Amerika</title><content type='html'>Adapun pihak yang ikut serta menyusun standar akuntansi di Amerika adalah :&lt;br /&gt;1. Kantor Akuntan Bersar yang dikenal dengan “Big 8”.&lt;br /&gt;2. American Institue of Certified Public Accountants (AICPA) – Akuntan Publik.&lt;br /&gt;3. Financial Accounting Standard Board (FASB) – Lembaga Penyusun Standar Akuntansi.&lt;br /&gt;4. Governmental Accounting Standard Board (GASB) – Lembaga Penyusun Standar Akuntansi Untuk Pemerintah.&lt;br /&gt;5. Securities and Exchange Commission (SEC ) – Badan Pengawasan Pasar Modal.&lt;br /&gt;6. American Accounting Association (AAA) – Organisasi Akademisi.&lt;br /&gt;7. Financial Executives Instiute (FEI) – Para eksekutif Keuangan.&lt;br /&gt;8. The Institute of Management Accounting yang dahulu namanya National Association of Accountant (NAA) – Organisasi Akuntan Management.&lt;br /&gt;9. Dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam Penyusunan standar akuntansi keuangan AS sangat berpegang pada kerangka teoritis konseptual yang ditetapkan oleh FASB sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Tujuan pelaporan keuangan oleh Perusahaan yang bertujuan mencari laba yang diterbitkan November 1978.&lt;br /&gt;2. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi yang diterbitkan Mei 1980 kemudian direvisi dengan Statement Nomor 6, Desember 1980.&lt;br /&gt;3. Tujuan pelaporan Keuangan Organisasi Nonprofit diterbitkan Desember 1980.&lt;br /&gt;4. Pengakuan dan Pengukuran Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis diterbitkan Desember 1984.&lt;br /&gt;5. Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang diterbitkan pada Desember 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FASB mempunyai tujuh anggota Full time yaitu, 3 orang berasal dari Praktisi akuntansi professional (CPA), 2 Orang dari Industri dan masing-masing satu dari akademi dan pemerintah.&lt;br /&gt;Fungsi FASB dijelaskan secara jelas dalam Mission Statementnya, yakni untuk membentuk dan mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pendidikan bagi publik, termasuk penerbit laporan keuangan, auditor, dan pemakai laporan keuangan.&lt;br /&gt;Organisasi yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan penyusunan berbagai standar akuntansi di AS adalah SEC.&lt;br /&gt;Standar akuntansi yang memiliki kualitas tinggi (high-quality) adalah suatu standar akuntansi yang tidak bias, dan menghasilkan suatu informasi yang relevan dan dapat dipercaya yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh para investor, kreditur dan pihak-pihak yang mengambil keputusan serupa. Standar tersebut harus: &lt;br /&gt;a. Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya &lt;br /&gt;b. Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency. &lt;br /&gt;c. Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh pembuat laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut. &lt;br /&gt;FASB melihat perlunya dibentuk tiga organisasi yang akan menentukan system akuntansi internasional di masa depan, yaitu: &lt;br /&gt;1. International Standard Setter (ISS) &lt;br /&gt;Organisasi ini menetapkan, mengembangkan dan mengumumkan secara resmi standar akuntansi internasional. ISS merupakan organisasi independen yang memiliki delapan fungsi, yaitu (1) leadership (2) innovation, (3) relevance, (4) responsiveness, (5) objectivity, (6) acceptability and credibility, (7) understandability dan (8) accountability. Karakteristik ISS yang penting adalah &lt;br /&gt;a. independen dalam pengambilan keputusan &lt;br /&gt;b. menjalankan proses penetapan standar yang cukup dengan berhubungan &lt;br /&gt; dengan pihak luar yang akan menggunakan standar tersebut &lt;br /&gt;c. memiliki staf yang cukup &lt;br /&gt;d. memiliki pendanaan yang independen &lt;br /&gt;e. diawasi secara independen &lt;br /&gt;2. International Interpretation Committee (IIC) &lt;br /&gt;Organisasi ini dibentuk untuk menyampaikan pendapat atas penerapan standar akuntansi internasional agar didapat penafsiran dan penerapan yang konsisten. IIC akan membimbing para pemakai standar dan jika perlu menerbitkan semacam buku panduan sebagai pelengkap standar yang sudah diterbitkan. &lt;br /&gt;3. International Professional Group (IPG) &lt;br /&gt;Organisasi ini terdiri dari para akuntan profesional dari berbagai organisasi profesional di berbagai negara. Kegiatan IPG yang utama adalah memudahkan penerapan standar dengan cara memastikan adanya kepatuhan (compliance) terhadap standar, penyebaran standar yang cukup sampai pada tingkat nasional dan memberikan pengajaran kepada para pemakai tentang penerapan standar akuntansi internasional yang tepat. &lt;br /&gt;Bagaimana halnya dengan keberadaan IASC yang memang sudah eksis jika hal &lt;br /&gt;ini benar-benar diterapkan. FASB menganggap bahwa bagaimanapun caranya suatu &lt;br /&gt;organisasi penentu standar akuntansi internasional dibentuk, struktur organisasi &lt;br /&gt;tersebut harus bisa memungkinkan kedelapan fungsi di atas berjalan baik. Struktur &lt;br /&gt;organisasi juga harus memasukkan kelima karakteristik di atas agar bisa &lt;br /&gt;mengembangkan standar akuntansi internasional yang berkualitas tinggi. &lt;br /&gt;Berdasarkan pemikiran ini, alternatif yang dapat dipakai di masa depan adalah (a) &lt;br /&gt;IASC bisa tetap eksis dengan pembenahan struktur seperti yang disarankan FASB, &lt;br /&gt;atau (b) dibentuk suatu organisasi baru dengan struktur baru seperti yang &lt;br /&gt;disarankan FASB, yang tetap meneruskan hal-hal yang sudah dilakukan oleh IASC, &lt;br /&gt;atau (c) memodifikasi FASB agar bisa lebih diterima secara luas di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Alternatif ketiga ini didasari oleh keyakinan bahwa FASB memiliki peran sebagai a &lt;br /&gt;global leader in accounting standard setting.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4083666980736121649?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4083666980736121649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/standar-akuntansi-amerika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4083666980736121649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4083666980736121649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/standar-akuntansi-amerika.html' title='Standar Akuntansi Amerika'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-3156199881489297597</id><published>2011-06-19T05:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T06:04:55.715-07:00</updated><title type='text'>8 Faktor Perkembangan Akuntansi &amp; 4 Pendekatan Terhadap Perkembangan Akuntansi</title><content type='html'>Dibawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi dan pendekatannya&lt;br /&gt;Ada 8 faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan akuntansi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Sumber Pendanaan&lt;br /&gt;Dalam sistem berbasis kredit bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif. &lt;br /&gt;2. Sistem Hukum&lt;br /&gt;Menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.&lt;br /&gt;3. Perpajakan&lt;br /&gt;Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansikarena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak.&lt;br /&gt;4. Ikatan Politik dan Ekonomi&lt;br /&gt;Integrasi ekonomi melalui pertumbuhan perdagangan dan arus modal internasional merupakan pendorong kuat akan konvergensi standar akuntansi.&lt;br /&gt;5. Inflasi&lt;br /&gt;Menyebabkan distori terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan suatu negara menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan. &lt;br /&gt;6. Tingkat Perkembangan Ekonomi&lt;br /&gt;Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.&lt;br /&gt;7. Tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif  tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.   &lt;br /&gt;8. Budaya&lt;br /&gt;Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan disuatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mueller mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di Negara-negara barat dengan sistem ekonomi dengan berorientasi pasar.&lt;br /&gt;1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi&lt;br /&gt;Praktik akuntansi didapat dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dari makroekonomi.&lt;br /&gt;2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi&lt;br /&gt;Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekomoni. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki dan perusahaan juga harus memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi aktivitas usaha. Akuntansi di Belanda berkembang dari mikroekonomi. &lt;br /&gt;3. Berdasarkan pendekatan independen&lt;br /&gt;Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc dengan pasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;4. Berdasarkan pendekatan yang seragam&lt;br /&gt;Akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh perusahaan pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak dan bahkan menejer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Akuntansi berkembang yang saragam di Prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buku Akuntansi Internasional Frederick D. S. Choli, Gery K. Meek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buku Akuntansi Internasional Frederick D. S. Choli, Gery K. Meek&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-3156199881489297597?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/3156199881489297597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/8-faktor-perkembangan-akuntansi-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3156199881489297597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3156199881489297597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/8-faktor-perkembangan-akuntansi-4.html' title='8 Faktor Perkembangan Akuntansi &amp; 4 Pendekatan Terhadap Perkembangan Akuntansi'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-5656675786088641729</id><published>2011-06-19T05:47:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T05:55:42.424-07:00</updated><title type='text'>Akuntansi Internasional</title><content type='html'>A.C. Littleton membuat daftar tujuh prasyarat bagi munculnya pembukuan yang sistematis : Seni Penulisan ( The Art of Writing), karena pembukuan pada intinya adalah sebuah catatan; Aritmetika (Arithmetic), karna aspek mekanis dari pembukuan mengandung adanya serangkaian perhitungan sederhana; Uang (Money) yaitu transaksi yang belum selesai, karena tidak akan ada dorongan untuk membuat catatan apa pun jika seluruh pertukaran dilakukan di tempat saat itu juga; Perdagangan ( Commerce), karena sebuah penjualan lokal saja tidak akan menciptakan cukup tekanan (volume bisnis) untuk merangsang manusia mengkoordinasikan berbagai pemikiran ke dalam suatu sistem; Modal (Capital), karena tanpa modal perdagangan tidak akan berarti dan pemberian kredit menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKUNTANSI DAN KAPITALISME &lt;br /&gt;Akuntansi dan kapitalisme saling dikaitkan oleh beberapa sejarawan ekonomi dengan adanya klaim umum bahwa pembukuan pencatatan berpasangan adalah suatu hal yang vital di dalam perkembangan dan evolusi dari kapitalisme. Max Weber menekankan argumentasi sebagai berikut : &lt;br /&gt;“Organisasi modern yang rasional dari perusahaan kapitalistis tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya dua faktor penting didalam perkembangannya : pemisahan bisnis dari rumah tangga dan berkaitan erat dengannya, pembukuan yang rasional”. &lt;br /&gt;Hubungan antara akuntansi dan kapitalisme ini selanjutnya dikenal sebagai tesis atau argumen Sombart. Ia mengemukakan bahwa transformasi aktiva menjadi nilai-nilai abstrak dan ekspresi kuantitatif dari aktivitas bisnis, dan akuntansi yang sistematis dalam bentuk pembukuan pencatatan berpasangan membuat adanya kemungkinan untuk seorang wirausahawan yang kapitalis untuk merencanakan, melakukan, dan mengukur dampak dari aktivitas yang ia lakukan serta melakukan pemisahan dari pemilik dan bisnis itu sendiri, sehingga memungkinkan adanya pertumbuhan bagi perusahaan. Empat alasan berikut ini umumnya muncul untuk menjelaskan peranan dari pencatatan berpasangan di dalam ekspansi ekonomi : &lt;br /&gt;1. Pencatatan berpasangan memberikan kontribusi bagi munculnya satu sikap baru atas kehidupan ekonomi. &lt;br /&gt;2. Semangat baru melakukan akuisisi ini didukung dan didorong oleh adanya perbaikan dari perhitungan-perhitungan ekonomis. &lt;br /&gt;3. Rasionalisme baru ini kian ditingkatkan lagi dengan adanya organisasi yang sistematis. &lt;br /&gt;4. Pembukuan pencatatan berpasangan mengizinkan adanya pemisahan atas kepemilikan dan manajemen dan karenanya meningkatkan pertumbuhan dari perusahaan besar dengan saham gabungan. &lt;br /&gt;Yamey mengindikasikan bahwa para usahawan di abad ke-16 sampai dengan abad ke- 18 tidak pernah menggunakan pembukuan dengan pencatatan berpasangan untuk melacak laba dan modalnya, namun hanya menggunakannya untuk mencatat suatu transaksi. Ia mengatakan : &lt;br /&gt;“sistem pencatatan berpasangan hanyalah menambahkan sedikit dari pemberian kerangka kerja di mana data akuntansi dapat ditempatkan dan sementara datanya dapat diatur, dikelompokkan, dan dikelompokkan ulang kembali. Sistem tidak dengan sendirinya menentukan rentang dari data yang harus dimasukan kedalam satu aturan tertentu, maupun memaksakan adanya pola tertentu dalam pengurutan internal dan pengurutan ulang data”. &lt;br /&gt;ISU-ISU AKUNTANSI INTERNASIONAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi akuntansi internasional &lt;br /&gt;Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional. &lt;br /&gt;Di dalam kerangka kerja konsep ini, akuntansi internasional dianggap sebagai sebuah sistem universal yang dapat diterapkan di semua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles-GAAP) yang diterima di seluruh dunia, seperti yang berlaku di Amerika Serikat, akan dibentuk. Praktik dan prinsip-prinsip yang dikembangkan akan dapat diberlakukan di seluruh negara. Konsep ini akan menjadi sasaran tertinggi dari suatu sistem internasional. &lt;br /&gt;Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi : &lt;br /&gt;1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan. &lt;br /&gt;2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara. &lt;br /&gt;3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan. &lt;br /&gt;Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Teori universal atau dunia &lt;br /&gt;b. Teori multinasional &lt;br /&gt;c. Teori komparatif &lt;br /&gt;d. Teori transaksi-transaksi internasional &lt;br /&gt;e. Teori translasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan-aturan Akuntansi Internasional&lt;br /&gt;Aturan-aturan Akuntansi Internasional&lt;br /&gt;Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di negara tertentu tentunya tidak sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran profesi akuntan dalam menentukan standar dan aturan akuntansi lebih banyak ditemukan di negara-negara yangtelah memasukkan aturan-aturan profesional dalam aturan-aturan perusahaan, seperti di Inggris dan Amerika Serikat. Sementara itu Christopher Nobes dan Robert Parker (1995:11)menjelaskan adanya tujuh faktor yang menyebabkan perbedaan penting yang berskala internasional dalam perkembangan sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah (1) sistem hukum, (2) pemilik dana, (3) pengaruh system perpajakan, dan (4) kemantapan profesi akuntan. (5) inflasi, (6) teori akuntansi dan (7) accidents of history .&lt;br /&gt;1. Sistem hukum&lt;br /&gt;Peraturan perusahaan, termasuk dalam hal ini adalah sistem dan prosedur akuntansi, banyak dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku di suatu negara. Beberapa negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut Sistem hukum yang digolongkan dalam codified Roman law. Dalam codified law, aturan-aturan dikaitkan dengan ide dasar moral dan keadilan, yang cenderung menjadi suatu doktrin. Sementara itu negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat,dan negara-negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law. Dalam common law, dicoba adanya suatu jawaban untuk kasus-kasus yang spesifik dan tidak membuat suatu formulasi umum.&lt;br /&gt;2. Sumber pendanaan&lt;br /&gt;Berdasarkan sumber pendanaan, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;Kelompok yang pertama adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari para pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana keluarga. Umumnya di negara-negara dengan sebagian besar perusahaan yang dimiliki oleh shareholders namun para shareholders ini tidak mempunyai akses atas informasi internal, lebih banyak tuntutan atas adanya pengungkapan (disclosure), pemeriksaan (audit) dan informasi yang tidak bias (fair information).&lt;br /&gt;3. Sistem perpajakan&lt;br /&gt;Sejauh mana sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi adalah dengan melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi (accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan pembukuan komersial. Sedangkan di banyak negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan juga termasuk Indonesia, terdapat aturan – aturan yang berbeda antara perpajakan dan komersial perusahaan. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini adalah depresiasi.&lt;br /&gt;4. Profesi akuntan &lt;br /&gt;Badan-badan yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda-beda di setiap negara, dan hasil yang berupa aturan-aturan atau standar dipengaruhi oleh bentuk, wewenang dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa negara ditemui adanya pemisahan profesi akuntan, sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri hanya dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari kalangan dunia usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik. Tingkat pendidikan dan pengalaman dalam dunia praktis sebagai syarat seseorang untuk bisa menjadi anggota badan tersebut juga akan menentukan kualitas standar dan aturan akuntansi sebagai keluaran yang dihasilkan.&lt;br /&gt;5. Inflasi&lt;br /&gt;Di negara-negara dengan tingkat inlasi mencapai ratusan persen setiap tahun, seperti di Amerika Selatan, penggunaan metode general price level adjustment menjadi relevan mengingat adanya kebutuhan untuk menganalisis laporan keuangan secara lebih tepat dibandingkan tetap menggunakan historical cost.&lt;br /&gt;6. Teori Akuntansi&lt;br /&gt;Teori akuntansi sangat mempengaruhi pelaksanaan praktik-praktik akuntansi&lt;br /&gt;seperti halnya yang terjadi di Belanda. Di negara ini para ahli teori akuntansi&lt;br /&gt;mengatakan bahwa pengguna laporan keuangan akan mendapatkan penilaian&lt;br /&gt;atas kinerja yang wajar dari sebuah perusahaan jika akuntan diperbolehkan&lt;br /&gt;untuk menggunakan judgment untuk memilih dan menampilkan angka-angka&lt;br /&gt;tertentu. Dalam hal ini disarankan penggunaan replacement cost information.&lt;br /&gt;Salah satu contoh pengaruh teori akuntansi terhadap praktik akuntansi adalah&lt;br /&gt;dengan disusunnya conceptual framework.&lt;br /&gt;7. Accidents of History&lt;br /&gt;Sistem dan praktik akuntansi tidak bisa lepas dari kondisi politik dan ekonomi di negara yang bersangkutan. Kejadian-kejadian tertentu biasanya memberikan pengaruh yang langsung terasa dalam penerapan metode tertentu. Krisis ekonomi di Amerika Serikat di akhir tahun 1920-an memunculkan standar akuntansi yang mengharuskan adanya pengungkapan (disclosure) data keuangan. Untuk Indonesia, krisis nilai tukar di pertengahan tahun 1997 menyebabkan munculnya pernyataan atau interpretasi yang berkaitan dengan penggunaan mata uang asing dalam pelaporan keuangan serta perlakuan atas selisih kurs. Kolonialisasi juga menyebabkan negara yang diduduki dengan sendirinya mengikuti sistem dan praktik akuntansi negara yang mendudukinya. Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di Negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar Negara serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;www.google.com&lt;br /&gt;http://www.rutgers.edu/Accounting/raw/fasb/public/index.html, September1999&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-5656675786088641729?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/5656675786088641729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5656675786088641729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5656675786088641729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/akuntansi-internasional.html' title='Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4364513159332540596</id><published>2011-06-15T04:16:00.001-07:00</published><updated>2011-06-15T07:33:35.671-07:00</updated><title type='text'>Harmonisasi Akuntansi Internasional</title><content type='html'>Sebelum retrukturisasi, IASC mengeluarkan 41 standar akuntansi internasional (IAS) dan sebuah kerangka dasar untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Tujuan IASB adalah:&lt;br /&gt;1. Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat di bandingkan dalam laporan kuangan dan pelaporan keuangan lainya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan ekonomi.&lt;br /&gt;2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersbut yang ketat.&lt;br /&gt;3. Untuk membawa kovergensi standar akuntansi nasional dan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional ke arah solusi berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;Selama dekade pertama IASC, standar akuntansi internasional lebih bersifat deskriptif ketimbang preskriptif. IASC memiliki kelompok konsultatif yang disebut IASC Consultative Group yang terdiri dari pihak-pihak yang mewakili para pengguna laporan keuangan, pembuat laporan keuangan, lembaga-lembaga pembuat standar, dan pengamat dari organisasi antar-pemerintah. Kelompok ini bertemu secara teratur untuk membicarakan kebijakan, prinsip dan hal-hal yang berkaitan dengan peranan IASC.&lt;br /&gt;IASC mulai membahas isu-isu yang sulit selama 10 tahun kedua dan menjawab kekhawatiran bahwa standar yang dikeluarkannya mencakup terlalu banyak alternative perlakuan akuntansi dan tidak terlalu ketat.&lt;br /&gt;STANDAR INTI IASC dan PERSETUJUAN IOSCO&lt;br /&gt;IASB (dan dahulu IASC) telah berupaya untuk mengembangkan standar akuntansi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga diseluruh dunia. Sebagai bagian dari upaya itu, IASC mengadopsi suatu rencana kerja untuk menghasikan satu set inti standar berkualitas tinggi yang komprehensif.&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1995 komite teknis IOSCO menyatakan persetujuannya dengan rencana kerja sebagai berikut :&lt;br /&gt;Dewan (IASC) telah mengembangkan suatu rencana kerja yang telah disetujui oleh komite teknis yang jika berhasil diselesaikan akan menghasilkan IAS yang terdiri dari satu set standar inti yang komprehensif. Penyelesaikan standar yang komprehensif ini yang dapat diterima oleh komite teknis (IOSCO) memungkinkan persetujuan dari komite teknis untuk penggunaan IAS dalam pengumpulan modal dan keperluan pencatatan saham lintas batas diseluruh pasar global. IOSCO telah menyetujui IAS 7, laporan arus kas, dan telah memberikan indikasi kepada IASC bahwa 14 dari standar akuntansi internasional yang ada sekarang tidak memerlukan perbaikan tambahan, asalkan standar ini lainnya berhasil diselesaikan.&lt;br /&gt;Standar inti diselesaikan dengan persetujuan terhadap IAS 39 (Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) pada bulan Desember 1998. Pemeriksaan IOSCO terhadap standar inti bermula pada tahun 1999 dan pada tahun 2000 IOSCO menyetujui penggunaan standar IASB untuk penawaran surat berharga dan pencatatan lintas batas.&lt;br /&gt;STRUKTUR IASB YANG BARU&lt;br /&gt;Pada bulan November 1999 dewan IASC secara bulat menyetujui suatu resolusi yang mendukung usulan struktur baru yang intinya adalah: (1) IASC akan didirikan sebagai sebuah organisasi independen; (2) organisasi tersebut akan terdiri dari dua badan utama, perwalian dan dewan, serta komite interpretasi tetap (sekarang disebut sebagai komite Intepretasi Pelaporan Keuangan Internasional) dan Dewan Penasihat Standar; dan (3) perwalian akan menunjuk anggota dewan, melakukan pengawasan dan mengumpulkan dana yang diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggungjawab tunggal untuk penentuan standar akuntansi IASC yang telah berubah nama menjadi IASB, setelah direorganisasi, mencakup badan berikut.&lt;br /&gt;1. Badan Wali. IASB memiliki 19 wali: enam dari Amerika Utara, enam dari Eropa, empat dari wilayah Asi/Pasifik,dan tiga dari wilayah lain (tergantung dari penentuan keseimbangan geografis secara keseluruhan). Badan wali mengangkat anggota dewan,komite intepretasi pelaporan keuangan internasional dan dewan penasihat standar. Perwalian bertanggungjawab untuk mengumpulkan dana dan mengawasi serta mengevaluasi prioritas dan operasi IASB.&lt;br /&gt;2. Dewan IASB. Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan usaha. Tanggungjawabnya meliputi “memenuhi tanggungjawab untuk seluruh permasalahan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan standar akuntansi internasional, standar pelaporan keuangan internasional,dan Draf Standar pelaporan keuangan”, dan menyetujui proposal proyek serta metode dan prosedur untuk mengembangkan standar. Dewan terdiri dari 14 orang anggota, yang ditunjuk oleh badan wali untuk memberikan”kombinasi terbaik yang ada dari keahlian tekhnik dan latar belakang pengalaman bisnis internasional dan konisi pasar yang relevan.” Seluruh anggota dewan merupakan karyawan IASB yang digaji:12 orang bekerja purna waktu dan dua orang dapat bekerja paruh waktu. Tujuh dari anggota purna waktu memiliki tanggungjawab untuk membina hubungan dengan badan pembuat standar nasional. (Tujuannya adalah untuk membina kemitraan dengan badan-badan nasional ini karena semuanya bekerja sama untuk mencapai konvergensi standar akuntansi di seluruh dunia). Anggota-anggota tersebut diangkat untuk masa lima tahun, dan hanya dapat diperpanjang satu kali.&lt;br /&gt;3. Dewan penasehat standar. Dewan penasehat standar, ditunjuk oleh perwalian, terdiri dari “tiga puluh atau lebih anggota, yang memiliki latar belakang geografis dan professional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat diperbaharui.” Dewan penasehat standar umumnya bertemu tiga kali setiap tahun. Tnggungjawabnya adalah untuk memberikan nasihat kepada dewan mengenai agenda dan prioritasnya, untuk memberikan pandangan mengenai dewan atas” organisasi dan individual dalam dewan atas proyek penentuan standar utama” dan untuk memberikan “nasihat lainnya” kepada dewan atau perwalian.&lt;br /&gt;4. Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IRFIC). IRFIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwalian. IRFIC mengiterpretasikan “penerapan standa akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam konteks kerangka dasar IASB,” menerbitkan rancangan interpretasi akhir.&lt;br /&gt;IASB mengikuti proses pemeriksaan dalam menetapkan standar akuntansi. Untuk tiap-tiap standar yang akan ditetapkan, dewan menerbitkan sebuah “Rancangan pernyataan Prinsip” atau dokumen diskusi lainnya yang berisi berbagai kemungkinan ketentuan dalam standar tersebut serta argumen yang mendukung atau menentang satu sama lain. Selanjutnya, Dewan menerbitkan suatu “Draf Eksposur” untuk memperoleh komentar public, dan kemudian memeriksa argumen-argumen yang disampaikan selam proses pemberiankomentar sebelum menetapkanbentuk akhir standar. Suatu Draf Eksposur dan standar final baru dapat diterbitkan jika delapan dari anggota dewan memberikan persetujuan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;PENGAKUAN DAN DUKUNGAN BAGI IASB&lt;br /&gt;Standar pelaporan keuangan internasional saat ini telah diterima secara luas di seluruh dunia. Sebagai contoh, standar-standar itu (1) digunakan oleh banyak Negara sebagai dasar ketentuan akuntansi nasional; (2) digunakan untuk acuan Internasional di kebanyakan Negara-negara industri utama dan Negara-negara pasar berkembang yang membuat standarnya sendiri; (3) diterima oleh banyak bursa efek dan badan regulator yang memperbolehkan perusahaan asing atau domestic untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun menurut IFRS; dan (4) menyetujui IFRS. EC menetapkan bahwa EU harus sejalan dengan upaya IASC/IASB dan IOSCO yang mengarah pada harmonisasi internasional standar akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESPONS KOMISI PASAR MODAL AS TERHADAP IFRS&lt;br /&gt;SEC tidak menerima IFRS sebagai dasar laporan keuangan yang diserahkan oleh perusahaan-perusahaan yang mencatatkan saham pada bursa efek AS. Namun demikian, SEC berada dalam tekanan yang makin meningkat untuk membuat pasar modal AS dapat diakses oleh para pembuat laporan non-AS. SEC telah menunjukkan flesibilitas besar dalam hal sejauh mana dapat menerima penggunaan IFRS oleh para emiten asing.&lt;br /&gt;1. Standar harus mencakup bagian inti ketentuan akuntansi yang menentukan dasar akuntansi yang komprehensif dan secara umum dapat diterima.&lt;br /&gt;2. Standar harus berkualitas tinggi, menghasilkan daya banding dan transparansi,serta memberikan pengungkapan penuh.&lt;br /&gt;3. Standar harus diinterpretasikan dan diterapkan dengan ketat.&lt;br /&gt;Perbandingan antara IFRS dan Isi Prinsip Akuntansi Komprehensif Lainnya&lt;br /&gt;Berbagai negara maju senantiasa membandingkan IFRS dengan Prinsip Akuntansi Komprehensif yang memiliki berbagai tujuan bagi masing-masing negara. Dasar pemikiran dilakukannya perbandingan adalah untuk mengetahui sejauhmana IFRS dapat diterima dan digunakan dalam penyajian laporan keuangan multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://sigit130589.wordpress.com/2011/04/10/harmonisasi-akuntansi-internasional/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4364513159332540596?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4364513159332540596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/harmonisasi-akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4364513159332540596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4364513159332540596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/harmonisasi-akuntansi-internasional.html' title='Harmonisasi Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7250921889929058603</id><published>2011-06-15T04:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T04:14:38.760-07:00</updated><title type='text'>Aturan-aturan Akuntansi Internasional</title><content type='html'>Christopher Nobes dan Robert Parker (1995:11)menjelaskan adanya tujuh faktor yang menyebabkan perbedaan penting yang berskala internasional dalam perkembangan sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah (1) sistem hukum, (2) pemilik dana, (3) pengaruh system perpajakan, dan (4) kemantapan profesi akuntan. (5) inflasi, (6) teori akuntansi dan (7) accidents of history .&lt;br /&gt;1. Sistem hukum&lt;br /&gt;Peraturan perusahaan, termasuk dalam hal ini adalah sistem dan prosedur akuntansi, banyak dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku di suatu negara. Beberapa negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut Sistem hukum yang digolongkan dalam codified Roman law. Dalam codified law, aturan-aturan dikaitkan dengan ide dasar moral dan keadilan, yang cenderung menjadi suatu doktrin. Sementara itu negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat,dan negara-negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law. Dalam common law, dicoba adanya suatu jawaban untuk kasus-kasus yang spesifik dan tidak membuat suatu formulasi umum.&lt;br /&gt;2. Sumber pendanaan&lt;br /&gt;Berdasarkan sumber pendanaan, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;Kelompok yang pertama adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari para pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana keluarga. Umumnya di negara-negara dengan sebagian besar perusahaan yang dimiliki oleh shareholders namun para shareholders ini tidak mempunyai akses atas informasi internal, lebih banyak tuntutan atas adanya pengungkapan (disclosure), pemeriksaan (audit) dan informasi yang tidak bias (fair information).&lt;br /&gt;3. Sistem perpajakan&lt;br /&gt;Sejauh mana sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi adalah dengan melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi (accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan pembukuan komersial. Sedangkan di banyak negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan juga termasuk Indonesia, terdapat aturan – aturan yang berbeda antara perpajakan dan komersial perusahaan. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini adalah depresiasi.&lt;br /&gt;4. Profesi akuntan &lt;br /&gt;Badan-badan yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda-beda di setiap negara, dan hasil yang berupa aturan-aturan atau standar dipengaruhi oleh bentuk, wewenang dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa negara ditemui adanya pemisahan profesi akuntan, sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri hanya dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari kalangan dunia usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik. Tingkat pendidikan dan pengalaman dalam dunia praktis sebagai syarat seseorang untuk bisa menjadi anggota badan tersebut juga akan menentukan kualitas standar dan aturan akuntansi sebagai keluaran yang dihasilkan.&lt;br /&gt;5. Inflasi&lt;br /&gt;Di negara-negara dengan tingkat inlasi mencapai ratusan persen setiap tahun, seperti di Amerika Selatan, penggunaan metode general price level adjustment menjadi relevan mengingat adanya kebutuhan untuk menganalisis laporan keuangan secara lebih tepat dibandingkan tetap menggunakan historical cost.&lt;br /&gt;6. Teori Akuntansi&lt;br /&gt;Teori akuntansi sangat mempengaruhi pelaksanaan praktik-praktik akuntansi&lt;br /&gt;seperti halnya yang terjadi di Belanda. Di negara ini para ahli teori akuntansi&lt;br /&gt;mengatakan bahwa pengguna laporan keuangan akan mendapatkan penilaian&lt;br /&gt;atas kinerja yang wajar dari sebuah perusahaan jika akuntan diperbolehkan&lt;br /&gt;untuk menggunakan judgment untuk memilih dan menampilkan angka-angka&lt;br /&gt;tertentu. Dalam hal ini disarankan penggunaan replacement cost information.&lt;br /&gt;Salah satu contoh pengaruh teori akuntansi terhadap praktik akuntansi adalah&lt;br /&gt;dengan disusunnya conceptual framework.&lt;br /&gt;7. Accidents of History&lt;br /&gt;Sistem dan praktik akuntansi tidak bisa lepas dari kondisi politik dan ekonomi di negara yang bersangkutan. Kejadian-kejadian tertentu biasanya memberikan pengaruh yang langsung terasa dalam penerapan metode tertentu. Krisis ekonomi di Amerika Serikat di akhir tahun 1920-an memunculkan standar akuntansi yang mengharuskan adanya pengungkapan (disclosure) data keuangan. Untuk Indonesia, krisis nilai tukar di pertengahan tahun 1997 menyebabkan munculnya pernyataan atau interpretasi yang berkaitan dengan penggunaan mata uang asing dalam pelaporan keuangan serta perlakuan atas selisih kurs. Kolonialisasi juga menyebabkan negara yang diduduki dengan sendirinya mengikuti sistem dan praktik akuntansi negara yang mendudukinya. Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di Negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar Negara serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;www.google.com&lt;br /&gt;http://www.rutgers.edu/Accounting/raw/fasb/public/index.html, September1999&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7250921889929058603?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7250921889929058603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/aturan-aturan-akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7250921889929058603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7250921889929058603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/aturan-aturan-akuntansi-internasional.html' title='Aturan-aturan Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-264952066570727881</id><published>2011-06-15T04:04:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T04:08:55.557-07:00</updated><title type='text'>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sistem Akuntansi internasional</title><content type='html'>a. Sifat kepemilikan perusahaan &lt;br /&gt;Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang dimiliki publik dibandingkan dengan pada perusahaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Aktivitas usaha&lt;br /&gt;Sistem akuntansi dipengaruhi oleh jenis aktivitas usaha, misalnya agribisnis yang berbeda dengan manufaktur, atau perusahaan kecil yang berbeda dengan perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;c. Sumber pendanaan&lt;br /&gt;Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan sumber pendanaan dari para pemegang saham eksternal dibandingkan dengan pada perusahaan dengan sumber pendanaan dari perbankan atau dari dana keluarga.&lt;br /&gt;d. Sistem perpajakan&lt;br /&gt;Negara-negara seperti Perancis dan Jerman menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai dasar penentuan utang pajak penghasilan, sedangkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menggunakan laporan keuangan yang telah disesuaikan dengan aturan perpajakan sebagai dasar&lt;br /&gt;penentuan utang pajak dan disampaikan terpisah dengan laporan keuangan&lt;br /&gt;untuk pemegang saham.&lt;br /&gt;e. Eksistensi dan pentingnya profesi akuntan&lt;br /&gt;Profesi akuntan yang lebih maju di negara-negara maju juga membuat sistem akuntansi yang dipakai lebih maju dibandingkan dengan di negara-negara yang masih menerapkan sistem akuntansi yang sentralistik dan seragam.&lt;br /&gt;f. Pendidikan dan riset akuntansi&lt;br /&gt;Pendidikan dan riset akuntansi yang baik kurang dijalankan di negara-negara yang sedang berkembang. Pengembangan profesi juga dipengaruhi oleh pendidikan dan riset akuntansi yang bermutu.&lt;br /&gt;g. Sistem politik&lt;br /&gt;Sistem politik yang dijalankan oleh suatu negara sangat berpengaruh pada sistem akuntansi yang dibuat untuk menggambarkan filosofi dan tujuan politik di negara tersebut, seperti halnya pilihan atas perencanaan terpusat (central planning) atau swastanisasi (private enterprises). h. Iklim sosial Iklim sosial diartikan sebagai sikap atas penghargaan terhadap hak-hak pekerja dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Informasi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut pada umumnya dipengaruhi atas sistem sosial tersebut.&lt;br /&gt;i. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan&lt;br /&gt;Perubahan struktur perekonomian dari agraris ke manufaktur akan menampilkan sisi lain dari sistem akuntansi, antara lain dengan mulai diperhitungkannya depresiasi mesin. Industri jasa juga memunculkan pertimbangan atas pencatatan aktiva tak berwujud seperti merek, goodwill dan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Tingkat inflasi&lt;br /&gt;Timbulnya hyperinflation di beberapa negara di kawasan Amerika Selatan membuat adanya pemikiran untuk menggunakan pendekatan lain sebagai alternatif dari pendekatan historical cost.&lt;br /&gt;k. Sistem perundang-undangan&lt;br /&gt;Di negara-negara seperti Perancis dan Jerman yang menggunakan civil codes, aturan-aturan akuntansi yang dipakai cenderung rinci dan komprehensif, berbeda dengan Amerika Serikat dan Inggris yang menggunakan common law.&lt;br /&gt;l. Aturan-aturan akuntansi&lt;br /&gt;Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di negara tertentu tentunya tidak sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran profesi akuntan dalam menentukan standar dan aturan akuntansi lebih banyak ditemukan di negara-negara yang telah memasukkan aturan-aturan profesional dalam aturan-aturan perusahaan, seperti di Inggris dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Christopher Nobes dan Robert Parker (1995:11) menjelaskan&lt;br /&gt;adanya tujuh faktor yang menyebabkan perbedaan penting yang berskala internasional dalam perkembangan sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah (1) sistem hukum, (2) pemilik dana, (3) pengaruh system perpajakan, dan (4) kemantapan profesi akuntan. (5) inflasi, (6) teori akuntansi dan (7) accidents of history .&lt;br /&gt;a. Sistem hukum&lt;br /&gt;Peraturan perusahaan, termasuk dalam hal ini adalah sistem dan prosedur akuntansi, banyak dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku di suatu negara. Beberapa negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut sistem hukum yang digolongkan dalam codified Roman law. Dalam codified law, aturan-aturan dikaitkan dengan ide dasar moral dan keadilan, yang cenderung menjadi suatu doktrin. Sementara itu negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat,dan negara-negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law. Dalam common law, dicoba adanya suatu jawaban untuk kasus-kasus yang spesifik dan tidak membuat suatu formulasi umum.&lt;br /&gt;b. Sumber pendanaan&lt;br /&gt;Berdasarkan sumber pendanaan, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua.&lt;br /&gt;Kelompok yang pertama adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besardananya dari para pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana keluarga. Umumnya di negara-negara dengan sebagian besar perusahaan yang dimiliki oleh shareholders namun para shareholders ini tidak mempunyai akses atas informasi internal, lebih banyak tuntutan atas adanya pengungkapan (disclosure), pemeriksaan (audit) dan informasi yang tidak bias (fair information).&lt;br /&gt;c. Sistem perpajakan&lt;br /&gt;Sejauh mana sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi adalah dengan melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi (accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan pembukuan komersial. Sedangkan di banyak negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan juga termasuk Indonesia, terdapat aturanaturan yang berbeda antara perpajakan dan komersial perusahaan. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini adalah depresiasi.&lt;br /&gt;d. Profesi akuntan&lt;br /&gt;Badan-badan yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda-beda disetiap negara, dan hasil yang berupa aturan-aturan atau standar dipengaruhioleh bentuk, wewenang dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa negara ditemui adanya pemisahan profesi akuntan, sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri hanya dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari kalangan dunia usaha, industri, pemerintah&lt;br /&gt;dan kalangan pendidik. Tingkat pendidikan dan pengalaman dalam dunia praktis sebagai syarat seseorang untuk bisa menjadi anggota badan tersebut juga akan menentukan kualitas standar dan aturan akuntansi sebagai keluaran yang dihasilkan.&lt;br /&gt;e. Inflasi&lt;br /&gt;Di negara-negara dengan tingkat inlasi mencapai ratusan persen setiap tahun, seperti di Amerika Selatan, penggunaan metode general price level adjustment menjadi relevan mengingat adanya kebutuhan untuk menganalisis laporan keuangan secara lebih tepat dibandingkan tetap menggunakan historical cost.&lt;br /&gt;f. Teori Akuntansi&lt;br /&gt;Teori akuntansi sangat mempengaruhi pelaksanaan praktik-praktik akuntansi seperti halnya yang terjadi di Belanda. Di negara ini para ahli teori akuntansi mengatakan bahwa pengguna laporan keuangan akan mendapatkan penilaian atas kinerja yang wajar dari sebuah perusahaan jika akuntan diperbolehkan untuk menggunakan judgment untuk memilih dan menampilkan angka-angka tertentu. Dalam hal ini disarankan penggunaan replacement cost information. Salah satu contoh pengaruh teori akuntansi terhadap praktik akuntansi adalah dengan disusunnya conceptual framework.&lt;br /&gt;g. Accidents of History&lt;br /&gt;Sistem dan praktik akuntansi tidak bisa lepas dari kondisi politik dan ekonomi di negara yang bersangkutan. Kejadian-kejadian tertentu biasanya memberikanpengaruh yang langsung terasa dalam penerapan metode tertentu. Krisis ekonomi di Amerika Serikat di akhir tahun 1920-an memunculkan standar akuntansi yang mengharuskan adanya pengungkapan (disclosure) data keuangan. Untuk Indonesia, krisis nilai tukar di pertengahan tahun 1997 menyebabkan munculnya pernyataan atau interpretasi yang berkaitan dengan penggunaan mata uang asing dalam pelaporan keuangan serta perlakuan atas selisih kurs. Kolonialisasi juga menyebabkan negara yang diduduki dengan  sendirinya mengikuti sistem dan praktik akuntansi negara yang mendudukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku/article/viewFile/15662/15654&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-264952066570727881?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/264952066570727881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/264952066570727881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/264952066570727881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-sistem.html' title='Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sistem Akuntansi internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8998489640651676888</id><published>2011-05-15T08:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T08:21:39.189-07:00</updated><title type='text'>akuntansi internasional dr berbagai sudut pandang</title><content type='html'>SUDUT PANDANG DAN SEJARAH AKUNTANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan di italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan ini dianggap sebagai cikal bakal lahirnya akuntansi. Orang pertama yang mengenalkan akuntansi adalah Luca Pacioli dimana dia mempublikasikan prinsipprinsip akuntansi pada bukunya yang berjudul Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDUT PANDANG KONTEMPORER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sejumlah faktor tambahan yang menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan signifikan dan terus-menurus hambatan perdagangan pengendalian modal secara nasional yang terjadi sesering kemajuan teknologi informasi. Pengendalian nasional terhadap arus valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi terkait, telah diliberalisasikan secara dramatis beberapa tahun terakhir, sehingga hambatan bisnis internasional dapat ditekan. Kemaujuan teknologi informasi menyebabkan perubahan radikal dalam kegiatan ekonomi baik dalam kegiatan produksi maupun distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis internasional saat ini semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negri dengan membentuk fasilitas yang dimiliki seutuhnya. Operasi yang lilakukan diluar negri membuat manajer keuangan dan seorang akuntan memiliki resiko barupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan masih berada dalam satu wilayah perusahaan.&lt;br /&gt;Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu Negara lain karena prinsi-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh social ekonomi yan gberbeda. Selain itu terdapat juga perbedaan kurs nilai mata uang yang digunakan dalam pelaporan. Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh apa saja yang mempengaruhi pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional, memahami perubahan yang terjadi misalnya nilai tukar atau inflasi merupakan hal yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETISI GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang yang menyebabkan pentingnya kauntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan, suatu tindakan untuk membandingkan kenrja suatu pihak suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merger murakan istilah untuk sinergi operasi atau sekala ekonomi akuntansi yang memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini merupakan angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perhatian utama perusahaan yang akan melakukan akuisisi adalah ketika sedang memberikan tawaran atas target asin adalah sejauh apa faktor earning yang dapat dihasilkan bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INOVASI KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen resiko telah menjadi istilah begitu popular dalam lingkungan perusahaan. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, vollatilitas dalam harga komunitas, valuta asing kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa pada saat ini. Berdasarkan kondisi keuangan saat ini manajer keuangan perlu menyadari resiko yang mereka hadapi, memutuskan resiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil dari strategi yang diterapkan atau dijalankan. Meskipun kemajuan teknologi memungkinakan pergeseran resiko keuangan ke pihak lain, tetapi beban untuk mengukur resiko antar pihak dapat dialihkan dan sekarang berada di pihak sekelompok besar pelaku pasar yang ada di Negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNASIONALISME PASAR MODAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang turut menyumbangkan perhatian lebih terhadapa akuntansi internasional adalah dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regular, pembuat standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal di seluruh dunia. Pasar modal dunia melaporkan bahwa perusahaan domestic mencatatkan sahamnya menignkat di beberapa pasar modal dan menurun di beberapa pasar lainnya selama masa-masa decade sekarang ini yang diantaranya disebabkan oleh merger dan akuisis yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham yang dilakukan beberapa perushaan terkait.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8998489640651676888?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8998489640651676888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/05/akuntansi-internasional-dr-berbagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8998489640651676888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8998489640651676888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/05/akuntansi-internasional-dr-berbagai.html' title='akuntansi internasional dr berbagai sudut pandang'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4256608761544334342</id><published>2011-04-07T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T10:02:57.129-07:00</updated><title type='text'>Tata Kelola Perusahaan</title><content type='html'>Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan&lt;br /&gt;hal penting yang mutlak diperlukan oleh industri perbankan&lt;br /&gt;dalam menghadapi perkembangan risiko bisnis dan&lt;br /&gt;tantangan usaha yang kian meningkat. Pelaksanaan Good&lt;br /&gt;Corporate Governance secara konsisten akan memperkuat&lt;br /&gt;posisi Danamon dalam menghadapi persaingan usaha,&lt;br /&gt;meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengelola&lt;br /&gt;sumber daya, memaksimalkan nilai Danamon dan dalam&lt;br /&gt;jangka panjang dapat meningkatkan kepercayaan para&lt;br /&gt;pemangku kepentingan (stakeholder) sehingga Danamon&lt;br /&gt;dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;Komitmen Danamon dalam penerapan Good Corporate&lt;br /&gt;Governance dilaksanakan dengan membangun lingkungan&lt;br /&gt;kerja yang berdasarkan pada Kode Etik dan Budaya&lt;br /&gt;Kepatuhan.&lt;br /&gt;Kode Etik merupakan landasan moral, sikap dan etika bagi&lt;br /&gt;para karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung&lt;br /&gt;jawabnya sesuai dengan prinsip-prinsip etika, visi, misi,&lt;br /&gt;nilai-nilai Danamon dan hukum yang berlaku. Kode Etik&lt;br /&gt;Danamon mewajibkan seluruh karyawan menghindari&lt;br /&gt;situasi yang dapat menimbulkan pertentangan antara&lt;br /&gt;kepentingan pribadi dengan kepentingan Danamon, baik&lt;br /&gt;secara langsung maupun tidak langsung yang berpotensi&lt;br /&gt;terhadap pelanggaran peraturan dan perundangan yang&lt;br /&gt;berlaku. Kode Etik tersedia di website internal Danamon.&lt;br /&gt;Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance,&lt;br /&gt;Danamon telah melaksanakan inisiatif untuk:&lt;br /&gt;1. Pembentukan Komite Corporate Governance&lt;br /&gt;Komite Corporate Governance beranggotakan Dewan&lt;br /&gt;Komisaris Danamon dengan tugas dan tanggung jawab&lt;br /&gt;mengevaluasi Good Corporate Governance secara&lt;br /&gt;menyeluruh serta menilai konsistensi penerapannya&lt;br /&gt;termasuk yang berkaitan dengan etika bisnis dan&lt;br /&gt;tanggung jawab sosial Danamon.&lt;br /&gt;2. Pembentukan Komite Fraud&lt;br /&gt;Komite Fraud merupakan salah satu komite yang&lt;br /&gt;mendukung Dewan Direksi. Tugas dan tanggung jawab&lt;br /&gt;Komite Fraud antara lain melakukan evaluasi penanganan&lt;br /&gt;fraud dan pencegahannya. Kebijakan Whistle Blower&lt;br /&gt;memberikan kontribusi dalam pencegahan fraud, seluruh&lt;br /&gt;karyawan dapat melaporkan secara dini penyimpangan&lt;br /&gt;kode etik, pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku,&lt;br /&gt;ataupun terjadinya fraud. Kebijakan terkait Whistle&lt;br /&gt;Blower telah ditetapkan Danamon sejak tahun 2005.&lt;br /&gt;3. Peningkatan fungsi Manajemen Risiko&lt;br /&gt;Satuan Kerja Manajemen Risiko merupakan fungsi&lt;br /&gt;strategis Danamon dalam pengambilan keputusan&lt;br /&gt;bisnis dan pengembangan produk maupun jasa melalui&lt;br /&gt;analisis dan review terhadap risiko yang ditimbulkan dari&lt;br /&gt;aktivitas tersebut. Dalam rangka penerapan Manajemen&lt;br /&gt;Risiko, Danamon telah memiliki sistem informasi yang&lt;br /&gt;mendukung dalam pengukuran dan pengelolaan risiko&lt;br /&gt;Unit Kerja/Kantor Cabang melalui Self Assessment&lt;br /&gt;dan pemantauan terhadap Event Risk. Sebagai upaya&lt;br /&gt;memperkuat Satuan Kerja Manajemen Risiko, Danamon&lt;br /&gt;telah membentuk Divisi National Fraud Quality Assurance&lt;br /&gt;dan Collection.&lt;br /&gt;4. Remunerasi dan Kompensasi&lt;br /&gt;Danamon mengakui bahwa pemberian kompensasi&lt;br /&gt;dan remunerasi yang wajar kepada karyawan, Direksi&lt;br /&gt;dan Dewan Komisaris, adalah suatu hal penting dalam&lt;br /&gt;menunjang kinerja perusahaan dan pelaksanaan GCG.&lt;br /&gt;Remunerasi dan Nominasi diberikan secara transparan&lt;br /&gt;kepada Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris.&lt;br /&gt;Formulasi remunerasi ditetapkan oleh Komite Nominasi&lt;br /&gt;dan Remunerasi mengacu pada kebijakan Remunerasi&lt;br /&gt;dan Nominasi Danamon yang berlaku.&lt;br /&gt;5. Penanganan Pengaduan Nasabah&lt;br /&gt;Dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik&lt;br /&gt;kepada nasabah, maka Danamon telah memiliki Unit&lt;br /&gt;khusus Pengaduan Nasabah yang dalam tugasnya&lt;br /&gt;memperhatikan serta menindaklanjuti pengaduan&lt;br /&gt;nasabah sesuai Service Level Agreement (SLA) yang&lt;br /&gt;ditetapkan Danamon serta sejalan dengan ketentuan&lt;br /&gt;yang berlaku. Pengaduan nasabah merupakan masukan&lt;br /&gt;bagi Danamon dalam mengembangkan produk atau jasa&lt;br /&gt;yang lebih baik di masa mendatang.&lt;br /&gt;6. Budaya Kepatuhan&lt;br /&gt;Dalam rangka meningkatkan Budaya Kepatuhan maka&lt;br /&gt;Danamon telah melakukan berbagai langkah antara lain&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Pembentukan Komite Kepatuhan pada tahun 2010&lt;br /&gt;bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan fungsi&lt;br /&gt;kepatuhan Danamon.&lt;br /&gt;b. Menetapkan metode dalam mengelola Risiko&lt;br /&gt;Kepatuhan. Pada tahun 2010 telah dikembangkan&lt;br /&gt;Compliance Regulatory Self Assessment (CRSA)&lt;br /&gt;sebagai upaya memenuhi Peraturan Bank Indonesia&lt;br /&gt;dengan tujuan mengelola Risiko Kepatuhan&lt;br /&gt;secara lebih baik dan menformulasikan Peringkat&lt;br /&gt;Kepatuhan.&lt;br /&gt;c. Menunjuk penanggung jawab fungsi kepatuhan dan&lt;br /&gt;pelaksanaan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan&lt;br /&gt;Pendanaan Teroris (APU-PPT) di masing masing Unit&lt;br /&gt;Kerja/Kantor Cabang.&lt;br /&gt;3. Enhancements of the Risk Management function&lt;br /&gt;Risk management unit plays a strategic role in any&lt;br /&gt;business decision making and new product and service&lt;br /&gt;development, which requires thorough analysis and review&lt;br /&gt;of the associated risks. To support its risk management&lt;br /&gt;activities, the Bank has established an information&lt;br /&gt;system supporting the measurement and management&lt;br /&gt;of risks, including the measurement of risks of various&lt;br /&gt;units and branches through Self-Assessments and Event&lt;br /&gt;Risk monitoring. To further enhance the organization of&lt;br /&gt;Integrated Risk Management, the Bank has established&lt;br /&gt;a new National Fraud, Quality Assurance and Collection&lt;br /&gt;Division.&lt;br /&gt;4. Compensation and Remuneration&lt;br /&gt;The Bank recognizes that a fair remuneration in the form of&lt;br /&gt;salaries and allowances for employees, BoD and BoC, is&lt;br /&gt;important to support the performance of the Bank and the&lt;br /&gt;implementation of GCG. Remuneration and nomination for&lt;br /&gt;employees, BoD and BoC are determined transparently.&lt;br /&gt;The formulation is determined by the Remuneration and&lt;br /&gt;Nomination Committee based on the Bank’s prevailing&lt;br /&gt;Remuneration and Nomination policies.&lt;br /&gt;5. Customer Complaint Management&lt;br /&gt;To provide the best services to customers, the Bank&lt;br /&gt;has established a separate Customer Complaint unit&lt;br /&gt;responsible for resolving complaints raised by customers,&lt;br /&gt;in line with the established Service Level Agreement&lt;br /&gt;(SLA). Customer complaint also serves as a feedback for&lt;br /&gt;the Bank to provide better products and services in the&lt;br /&gt;future.&lt;br /&gt;6. Compliance Culture&lt;br /&gt;To enhance the Bank’s compliance culture, various&lt;br /&gt;initiatives have been undertaken including:&lt;br /&gt;a. The establishment of Compliance Committee in 2010&lt;br /&gt;to evaluate the Compliance function of the Bank.&lt;br /&gt;b. The establishment of a methodology to manage&lt;br /&gt;Compliance Risk. To comply with Bank Indonesia&lt;br /&gt;regulation, in 2010, the Bank has developed its&lt;br /&gt;Compliance Regulatory Self Assessment (CRSA) to&lt;br /&gt;improve its compliance risk management practice and&lt;br /&gt;formulate the corresponding Compliance Rating.&lt;br /&gt;c. The appointment of persons-in-charge of compliance&lt;br /&gt;function and Anti Money Laundering and Combating&lt;br /&gt;the Financing Terrorism (AML-CFT) in each Working&lt;br /&gt;Unit/Branch Office.&lt;br /&gt;170 Laporan Tahunan • 2010 • Annual Report • PT Bank Danamon Indonesia Tbk&lt;br /&gt;d. Memperbarui kebijakan APU-PPT Danamon sesuai&lt;br /&gt;dengan ketentuan Bank Indonesia, melakukan&lt;br /&gt;pemantauan atas tingkat penerapannya melalui&lt;br /&gt;Branch Assessment dan pelatihan APU-PPT bagi&lt;br /&gt;karyawan Danamon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www2.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201103/200ACA62-5BA5-4FCA-9860-B4DCBB8F4368.PDF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4256608761544334342?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4256608761544334342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/tata-kelola-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4256608761544334342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4256608761544334342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/tata-kelola-perusahaan.html' title='Tata Kelola Perusahaan'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8484526948528586761</id><published>2011-04-07T08:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T08:52:01.264-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan International Financing Reported Standar</title><content type='html'>Pada periode 1973-1984, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah membentuk Komite&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia untuk menetapkan standar-standar akuntansi, yang&lt;br /&gt;kemudian dikenal dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).&lt;br /&gt;Pada periode 1984-1994, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan&lt;br /&gt;kemudian menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Menjelang akhir 1994,&lt;br /&gt;Komite standar akuntansi memulai suatu revisi besar atas prinsip-prinsip akuntansi Indonesia&lt;br /&gt;dengan mengumumkan pernyataan-pernyataan standar akuntansi tambahan dan menerbitkan&lt;br /&gt;interpretasi atas standar tersebut. Revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan standar&lt;br /&gt;akuntansi keuangan, yang sebagian besar harmonis dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB.&lt;br /&gt;Pada periode 1994-2004, ada perubahan Kiblat dari US GAAP ke IFRS, hal ini ditunjukkan&lt;br /&gt;Sejak tahun 1994, telah menjadi kebijakan dari Komite Standar Akuntansi Keuangan untuk&lt;br /&gt;menggunakan International Accounting Standards sebagai dasar untuk membangun standar&lt;br /&gt;akuntansi keuangan Indonesia. Dan pada tahun 1995, IAI melakukan revisi besar untuk&lt;br /&gt;menerapkan standar-standar akuntansi baru, yang kebanyakan konsisten dengan IAS.&lt;br /&gt;Beberapa standar diadopsi dari US GAAP dan lainnya dibuat sendiri.&lt;br /&gt;Pada periode 2006-2008, merupakan konvergensi IFRS Tahap 1, Sejak tahun 1995 sampai&lt;br /&gt;tahun 2010, buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terus direvisi secara&lt;br /&gt;berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru. Proses&lt;br /&gt;revisi dilakukan sebanyak enam kali yakni pada tanggal 1 Oktober 1995, 1 Juni 1999, 1 April&lt;br /&gt;2002, 1 Oktober 2004, 1 Juni 2006, 1 September 2007, dan versi 1 Juli 2009. Pada tahun&lt;br /&gt;2006 dalam kongres IAI (Cek Lagi nanti) X di Jakarta ditetapkan bahwa konvergensi penuh&lt;br /&gt;IFRS akan diselesaikan pada tahun 2008. Target ketika itu adalah taat penuh dengan semua&lt;br /&gt;standar IFRS pada tahun 2008. Namun dalam perjalanannya ternyata tidak mudah. Sampai&lt;br /&gt;akhir tahun 2008 jumlah IFRS yang diadopsi baru mencapai 10 standar IFRS dari total 33&lt;br /&gt;standar.&lt;br /&gt;Berikut adalah Roadmap konvergensi IFRS di Indonesia:&lt;br /&gt;PSAK disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;1. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan&lt;br /&gt;2. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;3. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan&lt;br /&gt;Tersendiri&lt;br /&gt;4. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi&lt;br /&gt;5. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama&lt;br /&gt;6. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi&lt;br /&gt;7. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan&lt;br /&gt;Kesalahan&lt;br /&gt;8. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset&lt;br /&gt;9. PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi&lt;br /&gt;10.PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi&lt;br /&gt;yang Dihentikan&lt;br /&gt;Interpretasi disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;1. ISAK 7 (revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus&lt;br /&gt;2. ISAK 9: Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas&lt;br /&gt;Serupa&lt;br /&gt;3. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan&lt;br /&gt;4. ISAK 11: Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik&lt;br /&gt;5. ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer&lt;br /&gt;PSAK disahkan sepanjang 2009 yang berlaku efektif tahun 2010:&lt;br /&gt;1. PPSAK 1: Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan, PSAK 35: Akuntansi&lt;br /&gt;Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan&lt;br /&gt;Tol&lt;br /&gt;2. PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43: Akuntansi Anjak&lt;br /&gt;Piutang&lt;br /&gt;3. PPSAK 3: Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang&lt;br /&gt;bermasalah&lt;br /&gt;4. PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): Akuntansi Perbankan, PSAK 42:&lt;br /&gt;Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana&lt;br /&gt;5. PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55&lt;br /&gt;(1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing&lt;br /&gt;PSAK yang disahkan 19 Februari 2010:&lt;br /&gt;1. PSAK 19 (2010): Aset tidak berwujud&lt;br /&gt;2. PSAK 14 (2010): Biaya Situs Web&lt;br /&gt;3. PSAK 23 (2010): Pendapatan&lt;br /&gt;4. PSAK 7 (2010): Pengungkapan Pihak-Pihak Yang Berelasi&lt;br /&gt;5. PSAK 22 (2010): Kombinasi Bisnis (disahkan 3 Maret 2010)&lt;br /&gt;6. PSAK 10 (2010): Transaksi Mata Uang Asing (disahkan 23 Maret 2010&lt;br /&gt;7. ISAK 13 (2010): Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri&lt;br /&gt;Exposure Draft Public Hearing 27 April 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 24 (2010): Imbalan Kerja&lt;br /&gt;2. ED PSAK 18 (2010): Program Manfaat Purnakarya&lt;br /&gt;3. ED ISAK 16: Perjanjian Konsesi Jasa (IFRIC 12)&lt;br /&gt;4. ED ISAK 15: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan&lt;br /&gt;Interaksinya.&lt;br /&gt;5. ED PSAK 3: Laporan Keuangan Interim&lt;br /&gt;6. ED ISAK 17: Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 14 Juli 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan&lt;br /&gt;2. ED PSAK 50 (R 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian&lt;br /&gt;3. ED PSAK 8 (R 2010): Peristiwa Setelah Tanggal Neraca&lt;br /&gt;4. ED PSAK 53 (R 2010): Pembayaran Berbasis Saham&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 30 Agustus 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 46 (Revisi 2010) Pajak Pendapatan&lt;br /&gt;2. ED PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah Dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah&lt;br /&gt;3. ED PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi&lt;br /&gt;4. ED ISAK 18: Bantuan Pemerintah-Tidak Ada Relasi Specifik dengan Aktivitas&lt;br /&gt;Operasi&lt;br /&gt;5. ED ISAK 20: Pajak Penghasilan-Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para&lt;br /&gt;Pemegang Sahamnya&lt;br /&gt;Kendala dalam harmonisasi PSAK ke dalam IFRS&lt;br /&gt;1. Dewan Standar Akuntansi yang kekurangan sumber daya&lt;br /&gt;2. IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika proses adopsi suatu standar IFRS masih&lt;br /&gt;dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut.&lt;br /&gt;3. Kendala bahasa, karena setiap standar IFRS harus diterjemahkan ke dalam bahasa&lt;br /&gt;Indonesia dan acapkali ini tidaklah mudah.&lt;br /&gt;4. Infrastuktur profesi akuntan yang belum siap. Untuk mengadopsi IFRS banyak&lt;br /&gt;metode akuntansi yang baru yang harus dipelajari lagi oleh para akuntan.&lt;br /&gt;5. Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti kiblat ke IFRS.&lt;br /&gt;6. Support pemerintah terhadap issue konvergensi.&lt;br /&gt;Manfaat Konvergensi IFRS secara umum adalah:&lt;br /&gt;a. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar&lt;br /&gt;Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).&lt;br /&gt;b. Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.&lt;br /&gt;c. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal&lt;br /&gt;secara global.&lt;br /&gt;d. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.&lt;br /&gt;e. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan earning management&lt;br /&gt;1. Reklasifikasi antar kelompok surat berharga (securities) dibatasi&lt;br /&gt;cenderung dilarang.&lt;br /&gt;2. Reklasifikasi dari dan ke FVTPL, DILARANG&lt;br /&gt;3. Reklasifikasi dari L&amp;R ke AFS, DILARANG&lt;br /&gt;4. Tidak ada lagi extraordinary items&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.sai.ugm.ac.id/site/images/pdf/ifrs.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8484526948528586761?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8484526948528586761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-international-financing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8484526948528586761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8484526948528586761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-international-financing.html' title='Perkembangan International Financing Reported Standar'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1165031469754677906</id><published>2011-04-07T08:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T08:41:25.383-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Akuntansi Internasional</title><content type='html'>Memasuki abad 21 ini, nasib suatu negara semakin ditentukan oleh kekuatan persaingan global. Dalam dunia seperti ini, keputusan-keputusan operasi, investasi dan pendanaan pembiayaan diwarnai oleh implikasi-implikasi internasional. Dengan banyaknya keputusan yang berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional sangat penting untuk memperolah interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis internasional. Dengan kata lain, saat ini akuntansi telah berkembang dalam tahap masa kedewasaannya menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. &lt;br /&gt;Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukkan bahwa akuntansi dalam masyarakat bisnis/internasional melakukan fungsi jasa. Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari masyarakat tempat dia beroperasi. Dengan demikian akuntansi harus berada tetap dalam kedudukannya yang berguna secara teknis dan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu &lt;br /&gt;(1) faktor lingkungan&lt;br /&gt;(2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi&lt;br /&gt;(3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari ”theorizing” ke “Conceptualizing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Akuntansi &lt;br /&gt;Telah banyak yang menyatakan bahwa akuntansi dipengaruhi oleh lingkungannya dan sebaliknya akuntansi juga mempengaruhi lingkungannya. Standar-standar akuntansi muncul ke permukaan setelah banyak akuntan mengalami tuntutan hukum, LIFO ditimbulkan oleh kondisi-kondisi inflasi, dan banyak pengungkapan-pengungkapan keuangan yang merupakan konsekuensi dari pasar modal publik. &lt;br /&gt;Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Sistem Hukum&lt;br /&gt;Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Politik&lt;br /&gt;Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan prktik-prakti akuntansi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sifat Kepemilikan Bisnis&lt;br /&gt;Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis &lt;br /&gt;Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik. &lt;br /&gt;5. Iklim Sosial &lt;br /&gt;Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai belahan dunia. &lt;br /&gt;6. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan &lt;br /&gt;Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca, mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya. &lt;br /&gt;7. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif &lt;br /&gt;Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi. Contohnya adalah kewajiban membayar pesangon dio beberapa negara Amerika Selatan. &lt;br /&gt;8. Ada Legislasi Akuntansi tertentu &lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu pada FASB. &lt;br /&gt;9. Kecepatan Inovasi Bisnis &lt;br /&gt;Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan. &lt;br /&gt;10. Tahap pembangunan Ekonomi &lt;br /&gt;Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan adalah akuntansi kas sederhana. &lt;br /&gt;11. Pola pertumbuhan Ekonomi &lt;br /&gt;Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan. &lt;br /&gt;12. Status Pendidikan dan Organisasi Profesional &lt;br /&gt;Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi faktor-faktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh. &lt;br /&gt;Wolk &amp; Tearney, (1992; 578) menggagas, bahwa secara teoritis ada tiga model yang disodorkan untuk menyeragamkan pemahaman mengenai akuntansi internasional, yaitu : &lt;br /&gt;1. Absolute uniformity &lt;br /&gt;2. Circumstantial uniformity &lt;br /&gt;3. Purposive uniformity &lt;br /&gt;Absolute uniformity, berarti satu set standar akuntansi yang baik dalam satu format pelaporan keuangan akan berlaku di seluruh komunitas ekonomi internasional tanpa membeda-bedakan keadaan ekonomi dan kebutuhan pemakai. Circumstantial uniformity, berdasarkan basis transnasional yang mengijinkan perbedaan metode akuntansi yang digunakan dimana keberadaan akuntansi ditunjukan. Sedangkan Purposive uniformity, akan mempertimbangkan kedua keadaan perbedaan yang mendasarinya seperti halnya kebutuhan pemakai yang berbeda dan manfaatnya. &lt;br /&gt;Aktivitas-Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi &lt;br /&gt;Pengembangan akuntansi internasional dibantu secara ekstensif oleh sejumlah bdan pemerintah, asosiasi akuntansi professional, dan institusi. Aktivitas pendukung di luar pergerakan standar internasional secara umum diklasifikasikan sebagai berikut : &lt;br /&gt;1. Organisasi-organisasi regional &lt;br /&gt;Organisasi regional telah terbentuk mulai dari pantai pasifik hingga Afrika Barat. Organisasi-organisasi ini berlaku sebagai penyangga antara kepentingan-kepentingan nasional yang kaku dengan kepentingan-kepentingan internasional yang luas. Organisasi regional ini merupakan kelompok-kelompok akuntan professional yang bervariasi dalam jumlah dan efektifitasnya. &lt;br /&gt;2. Institusi-institusi &lt;br /&gt;Institusi-institusi yang mendukung akuntansi internasional meliputi parlemen-parlemen dan universitas-universitas di seluruh dunia, serta eksekutif-eksekutif keuangan dan analis-analis keuangan. Dukungan yang datang dari institusi pendukung tersebut justru lebih kuat dari organisasi-organisasi regional. &lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://agusw77.files.wordpress.com/2009/06/perkembangan-akuntansi-internasional4.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1165031469754677906?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1165031469754677906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1165031469754677906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1165031469754677906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-akuntansi-internasional.html' title='Perkembangan Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8157223765814656585</id><published>2011-04-07T08:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T08:38:38.803-07:00</updated><title type='text'>Akuntansi Internasional</title><content type='html'>Akuntansi memainkan peranan yang sangat penting bagi dunia ekonomi, dimana tujuannya adalah sebagai media informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan seperti investor atau manajemen perusahaan itu sendiri sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Dalam dunia usaha akuntansi merupakan alat informasi dimana akuntansi memberikan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Dalam konteks yang lebih luas, akuntansi internasional memiliki peranan yang dpat dikatakan hamper serupa, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas Negara. 0proses akuntansinya pun tidaklah berbeda dan dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional. Namun untuk diketahui, dimensi internasional di sini berbeda untuk tiap-tiap Negara dimana perbedaan itu meliputi budaya, praktik bisnis, struktur politik, sistem hokum dll. Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas diantaranya:&lt;br /&gt;1. Pengukuran&lt;br /&gt;Memberikan masukan mendalam mengenai probabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangan.&lt;br /&gt;2. Pengungkan&lt;br /&gt;Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dan digunakan dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;3. Auditing&lt;br /&gt;Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDUT PANDANG DAN SEJARAH AKUNTANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan di italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan ini dianggap sebagai cikal bakal lahirnya akuntansi. Orang pertama yang mengenalkan akuntansi adalah Luca Pacioli dimana dia mempublikasikan prinsipprinsip akuntansi pada bukunya yang berjudul Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDUT PANDANG KONTEMPORER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sejumlah faktor tambahan yang menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan signifikan dan terus-menurus hambatan perdagangan pengendalian modal secara nasional yang terjadi sesering kemajuan teknologi informasi. Pengendalian nasional terhadap arus valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi terkait, telah diliberalisasikan secara dramatis beberapa tahun terakhir, sehingga hambatan bisnis internasional dapat ditekan. Kemaujuan teknologi informasi menyebabkan perubahan radikal  dalam kegiatan ekonomi baik dalam kegiatan produksi maupun distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis internasional saat ini semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negri dengan membentuk fasilitas yang dimiliki seutuhnya. Operasi yang lilakukan diluar negri membuat manajer keuangan dan seorang akuntan memiliki resiko barupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan masih berada dalam satu wilayah perusahaan.&lt;br /&gt;Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu Negara lain karena prinsi-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh social ekonomi yan gberbeda. Selain itu terdapat juga perbedaan kurs nilai mata uang yang digunakan dalam pelaporan. Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh apa saja yang mempengaruhi pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional, memahami perubahan yang terjadi misalnya nilai tukar atau inflasi merupakan hal yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETISI GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang yang menyebabkan pentingnya kauntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan, suatu tindakan untuk membandingkan kenrja suatu pihak suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merger murakan istilah untuk sinergi operasi atau sekala ekonomi akuntansi yang memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini merupakan angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perhatian utama perusahaan yang akan melakukan akuisisi adalah ketika sedang memberikan tawaran atas target asin adalah sejauh apa faktor earning yang dapat dihasilkan bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INOVASI KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen resiko telah menjadi istilah begitu popular dalam lingkungan perusahaan. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, vollatilitas dalam harga komunitas, valuta asing kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa pada saat ini. Berdasarkan kondisi keuangan saat ini manajer keuangan perlu menyadari  resiko yang mereka hadapi, memutuskan resiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil dari strategi yang diterapkan atau dijalankan. Meskipun kemajuan teknologi memungkinakan pergeseran resiko keuangan ke pihak lain, tetapi beban untuk mengukur resiko antar pihak dapat dialihkan dan sekarang berada di pihak sekelompok besar pelaku pasar yang ada di Negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNASIONALISME PASAR MODAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang turut menyumbangkan perhatian lebih terhadapa akuntansi internasional adalah dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regular, pembuat standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal di seluruh dunia. Pasar modal dunia melaporkan bahwa perusahaan domestic  mencatatkan sahamnya menignkat di beberapa pasar modal dan menurun di beberapa pasar lainnya selama masa-masa decade sekarang ini yang diantaranya disebabkan oleh merger dan akuisis yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham yang dilakukan beberapa perushaan terkait.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8157223765814656585?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8157223765814656585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8157223765814656585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8157223765814656585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/akuntansi-internasional.html' title='Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4244661142349350401</id><published>2011-04-07T07:17:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T07:19:15.249-07:00</updated><title type='text'>PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL</title><content type='html'>Dalam berkembangnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang pmembpengaruhi perkembangan akuntansi dalam konteks global, para ahli ada yang berpendapat bahwa secara sistematis terdapat perbedaan pola perilaku akuntansi yang diterapkan di berbagai Negara. Hal ini dapat dilketahui dengan mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan system akuntansi pada suatu Negara. Esensinya adalah bahwa klasifikasi akuntansi dan system pelaporan yang dipengaruhi seperti oleh masalah ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;Pemahaman dengan baik sistem akuntansi dalam suatu Negara adalah dengan mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Perbedaan dan kesamaan yang terlihat dapat di jelaskan dengan faktor-faktor tersebut. Akuntansi biasanya berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya, ini terjadi Karen akuntansi itu sendiri bereaksi terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;Perkembangan akuntansi, deawasa ini mendorong setiap perusahaan modern untuk melakukan auditing secara periodic. Agar dapat mengikuti perhatian masyarakat terhadap lingkungan yang makin meningkat dan perhatian terhadap integritas perusahaan, akuntan telah menemukan cara untuk mengukur dan melaporkankewajiban pemulihan kondisi lingkungan dan pengungkapan.&lt;br /&gt;Untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda maka dibuatlah klasifikasi. Kalsifikasi dapat membantu pengambilan keputusan untuk menilai prospek dan problem dalam masalah harmonisasi internasional. Tujuan pengklasifikasian adalah:&lt;br /&gt;1. Dapat membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem memiliki kesamaan dan perbedaan.&lt;br /&gt;2. Bentuk-bentuk perkembangan sistem akuntansi suatu Negara dengan Negara lain serta kemungkinannya untuk berubah.&lt;br /&gt;3. Alas an mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khsusnya dan hal ini mengungkapkan streuktur dasar di mana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan mengetahui perbedaan dan persamaannya makan pemahaman terhadap sistem akuntansi akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah faktor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan bunia akuntansi:&lt;br /&gt;1. Sumber pendanaan&lt;br /&gt;Amerika dan Inggris yang memiliki kekuatan perdagangan yang cukup kuat memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.&lt;br /&gt;2. Sistem hokum&lt;br /&gt;Di duni abarat memiliki dua orientasi dasar, hokum kode (sipil) dan hokum (kasus).&lt;br /&gt;3. Perpajakan&lt;br /&gt;Peraturan pajak secara efektif dapat menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun dikalim untuk keperluan perpajakan.&lt;br /&gt;4. Ikatan politik dan ekonomi&lt;br /&gt;Beberapa Negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dianut Negara maju, namun hal tersebut ada yang Karen paksaan namun ada jug yang karena pilihan sendiri.&lt;br /&gt;5. Inflasi&lt;br /&gt;Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.&lt;br /&gt;6. Tingkat perkembangan ekonomi&lt;br /&gt;Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.&lt;br /&gt;7. Tingkat pendidikan&lt;br /&gt;Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit mumbutuhkan tenaga ahli dalam penerapannya, kalau tidak maka kemungkinan besar bisa disalahgunakan.&lt;br /&gt;8. Budaya&lt;br /&gt;Budaya sendiri berpengaruh terhadap perilaku masing-masing individu dalam mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara yang nantinya akan secara tidak alangsung akan berpengaruh terhadap akuntansinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara yaitu: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan prektik akuntansi seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi&lt;br /&gt;Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pada pertengahan tahun 1960-an, dimana diidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di Negara-negara barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar:&lt;br /&gt;1. Berdasarkan pendekatan makro ekonomi&lt;br /&gt;Berdasarkan pendekatan ini praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makro ekonomi nasional.&lt;br /&gt;2. Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi&lt;br /&gt;Pada pendekatan ini akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikro ekonomi yang fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup dengan mempertahankan modal fisik yang dimiliki.&lt;br /&gt;3. Berdasarkan pendekatan independen&lt;br /&gt;Pada pendekatan ini akuntansi berasal dari prektik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan.&lt;br /&gt;4. Berdasarkan pendekatan yang seragam&lt;br /&gt;Pada pendekatan ini akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrative oleh pemerintah pusat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4244661142349350401?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4244661142349350401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4244661142349350401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4244661142349350401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html' title='PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8544504745846107015</id><published>2011-04-06T06:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T06:46:56.661-07:00</updated><title type='text'>Computer Assisted Manufacturing.</title><content type='html'>Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Computer-aided manufaktur (CAM) adalah penggunaan perangkat lunak komputer untuk mengendalikan peralatan mesin dan mesin terkait dalam pembuatan benda kerja. Ini bukan definisi hanya untuk CAM, tetapi yang paling umum; CAM juga dapat merujuk kepada penggunaan komputer untuk membantu dalam seluruh operasi sebuah pabrik, termasuk perencanaan, manajemen transportasi, dan penyimpanan. Tujuan utamanya adalah untuk. membuat proses produksi lebih cepat dan komponen dan perkakas dengan dimensi yang lebih tepat dan konsistensi material, yang dalam beberapa kasus, hanya menggunakan jumlah yang diperlukan bahan baku (dengan demikian meminimalkan limbah), sementara secara bersamaan mengurangi konsumsi energi.&lt;br /&gt;CAM merupakan proses dibantu komputer berikutnya setelah komputer-aided design (CAD) dan kadang-kadang teknik komputer-dibantu (CAE), sebagai model yang dihasilkan dalam CAD dan diperiksa CAE dapat menjadi masukan ke dalam perangkat lunak CAM, yang kemudian mengontrol alat mesin.&lt;br /&gt;CAM atau pemanufakturan berbantuan computer merupakan seperangkat teknologi yang menggunakan computer untuk perencanaan, pengimplementasian, dan pengendalian produksi melalui pemanfaatan kapasitas dan sumber pemanufakturan. CAM merupakan payung yang melindungi berbagai proses pemanufakturan berbasis computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisar&lt;br /&gt;Secara tradisional, CAM telah dianggap sebagai kontrol numerik (NC) pemrograman alat, dimana dua dimensi (2-D) atau tiga-dimensi (3-D) dan model komponen yang dihasilkan dalam perangkat lunak CAD yang digunakan untuk menghasilkan G-kode untuk drive komputer dikontrol secara numerik (CNC) mesin perkakas. Desain sederhana seperti lingkaran baut atau kontur dasar tidak memerlukan mengimpor file CAD.&lt;br /&gt;Seperti halnya lain “Computer-Aided” teknologi, CAM tidak menghilangkan kebutuhan bagi para profesional terampil seperti insinyur manufaktur, programer NC, atau teknisi. CAM, pada kenyataannya, memanfaatkan baik nilai profesional manufaktur paling terampil melalui alat produktivitas canggih, sambil membangun keterampilan profesional baru melalui visualisasi, simulasi dan alat optimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;Aplikasi komersial pertama CAM berada di perusahaan besar dalam industri otomotif dan dirgantara misalnya UNISURF pada tahun 1971 di Renault untuk desain mobil tubuh dan perkakas.&lt;br /&gt;Secara historis, CAM software dipandang memiliki beberapa kekurangan yang memerlukan tingkat keterlibatan yang terlalu tinggi oleh teknisi CNC terampil. Bera menciptakan software CAM pertama, tetapi ini memiliki kelemahan yang parah dan langsung dibawa kembali ke dalam tahap pengembangan [rujukan?] CAM kode software output akan untuk mesin yang mampu paling tidak, karena setiap kontrol alat mesin ditambahkan pada set G-kode standar. untuk meningkatkan fleksibilitas. Dalam beberapa kasus, seperti benar mengatur CAM software atau alat tertentu, mesin CNC diperlukan pengeditan manual sebelum program akan berjalan dengan baik. Tak satu pun dari masalah ini sangat dapat diatasi bahwa seorang insinyur bijaksana atau operator mesin terampil tidak bisa diatasi untuk prototipe atau produksi kecil berjalan; G-Code adalah bahasa sederhana. Dalam produksi tinggi atau toko presisi tinggi, yang berbeda dari kendala yang muncul di mana masinis CNC berpengalaman harus kedua program tangan-kode dan menjalankan software CAM.&lt;br /&gt;Integrasi CAD dengan komponen lain dari CAD / CAM / CAE Produk manajemen siklus hidup (PLM) lingkungan membutuhkan pertukaran data CAD yang efektif. Biasanya sudah perlu memaksa operator CAD untuk mengekspor data dalam salah satu format data umum, seperti IGES atau STL, yang didukung oleh berbagai perangkat lunak. Output dari perangkat lunak CAM biasanya adalah file teks sederhana G-kode, kadang-kadang ribuan perintah yang panjang, yang kemudian ditransfer ke mesin perkakas dengan menggunakan kontrol numerik langsung (DNC) program.&lt;br /&gt;paket CAM tidak bisa, dan masih tidak bisa, alasan sebagai teknisi bisa. Mereka tidak bisa toolpaths mengoptimalkan sejauh diperlukan produksi massal. Pengguna akan memilih jenis alat, proses pemesinan dan jalur yang akan digunakan. Sementara seorang insinyur mungkin memiliki pengetahuan tentang pemrograman g-kode, optimasi kecil dan memakai senyawa masalah dari waktu ke waktu. Diproduksi secara massal item yang membutuhkan mesin sering awalnya diciptakan melalui casting atau beberapa metode non-mesin lainnya. Ini memungkinkan tulisan tangan, pendek, dan sangat dioptimalkan g-kode yang tidak dapat dihasilkan dalam satu paket CAM.&lt;br /&gt;Setidaknya di Amerika Serikat, ada kekurangan muda, teknisi terampil memasuki angkatan kerja dapat tampil di ekstrem manufaktur; presisi tinggi dan produksi massal [rujukan?]. Sebagai perangkat lunak CAM dan mesin menjadi lebih rumit, keterampilan yang dibutuhkan dari masinis atau uang muka mesin operator untuk mendekati bahwa seorang programmer komputer dan insinyur daripada menghilangkan masinis CNC dari angkatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khas bidang yang menjadi perhatian:&lt;br /&gt;• High Speed Machining, termasuk perampingan jalur alat&lt;br /&gt;• Multi-fungsi Machining&lt;br /&gt;• 5 Axis Machining&lt;br /&gt;• Fitur pengakuan dan permesinan&lt;br /&gt;• Otomasi Machining proses&lt;br /&gt;• Kemudahan Penggunaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi kekurangan sejarah&lt;br /&gt;Seiring waktu, kekurangan sejarah CAM sedang dilemahkan, baik oleh penyedia solusi niche dan penyedia solusi high-end. Hal ini terjadi terutama dalam tiga arena:&lt;br /&gt;1. Kemudahan penggunaan&lt;br /&gt;2. Manufaktur kompleksitas&lt;br /&gt;3. Integrasi dengan PLM dan perusahaan yang diperluas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan dalam penggunaan&lt;br /&gt;Bagi pengguna yang baru saja dimulai sebagai pengguna CAM, out-of-the-box kemampuan menyediakan Proses Wizards, template, perpustakaan, kit alat mesin, mesin otomatis berdasarkan fitur dan fungsi pekerjaan spesifik antarmuka pengguna tailorable membangun kepercayaan pengguna dan kecepatan kurva belajar.&lt;br /&gt;Pengguna keyakinan lebih jauh dibangun di visualisasi 3D melalui integrasi yang lebih dekat dengan lingkungan CAD 3D, termasuk kesalahan-menghindari simulasi dan optimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manufaktur kompleksitas&lt;br /&gt;Lingkungan manufaktur semakin kompleks. Kebutuhan untuk CAM dan alat PLM oleh insinyur manufaktur, programmer NC atau masinis mirip dengan perlunya bantuan komputer dengan sistem pilot pesawat modern. Mesin modern tidak dapat benar digunakan tanpa bantuan ini.&lt;br /&gt;sistem CAM hari ini mendukung berbagai macam peralatan mesin termasuk: mengubah, 5 mesin EDM sumbu dan kawat. Hari CAM pengguna dapat dengan mudah menghasilkan jalan alat efisien, optimal alat tilt axis untuk tingkat umpan yang lebih tinggi dan dioptimalkan Z sumbu kedalaman pemotongan serta mendorong operasi non-sektor seperti spesifikasi menyelidik gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi dengan PLM dan perusahaan yang diperluas&lt;br /&gt;Hari ini kompetitif perusahaan dan sukses telah menggunakan PLM untuk mengintegrasikan dengan operasi perusahaan manufaktur dari konsep melalui dukungan bidang produk jadi.&lt;br /&gt;Untuk memastikan kemudahan penggunaan sesuai dengan tujuan pengguna, modern CAM solusi yang terukur dari sistem CAM yang berdiri sendiri untuk satu set 3D solusi terintegrasi penuh multi-CAD-. Solusi ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan yang lengkap personel manufaktur termasuk perencanaan bagian, dokumentasi toko, manajemen sumber daya dan manajemen data dan pertukaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Machining&lt;br /&gt;Kebanyakan mesin berlangsung melalui empat tahap, masing-masing yang dilaksanakan oleh berbagai strategi dasar dan canggih, tergantung pada material dan perangkat lunak yang tersedia. Tiga tahapan itu adalah:&lt;br /&gt;a. Hidup seadanya&lt;br /&gt;Proses ini dimulai dengan saham mentah, yang dikenal sebagai billet, dan luka sangat kasar untuk membentuk model akhir. Di penggilingan, hasilnya sering memberikan tampilan teras, karena strategi telah mengambil keuntungan dari kemampuan untuk memotong model horizontal. strategi yang umum adalah zig-zag kliring, kliring offset, hidup seadanya terjun, istirahat-hidup seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Semi-finishing&lt;br /&gt;Proses ini dimulai dengan bagian mengasarinya yang tidak merata mendekati model dan memotong ke dalam jarak offset tetap dari model. Lewat semi-finishing harus meninggalkan sejumlah kecil bahan sehingga alat ini dapat memotong akurat sambil menyelesaikan, tetapi tidak begitu kecil bahwa alat dan bahan menangkis bukan geser. strategi umum adalah raster berlalu, melewati permukaan air, konstan langkah-over berlalu, penggilingan pensil.&lt;br /&gt;c. Finishing&lt;br /&gt;Finishing melibatkan lulus lambat seluruh materi dalam langkah-langkah yang sangat halus untuk menghasilkan bagian selesai. Dalam menyelesaikan, langkah antara satu lulus dan lain minimal. Feed tingkat rendah dan kecepatan spindle dibangkitkan untuk menghasilkan permukaan yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contour penggilingan&lt;br /&gt;Dalam penggilingan aplikasi pada perangkat keras dengan lima atau lebih sumbu, proses finishing terpisah yang disebut contouring dapat dilakukan. Alih-alih mengundurkan diri secara bertahap halus untuk mendekati permukaan, benda kerja diputar untuk membuat permukaan pemotongan alat bersinggungan dengan fitur bagian yang ideal. Hal ini menghasilkan permukaan akhir yang sangat baik dengan akurasi dimensi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Lihat juga: Daftar perusahaan CAM dan: Kategori: perangkat lunak manufaktur Computer-aided&lt;br /&gt;10 produk perangkat lunak terbesar CAM dan perusahaan, dengan pembayaran pengguna akhir pada tahun 2008 [8] adalah, diurutkan sesuai abjad:&lt;br /&gt;• CATIA dari Dassault Systèmes&lt;br /&gt;• Cimatron dari kelompok Cimatron&lt;br /&gt;• Edgecam dari Planit, sebelumnya Pathtrace&lt;br /&gt;• Mastercam dari CNC Software&lt;br /&gt;• NX dari Siemens PLM Software&lt;br /&gt;• Powermill dari Delcam&lt;br /&gt;• Pro / E dari PTC&lt;br /&gt;• Space-E/CAM dari NDE&lt;br /&gt;• Tebis dari Tebis AG&lt;br /&gt;• WorkNC dari Sescoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk CAM lain dan perusahaan Alphacam, BobCAD, CAMWorks, Dolphin, ESPRIT, GCAM, GIBcam, GibbsCAM, GoElan, MazaCAM, MetaCAM, OneCNC, SolidCAM, SprutCAM, SUM3D, SURFCAM, T-FLEX, TopSolid, VisualMILL, dan VoluMill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://faqiniez.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8544504745846107015?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8544504745846107015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/computer-assisted-manufacturing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8544504745846107015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8544504745846107015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/computer-assisted-manufacturing.html' title='Computer Assisted Manufacturing.'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-128683751595267269</id><published>2011-04-06T06:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T06:41:21.891-07:00</updated><title type='text'>Tentang Translasi Mata Uang</title><content type='html'>Akuntansi bagi translasi valuta asing tidak diragukan lagi merupakan salah satu isu teknis yang paling kontroversial yang dihadapi oleh perusahaan- perusahaan multinasional yang merasa perlu menyiapkan laporan keuangan konsolidasi menyangkut hasil-hasil operasi domestik maupun dari luar negeri. Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan translasi valuta berasal dari fakta bahwa kurs-kurs valuta asing yang digunakan dalam proses translasi jarang konstan. Konsekuensinya, hasil operasi dapat bervariasi, seringkali dengan sangat menyolok, akibat adanya perbedaan dalam kurs-kurs translasi yang dipakai dan disposisi akuntansi dari efek-efek keuangan yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebagian besar isu teknis dalam akuntansi cenderung terpecahkan dengan sendirinya sejalan dengan berlalunya waktu, translasi valuta asing terrnyata merupakan suatu pengecualian. Bahwa tren ini akan terus berlanjut didukung oleh perkembangan-perkembangan seperti runtuhnya dominasi mata uang dolar, pergerakan nilai mata uang yang disetujui oleh pemerintah, dan globalisasi pasar-pasar modal dunia, yang telah meningkatkan pentingnya pelaporan dan pengungkapan keuangan. Perkembangan-perkembanganseperti ini telah berperan besar meningkatkan ketertarikan eksekutif-­eksekutif keuangan, akuntan, dan komunitas keuangan pada pentingnya dan konsekuensi-konsekuensi ekonomi dari translasi valuta asing. Mari kita lihat hakekat dan perkembangan dari teki-teki akuntansi intemasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single Rate Method&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pendekatan translasi ini, laporan keuangan operasi luar negeri, yang dianggap oleh perusahaan induk sebagai entitas yang otonom, memiliki domisili pelaporan mereka sendiri. Ini adalah lingkungan akuntansi lokal tempat dimana perusahaan afiliasi asing tersebut mentraksaksikan urusan bisnisnya. Untuk mempertahankan “rasa” lokal dari laporan valuta, suatu cara harus ditemukan agar translasi bisa dilaksanakan dengan distorsi yang minimal. Cara yang paling baik adalah penggunaan metode kurs berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua laporan keuangan valuta asing sebenarnya dikalikan dengan suatu konstansta, metode translasi ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan asli (misalnya. rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi. Hanya bentuk perkiraan-perkiraan luar negeri, bukan hakekatnya, yang berubah dalam metode kurs berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun menarik dan sederhana secara konseptual, metode kurs berlaku dipersalahkan oleh sebagian orang karena merusak tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi, yaitu karena menyajikan, untuk keuntungan pemegang saham perusahaan induk, hasil-hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya dari perspektif valuta tunggal yaitu. mempertahankan valuta pelaporan perusahaan induk sebagai unit pengukuran. Dalam metode kurs berlaku, hasil-hasil konsolidasi akan mencerminkan perspekfif-perspektif valuta dari masing-masing negara tempat dimana perusahaan-perusahaan anak berada. Misalnya, jika sebuah aktiva dip=roleh sebuah perusahaan anak di luar negeri seharga VA 1,000 ketika kursnya adalah VA 1=$1, maka biaya historisnya dari perspektif dolar adalah $1.000; dari perspektif valuta lokal juga $1,000. Jika kurs berubah menjadi VA 5 = $1, biaya historis aset tersebut dari perspektif dolar (translas’ biaya historis) tetap $1,000. Jika valuta lokal tetap dipertahankan sebagai unit pengukuran, nifai aset akan diekspresikan sebesar $200 (translasi kurs berlaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode kurs berlaku juga dipersalahkan karena mengasumsikan bahwa semua aktiva-valuta lokal dipengaruhi oleh risiko nilai tukar (yaitu, mengasumsikan bahwa fluktuasi valuta domestik yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi berjalan, merupakan indikator perubahan nilai intrinsik aktiva-aktiva tersebut). Hat ini jarang benar karena nilai persediaan dan aktiva-aktiva tetap di luar negeri umumnya didukung oleh inflasi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multiple Rate Methods&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode-metode kurs berganda mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. 3 metode semacam itu akan dibahas berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode berlaku-historis. Berdasarkan pendekatan berlaku-historis, yang populer di AS dan ditempat-tempat lain sebelum tahun 1976, aktiva lancar dan kewajiban lancar sebuah perusahaan anak di luar negeri ditranslasikan kedalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan menggunakan kurs berlaku. Aktiva dan kewajiban non-lancar ditranslasikan dengan kurs historis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Item-item laporan laba-rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi, ditranslasikan dengan kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yang akan dilaporkan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan dengan memakai kurs historis yang berlaku pada saat aset yang bersangkutan diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi ini, sayangnya, memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, metode ini kurang memilik justifikasi konseptual. Definisi-definisi yang ada mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan non-lancar tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses transiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode moneter-nonmoneter. Seperti halnya metode berlaku-historis, metode moniter-nonmoneter memakai pola klasifikasi neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena item-item moneter diselesaikan dalam kas; pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan item-item valuta asing menghasilkan valuta domestik ekivalen yang mencerminkan nilai realisasi atau nilai penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Temporal Menurut pendekatan temporal, translasi valuta merupakan suatu proses konversi pengukuran (yaitu, penyajian ulang nilai tertentu). Karena itu, metode ini tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur; metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Translasi saldo valuta asing, misalnya, hanya mengubah (restate) denominasi persediaan. tidak penilaian aktualnya. Dalam GAAP AS, aktiva kas diukur berdasarkan jumiah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar pada saat jatuh tempo. Kewajiban dan aktiva lain diukur pada harga yang berlaku ketika item¬item tersebut diperoleh atau terjadi (harga historis). Meskipun begitu, beberapa diantaranya diukur berdasarkan harga yang berlaku pada tanggal laporan keuangan (harga berjalan), seperti persediaan dibawah aturan biaya atau pasar. Pendek kata, ada dimensi waktu yang berkaitan dengan nilai-nilai uang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lorensen, cara terbaik untuk mempertahankan basis-basis akuntansi yang digunakan untuk mengukur item-item valuta asing adalah dengan mentranslasikan jumlah uang luar negerinya dengan kurs yang berlaku pada tanggal pengukuran uang luar negeri berlangsung. Prinsip temporal dengan demikian menyatakan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang, piutang, dan hutang yang diukur pada jumlah yang dijanjikan seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Aktiva dan kewajiban yang diukur pada harga uang seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal yang berkenaan dengan harga uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dan Kerugian Translasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan-perlakuan akuntansi menyebabkan penyesuaian-penyesuaian intemasional ini sama beragamnya dengan prosedur-prosedur translasi yang melatarbelakanginya. Karenanya, solusi-solusi yang masuk akal atas masalah bagaimana memperlakukan “keuntungan atau kerugian” translasi ini sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan atas akuntansi bagi penyesuaian translasi dimulai dari pendekatan deferral (penundaan) hingga pendekatan yang tidak mengharuskan penundaan sama sekali, dengan perlakuan-perlakuan hibrida diantara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayor deferal.Memasukkan penyesuaian-penyesuaian translasi dalam laba berjalan secara umum umum ditentang dengan alasan bahwa penyesuaian-penyesuaian tersebut hanyalah produk dari proses penyajian ulang. Yaitu, perubahan-perubahan dalam valuta domestik ekivalen dari aktiva bersih perusahaan anak di luar negeri “belum terealisasi”, tidak memiliki efek atas arus kas valuta lokal yang ditimbulkan oleh entitas di luar negeri yang mungkin sedang melakukan investasi ulang atau membayar kembali kepada perusahaan induk. Memasukkan penyesuaian-penyesuaian semacam itu dalam laba berjalan, dengan demikian, akan menyesatkan. Dalam situasi-situasi ini, penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, pendekatan deferral, mungkin ditentang dengan alasan bahwa nilai tukar tidak kembali ke keadaan semula dengan sendirinya. Bahkan jika hal itu terjadi, penyesuaian-penyesuaiati deferral atau transaksi akan didasari pada prediksi nilai tukar, upaya yang paling susah dalam praktik. Situasi-situasi bisa timbul dimana hasil-hasil operasi mengalami salah saji hanya karena kesalahan peramalan. Bagi beberapa pihak, penundaan kerugian atau keuntungan translasi menutupi perilaku perubahan nilai tukar; yaitu, perubahan-perubahan kurs merupakan fakta historis dan pemakai-pemalcai laporan keuanganakan terlayani dengan baik jika dampak-dampak fluktuasi nilai tukar dicatat ketika dampak-dampak ini muncul. Menurut FAS No. 8(paragraf 199), “Kurs selalu berfluktuasi; akuntansi seharusnya tidak memberi kesan bahwa kurs tersebut stabil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deferral dan Amortisasi. Beberapa pengamat menyukai penundaan keuntungan dan kerugian translasi dan mengamortisasikan penyesuaian-penyesuaian ini selama usia item-item neraca yang bersangkutan. Apresiasi marka terhadap dolar antar tanggal konsolidasi menghasilkan kerugian translasi. Berdasarkan asumsi bahwa biaya dari aset termasuk pengorbanan yang diperlukan untuk mengurangi dan menghapus kewajiban yang terkait, kerugian translasi akan diperlakukan sebagai bagian dari biaya aset yang bersangkutan dan diamortisasikan menjadi beban selama usia produktif aset Tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No deferral. Pilihan ketiga dalam akuntansi bagi keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian atau keuntungan tersebut dalam laporan laba-rugi secepatnya. Penundaaan macam apapun dianggap semu dan menyesatkan. Selain itu, kriteria-kriteria penundaan dianggap tidak mungkin diimplementasikan dan secara internal tidak konsisten. Jadi, pendekatan tradisionalnya adalah mengakui kerugian dengan segera tetapi hanya mengakui keuntungan sejauh keuntungan tersebut telah terealisasi. Walaupun bersifat konservatif, penundaan keuntungan translasi semata-mata dilakukan karena keuntungan “menolak” bahwa perubahan kurs telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba berjalan, sayangnya, berarti melibatkan elemen random dalam laba yang bisa mengakibatkan gejolak laba yang signifikan setiap kali nilai tukar berubah. Selain itu, memasukkan keuntungan dan kerugian “di atas kertas” semacam itu ke dalam laba yang dilaporkan bisa menyesatkan pembaca laporan keuangan, karena penyesuian-penyesuaian ini tidak selalu menyediakan informasi yang cocok dengan dampak ekonomi yang diharapkan dari perubahan kurs atas arus kas perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba rugi atas transaksi multi kurs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Konversi Mata Uang Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat pendekatan dasar yang relevan untuk menjabarkan laporan keuangan dalam mata uang asing ke dalam mata uang domistik (Rupiah) atau sebaliknya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lancar-Tak lancar (current-non current)&lt;br /&gt;Menjabarkan akun-akun lancar (Current Account) pada kurs sekarang, serta akun-akun tidak lancar (non-current account) pada kurs historis (historical currency).&lt;br /&gt;Dalam metode ini, Aktiva tetap, Modal dan Laba Ditahan (Retained Earning) dijabarkan dengan menggunakan kurs historis atau kurs pada tanggal transaksinya. Sedangkan Kas, Piutang, dan Persediaan dijabarkan atau dijabarkan dengan menggunakan kurs pada saat laporan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Moneter-Non moneter&lt;br /&gt;Mengkonversikan aktiva dan kewajiban MONETER pada KURS SEKARANG (current exchange rate), sedangkan aktiva dan kewajiban NON-MONETER diubah dengan menggunakan KURS HISTORIS (historical exchange rate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Temporal&lt;br /&gt;Mengkonversikan Aktiva dan kewajiban yang dinilai pada HARGA MASA LALU (historical value), SEKARANG (current value) dan MASA DEPAN (future value) sedemiakian rupa sehingga mereka bisa dinilai dengan prinsip akuntansi yang sama.&lt;br /&gt;Misal : Kas, utang dan piutang, aktiva dan kewajiban yang dinilai pada harga masa lalu dijabarkan kedalam kurs historis. And… vice versa…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Kurs Sekarang&lt;br /&gt;Menjabarkan seluruh aktiva dan kewajiban pada kurs sekarang. Semua account dikonversikan dengan menggunakan rate pada saat laporan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan PSAK No. 10 (Transaksi mata uang asing selain kontrak berjangka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk transaksi mata uang asing selain kontrak berjangka maka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Pada tanggal transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, penerimaan, pengeluaran, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi tersebut harus dinail dan dicatat dalam mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.&lt;br /&gt;2). Pada setiap tanggal neraca, saldo yang tercatat dalam mata uang selain mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs sekarang.&lt;br /&gt;3). Post aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila terdapat dalam menentukan kurs tanggal neraca, maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia.&lt;br /&gt;4). Post non moneter tidak boleh dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi tetap harus dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi.&lt;br /&gt;5). Post non moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang asing harus dilporkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-model Penggunaan Multi Kurs, Alur dan Laba-Ruginya.&lt;br /&gt;Ada banyak varian modelnya, akan tetapi pada dasarnya hanya ada 4 model varian yang significantly berbeda :&lt;br /&gt;Model-1&lt;br /&gt;Seluruh atau sebagian uang masuknya dalam mata uang asing , sedangkan segala pengeluaran mempergunakan mata uang lokal (Rupiah) murni. Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangannya (yang biasa disebut FIS = Financial Information System) menggunakan mata uang lokal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang menggunakan model ini biasanya typically perusahaan-perusahaan lokal yang beroreintasi export atau perusahaan lokal yang pasarnya berada di luar negeri dan revenue diperoleh dalam mata uang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus perubahan mata uangnya (e.i : mata uang asingnya adalah USD) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revenue (USD) masuk ke rekening USD –&gt;&gt; di transfer ke rekening IDR (dengan konversi pada nilai tukar tertentu) –&gt;&gt; dari rekening IDR di tarik dalam bentuk cash (pindah ke petty cash untuk kemudian dikeluarkan) atau dalam bentuk check atau di transfer ke rekening vendor dalam bentuk rupiah juga à dicatat ke dalam FIS dalam mata uang Rupiah juga (tidak mengalami perubahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk singkatnya : USD –&gt;&gt; IDR (satu kali konversi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan laba-rugi atas Kurs (Currency Gain/Lost) hanya timbul apabila terjadi penjualan kredit dan menerapkan accrual bases accounting.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;Dikirimkan barang dagangan dengan nilai invoice USD 10.00, rate pada saat itu 1 USD = Rp 9000,-&lt;br /&gt;–&gt;&gt; Dicatat :&lt;br /&gt;[Debit] : Piutang Dagang = Rp 90,000,-&lt;br /&gt;[Credit] : Penjualan = Rp 90,000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulankemudian pembayaran diterima sebesar USD 10.00, sedangkan rate pada saat itu 1 USD = Rp 9100,-&lt;br /&gt;–&gt;&gt; Dicatat :&lt;br /&gt;[Debit] : Kas = Rp 91,000,-&lt;br /&gt;[Credit] : Piutang = Rp 90,000,-&lt;br /&gt;[Credit] : Laba kurs = Rp 1,000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh atau sebagian uang masuknya dalam mata uang asing, sedangkan pengelurannya menggunakan mata uang campuran (misalnya : USD dan Rupiah), dicatat dalam bentuk mata uang lokal murni (Rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini bisa jadi dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang sama seperti pada model-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus Perubahan mata uangnya (Misalnya : mata uang asingnya adalah USD) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan (USD) masuk ke rekening USD –&gt;&gt; di transfer seluruhnya atau sebagian ke rekening IDR –&gt;&gt; pengeluaran (pembayaran) dalam bentuk IDR atau USD –&gt;&gt; pengeluaran di catat ke dalam pembukuan yang menggunakan mata uang IDR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk singkatnya : USD –&gt;&gt; IDR à USD –&gt;&gt; IDR (2 kali konversi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Kemungkinan laba-rugi atas Kurs (Currency Gain/Lost) disamping terjadi akibat penjualan kredit juga sangat mungkin terjadi pada saat dilakukan pembayaran kepada vendor yang menjual barangnya dengan nilai USD tetapi meminta pembayaran di transfer ke rekening IDR mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh atau sebagian uang masuknya menggunakan mata uang asing sedangkan segala pengeluaran menggunakan mata uang lokal (Rupiah) akan tetapi FIS –nya menggunakan mata uang asing (USD, EURO, DM, AUD, Yen, or else).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini biasanya diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang berbentuk representative (BUT) atau perusahaan-perusahaan yang memiliki parent company di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus perubahan mata uangnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana masuk ke rekening USD dalam bentuk USD tentunya –&gt;&gt; di transfer ke rekening IDR dengan mengkonversikan USD ke bentuk Rupiah (dengan rate tertentu) –&gt;&gt; ditarik cash atau diterbitkan check/BG Rupiah –&gt;&gt; disbursement à dicatat ke dalam FIS dalam bentuk USD dengan mengkonversikan nilai transaksi Rupiah ke USD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk singkatnya : USD –&gt;&gt; IDR –&gt;&gt; USD (mengalami 2 kali konversi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author’s view :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dana yang diterima oleh anak perusahaan hanya berupa pemindahan buku saja (semua penjualan diakui di perusahaan induk), maka sesunggunya tidak ada laba-rugi atas kurs yang timbul. Karena konversi dari USD ke Rupiah kemudian di konversikan lagi ke USD hanya untuk kebutuhan translasi saja, bukan transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba rugi hanya terjadi pada perusahaan induk. Itupun hanya pada pengakuan perolehan atas aktiva tetap (aktiva tak lancar lainnya) yang nilainya bisa jadi meningkat atau menurun akibat fluktuasi nili tukar mata uang yang terjadi antara mata uang (yang di keluarkan dalam bentuk rupiah) di negaranya anak perusahaan dengan mata uang Negaranya perusahaan induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh uang masuknya dalam mata uang lokal (Rupiah), tetapi dalam pengeluarannya sebagian besar menggunakan mata uang asing, dicatat ke pembukuan dalam mata uang lokal murni (Rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan importer, yang dalam kegiatan usahanya menggunakan barang dagangan yang diimport dari luar negeri untuk kemudian di jual di dalam negeri dalam mata uang Rupiah. Atau perusahaan-perusahaan manufaktur yang menggunakan bahan baku atau bahan penolong dalam jumlah (volume) yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus perubahan mata uangnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan masuk ke rekening IDR –&gt;&gt; ditransfer ke tekening USD dengan mengkonversikan IDR ke USD –&gt;&gt; dibayarkan ke vendor di luar negeri dalam mata uang USD –&gt;&gt; dicatat ke dalam mata uang Rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk singkatnya : IDR –&gt;&gt; USD –&gt;&gt; IDR (mengalami 2 kali konversi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi laba-rugi atas kurs sama persis seperti pada model-1, hanya saja di sini terjadi pada saat pengkuan atas pelunasan utang yang ditimbulkan oleh pembelian kredit. Hanya saja di model ini, Perusahaan akan memperoleh laba atas kurs pada saat Nilai Rupiah melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/05/27/translasi-valuta-asing/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/2007/11/laba-rugi-atas-transaksi-multi-kurs.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://faqiniez.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-128683751595267269?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/128683751595267269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/tentang-translasi-mata-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/128683751595267269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/128683751595267269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/04/tentang-translasi-mata-uang.html' title='Tentang Translasi Mata Uang'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-9016155129294652043</id><published>2011-03-22T09:37:00.001-07:00</published><updated>2011-03-22T09:37:47.087-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Akuntansi Internasional</title><content type='html'>Memasuki abad 21 ini, nasib suatu negara semakin ditentukan oleh kekuatan persaingan global. Dalam dunia seperti ini, keputusan-keputusan operasi, investasi dan pendanaan pembiayaan diwarnai oleh implikasi-implikasi internasional. Dengan banyaknya keputusan yang berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional sangat penting untuk memperolah interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis internasional. Dengan kata lain, saat ini akuntansi telah berkembang dalam tahap masa kedewasaannya menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. &lt;br /&gt;Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukkan bahwa akuntansi dalam masyarakat bisnis/internasional melakukan fungsi jasa. Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari masyarakat tempat dia beroperasi. Dengan demikian akuntansi harus berada tetap dalam kedudukannya yang berguna secara teknis dan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu &lt;br /&gt;(1) faktor lingkungan&lt;br /&gt;(2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi&lt;br /&gt;(3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari ”theorizing” ke “Conceptualizing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Akuntansi &lt;br /&gt;Telah banyak yang menyatakan bahwa akuntansi dipengaruhi oleh lingkungannya dan sebaliknya akuntansi juga mempengaruhi lingkungannya. Standar-standar akuntansi muncul ke permukaan setelah banyak akuntan mengalami tuntutan hukum, LIFO ditimbulkan oleh kondisi-kondisi inflasi, dan banyak pengungkapan-pengungkapan keuangan yang merupakan konsekuensi dari pasar modal publik. &lt;br /&gt;Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Sistem Hukum&lt;br /&gt;Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Politik&lt;br /&gt;Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan prktik-prakti akuntansi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sifat Kepemilikan Bisnis&lt;br /&gt;Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis &lt;br /&gt;Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik. &lt;br /&gt;5. Iklim Sosial &lt;br /&gt;Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai belahan dunia. &lt;br /&gt;6. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan &lt;br /&gt;Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca, mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya. &lt;br /&gt;7. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif &lt;br /&gt;Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi. Contohnya adalah kewajiban membayar pesangon dio beberapa negara Amerika Selatan. &lt;br /&gt;8. Ada Legislasi Akuntansi tertentu &lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu pada FASB. &lt;br /&gt;9. Kecepatan Inovasi Bisnis &lt;br /&gt;Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan. &lt;br /&gt;10. Tahap pembangunan Ekonomi &lt;br /&gt;Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan adalah akuntansi kas sederhana. &lt;br /&gt;11. Pola pertumbuhan Ekonomi &lt;br /&gt;Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan. &lt;br /&gt;12. Status Pendidikan dan Organisasi Profesional &lt;br /&gt;Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi faktor-faktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh. &lt;br /&gt;Wolk &amp; Tearney, (1992; 578) menggagas, bahwa secara teoritis ada tiga model yang disodorkan untuk menyeragamkan pemahaman mengenai akuntansi internasional, yaitu : &lt;br /&gt;1. Absolute uniformity &lt;br /&gt;2. Circumstantial uniformity &lt;br /&gt;3. Purposive uniformity &lt;br /&gt;Absolute uniformity, berarti satu set standar akuntansi yang baik dalam satu format pelaporan keuangan akan berlaku di seluruh komunitas ekonomi internasional tanpa membeda-bedakan keadaan ekonomi dan kebutuhan pemakai. Circumstantial uniformity, berdasarkan basis transnasional yang mengijinkan perbedaan metode akuntansi yang digunakan dimana keberadaan akuntansi ditunjukan. Sedangkan Purposive uniformity, akan mempertimbangkan kedua keadaan perbedaan yang mendasarinya seperti halnya kebutuhan pemakai yang berbeda dan manfaatnya. &lt;br /&gt;Aktivitas-Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi &lt;br /&gt;Pengembangan akuntansi internasional dibantu secara ekstensif oleh sejumlah bdan pemerintah, asosiasi akuntansi professional, dan institusi. Aktivitas pendukung di luar pergerakan standar internasional secara umum diklasifikasikan sebagai berikut : &lt;br /&gt;1. Organisasi-organisasi regional &lt;br /&gt;Organisasi regional telah terbentuk mulai dari pantai pasifik hingga Afrika Barat. Organisasi-organisasi ini berlaku sebagai penyangga antara kepentingan-kepentingan nasional yang kaku dengan kepentingan-kepentingan internasional yang luas. Organisasi regional ini merupakan kelompok-kelompok akuntan professional yang bervariasi dalam jumlah dan efektifitasnya. &lt;br /&gt;2. Institusi-institusi &lt;br /&gt;Institusi-institusi yang mendukung akuntansi internasional meliputi parlemen-parlemen dan universitas-universitas di seluruh dunia, serta eksekutif-eksekutif keuangan dan analis-analis keuangan. Dukungan yang datang dari institusi pendukung tersebut justru lebih kuat dari organisasi-organisasi regional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;http://agusw77.files.wordpress.com/2009/06/perkembangan-akuntansi-internasional4.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-9016155129294652043?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/9016155129294652043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-akuntansi-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9016155129294652043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9016155129294652043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-akuntansi-internasional.html' title='Perkembangan Akuntansi Internasional'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6015288089360259709</id><published>2011-03-22T08:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T08:46:35.244-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan SAK Indonesia Menuju IFRS</title><content type='html'>Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi). Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, investor, dan kreditor. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi. Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menjadi tersedia di seluruh dunia. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal di seluruh dunia, yang tidak terhalangi oleh batasan Negara. Kebutuhan ini tidak bias terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestic bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi, persyaratan akan item-item pengungkapan akan semakin tinggi sehingga nilai perusahaan akan semakin tinggi pula, manajemen akan memiliki tingkat akuntabilitas tinggi dalam menjalankan perusahaan, laporan keuangan perusahaan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat, dan laporan keuangan akan lebih dapat diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva, hutang, ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan (Petreski, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mencanangkan bahwa Standar akuntansi internasional (IFRS) akan mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2012 secara keseluruhan atau full adoption (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2009), sedangkan khusus untuk perbankan diharapkan tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choi dan Mueller (1998) mendefinisikan akuntansi internasional adalah akuntansi internasional yang memperluas akuntansi yang bertujuan umum, yang berorientasi nasional, dalam arti yang luas untuk: (1) analisa komparatif internasional, (2) pengukuran dan isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi bisnis-bisnis internasional dan bentuk bisnis perusahaan multinasional, (3) kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional, dan (4) harmonisasi akuntansi di seluruh dunia dan harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IASC (International Accounting Stadard Committe) adalah lembaga yang bertujuan merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia, serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi &amp; Mueller, 1998). IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang: (1). Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan., (2). menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS., (3). dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ISAK 7 (revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ISAK 9: Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ISAK 11: Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK disahkan sepanjang 2009 yang berlaku efektif tahun 2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PPSAK 1: Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan, PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43: Akuntansi Anjak Piutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PPSAK 3: Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang bermasalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK yang disahkan 19 Februari 2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PSAK 19 (2010): Aset tidak berwujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PSAK 14 (2010): Biaya Situs Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PSAK 23 (2010): Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PSAK 7 (2010): Pengungkapan Pihak-Pihak Yang Berelasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PSAK 22 (2010): Kombinasi Bisnis (disahkan 3 Maret 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PSAK 10 (2010): Transaksi Mata Uang Asing (disahkan 23 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ISAK 13 (2010): Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exposure Draft Public Hearing 27 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ED PSAK 24 (2010): Imbalan Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ED PSAK 18 (2010): Program Manfaat Purnakarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ED ISAK 16: Perjanjian Konsesi Jasa (IFRIC 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ED ISAK 15: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ED PSAK 3: Laporan Keuangan Interim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ED ISAK 17: Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 14 Juli 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ED PSAK 50 (R 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ED PSAK 8 (R 2010): Peristiwa Setelah Tanggal Neraca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ED PSAK 53 (R 2010): Pembayaran Berbasis Saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 30 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ED PSAK 46 (Revisi 2010) Pajak Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ED PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah Dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ED PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ED ISAK 18: Bantuan Pemerintah-Tidak Ada Relasi Specifik dengan Aktivitas Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ED ISAK 20: Pajak Penghasilan-Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK akan dicabut, dikaji dan direvisi berlaku efektif per 1 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 21 Ekuitas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan dicabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 27 Akuntansi Koperasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan dicabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 38 Restrukturisasi Entitas Sepengendali&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 44 Aktivitas pengembangan Real Estat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dikaji, kemungkinan diganti IFRIC 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 51 Kuasi Reorganisasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 45 Akuntansi Entitas Nirlaba&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direvisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 47 Akuntansi Tanah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSAK 39 Akuntansi Kerjasama Operasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan dan keuntungan harmonisasi atau adopsi IFRS sebagai standar akuntansi domestik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan harmonisasi menurut Lecturer Ph. Diaconu Paul (2002) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Informasi keuangan yang dapat diperbandingkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Harmonisasi dapat menghemat waktu dan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Mempermudah transfer informasi kepada karyawan serta mempermudah dalam melakukan training pada karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Meningkatkan perkembangan pasar modal domestik menuju pasar modal internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan operasional yang berguna untuk menjalankan bisnis serta mempermudah dalam pengelolaan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, dan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya harmonisasi standar akuntansi internasional di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. Indonesia sudah melakukannya namun sifatnya baru harmonisasi, dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar internasional tersebut. Adopsi standar akuntansi internasional tersebut terutama untuk perusahaan publik. Hal ini dikarenakan perusahaan public merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional tetapi juga secara internasional. Jika ada perusahaan dari luar negeri ingin menjual saham di Indonesia atau sebaliknya, tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam menyusun laporan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Standar Akuntansi Keuangan Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena kebutuhan akan info keuangan yang bisa diakui secara global untuk dapat bersaing dan menarik investor secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saat ini, adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi, belum adopsi secara utuh, namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal, untuk perusahaan non publik yang bersifat lokal tidak wajib diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perlu dipertimbangkan lebih jauh lagi sifat adopsi apa yang cocok diterapkan di Indonesia, apakah adopsi secara penuh IFRS atau adopsi IFRS yang bersifat harmonisasi yaitu mengadopsi IFRS disesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, dan sistem pemerintahan di Indonesia. Adopsi secara penuh IFRS akan meningkatkan keandalan dan daya banding informasi laporan keuangan secara internasional, namun adopsi seutuhnya akan bertentangan dengan sistem pajak pemerintahan Indonesia atau kondisi ekonomi dan politik lainnya. Hal ini merupakan rintangan dalam adopsi sepenuhnya IFRS di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adopsi seutuhnya (full adoption) terhadap IFRS, berarti merubah prinsip-prinsip akuntansi yang selama ini telah dipakai menjadi suatu standar akuntansi berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sai.ugm.ac.id/site/images/pdf/ifrs.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://akuntansibisnis.wordpress.com/2011/01/06/perkembangan-konvergensi-psak-ke-ifrs/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamayuni, Rindu Rika, 2009, Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia menuju International Financial Report Standarts (IFRS) , Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol 14. No.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://lemlit.unila.ac.id/file/arsip%202010./JAK/JAk%20Juli%202009.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6015288089360259709?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6015288089360259709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-sak-indonesia-menuju-ifrs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6015288089360259709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6015288089360259709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-sak-indonesia-menuju-ifrs.html' title='Perkembangan SAK Indonesia Menuju IFRS'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7737739495893484123</id><published>2011-03-22T08:18:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T08:32:03.124-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia</title><content type='html'>International Financial Reporting Standards (IFRS) menjadi trend topic yang hangat bagi&lt;br /&gt;akuntan dan top manajemen pada perusahaan-perusahaan yang sudah terjun di Bursa Efek&lt;br /&gt;global dan juga para akademisi serta para Auditor yang akan melakukan pemeriksaan pada&lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan IFRS tersebut. Maka pada tanggal 17-22&lt;br /&gt;Januari 2011 telah diadakan Pelatihan Internasional “TOT” untuk IFRS dan Penyusunan&lt;br /&gt;Kamus Akuntansi Indonesia yang diselenggarakan oleh Penelitian dan Pelatihan Ekonomika&lt;br /&gt;dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.&lt;br /&gt;Pada pelatihan tersebut ada banyak hal menarik yang disampaikan oleh para pembicara dari&lt;br /&gt;anggota DSAK IAI dan akademisi UGM yaitu Dr. Setiyono, Kantor Akuntan Publik PWC&lt;br /&gt;Djohan Pinnarwan, SE., BAP, dari Akademisi UGM yaitu Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA dan&lt;br /&gt;Prof. Dr. Suwardjono, M Sc. Pada Pelatihan tersebut secara umum peserta yang berpartisipasi&lt;br /&gt;sebagian besar adalah para akademisi dan staf akuntansi dan Auditor.&lt;br /&gt;Sebelum membahas lebih detail tentang perkembangan di Indonesia, tentu kita akan bertanya&lt;br /&gt;kenapa di Indonesia harus melakukan konvergensi IFRS? Untuk menjawab pertanyaan&lt;br /&gt;tersebut tentu tidak lepas dengan kepentingan global yaitu agar dapat meningkatkan daya&lt;br /&gt;informasi dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan di Indonesia disamping itu&lt;br /&gt;Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20&lt;br /&gt;forum, Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November&lt;br /&gt;2008 secara prinsip-prinsip G20 yang dicanangkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Strengthening Transparency and Accountability&lt;br /&gt;2. Enhancing Sound Regulation&lt;br /&gt;3. Promoting integrity in Financial Markets&lt;br /&gt;4. Reinforcing International Cooperation&lt;br /&gt;5. Reforming International Financial Institutions&lt;br /&gt;1. Perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia.&lt;br /&gt;Pada periode 1973-1984, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah membentuk Komite&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia untuk menetapkan standar-standar akuntansi, yang&lt;br /&gt;kemudian dikenal dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).&lt;br /&gt;Pada periode 1984-1994, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan&lt;br /&gt;kemudian menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Menjelang akhir 1994,&lt;br /&gt;Komite standar akuntansi memulai suatu revisi besar atas prinsip-prinsip akuntansi Indonesia&lt;br /&gt;dengan mengumumkan pernyataan-pernyataan standar akuntansi tambahan dan menerbitkan&lt;br /&gt;interpretasi atas standar tersebut. Revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan standar&lt;br /&gt;akuntansi keuangan, yang sebagian besar harmonis dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB.&lt;br /&gt;Pada periode 1994-2004, ada perubahan Kiblat dari US GAAP ke IFRS, hal ini ditunjukkan&lt;br /&gt;Sejak tahun 1994, telah menjadi kebijakan dari Komite Standar Akuntansi Keuangan untuk&lt;br /&gt;menggunakan International Accounting Standards sebagai dasar untuk membangun standar&lt;br /&gt;akuntansi keuangan Indonesia. Dan pada tahun 1995, IAI melakukan revisi besar untuk&lt;br /&gt;menerapkan standar-standar akuntansi baru, yang kebanyakan konsisten dengan IAS.&lt;br /&gt;Beberapa standar diadopsi dari US GAAP dan lainnya dibuat sendiri.&lt;br /&gt;Pada periode 2006-2008, merupakan konvergensi IFRS Tahap 1, Sejak tahun 1995 sampai&lt;br /&gt;tahun 2010, buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terus direvisi secara&lt;br /&gt;berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru. Proses&lt;br /&gt;revisi dilakukan sebanyak enam kali yakni pada tanggal 1 Oktober 1995, 1 Juni 1999, 1 April&lt;br /&gt;2002, 1 Oktober 2004, 1 Juni 2006, 1 September 2007, dan versi 1 Juli 2009. Pada tahun&lt;br /&gt;2006 dalam kongres IAI (Cek Lagi nanti) X di Jakarta ditetapkan bahwa konvergensi penuh&lt;br /&gt;IFRS akan diselesaikan pada tahun 2008. Target ketika itu adalah taat penuh dengan semua&lt;br /&gt;standar IFRS pada tahun 2008. Namun dalam perjalanannya ternyata tidak mudah. Sampai&lt;br /&gt;akhir tahun 2008 jumlah IFRS yang diadopsi baru mencapai 10 standar IFRS dari total 33&lt;br /&gt;standar.&lt;br /&gt;Berikut adalah Roadmap konvergensi IFRS di Indonesia:&lt;br /&gt;PSAK disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;1. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan&lt;br /&gt;2. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;3. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan&lt;br /&gt;Tersendiri&lt;br /&gt;4. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi&lt;br /&gt;5. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama&lt;br /&gt;6. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi&lt;br /&gt;7. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan&lt;br /&gt;Kesalahan&lt;br /&gt;8. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset&lt;br /&gt;9. PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi&lt;br /&gt;10.PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi&lt;br /&gt;yang Dihentikan&lt;br /&gt;Interpretasi disahkan 23 Desember 2009:&lt;br /&gt;1. ISAK 7 (revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus&lt;br /&gt;2. ISAK 9: Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas&lt;br /&gt;Serupa&lt;br /&gt;3. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan&lt;br /&gt;4. ISAK 11: Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik&lt;br /&gt;5. ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer&lt;br /&gt;PSAK disahkan sepanjang 2009 yang berlaku efektif tahun 2010:&lt;br /&gt;1. PPSAK 1: Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan, PSAK 35: Akuntansi&lt;br /&gt;Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan&lt;br /&gt;Tol&lt;br /&gt;2. PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43: Akuntansi Anjak&lt;br /&gt;Piutang&lt;br /&gt;3. PPSAK 3: Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang&lt;br /&gt;bermasalah&lt;br /&gt;4. PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): Akuntansi Perbankan, PSAK 42:&lt;br /&gt;Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana&lt;br /&gt;5. PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55&lt;br /&gt;(1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing&lt;br /&gt;PSAK yang disahkan 19 Februari 2010:&lt;br /&gt;1. PSAK 19 (2010): Aset tidak berwujud&lt;br /&gt;2. PSAK 14 (2010): Biaya Situs Web&lt;br /&gt;3. PSAK 23 (2010): Pendapatan&lt;br /&gt;4. PSAK 7 (2010): Pengungkapan Pihak-Pihak Yang Berelasi&lt;br /&gt;5. PSAK 22 (2010): Kombinasi Bisnis (disahkan 3 Maret 2010)&lt;br /&gt;6. PSAK 10 (2010): Transaksi Mata Uang Asing (disahkan 23 Maret 2010&lt;br /&gt;7. ISAK 13 (2010): Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri&lt;br /&gt;Exposure Draft Public Hearing 27 April 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 24 (2010): Imbalan Kerja&lt;br /&gt;2. ED PSAK 18 (2010): Program Manfaat Purnakarya&lt;br /&gt;3. ED ISAK 16: Perjanjian Konsesi Jasa (IFRIC 12)&lt;br /&gt;4. ED ISAK 15: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan&lt;br /&gt;Interaksinya.&lt;br /&gt;5. ED PSAK 3: Laporan Keuangan Interim&lt;br /&gt;6. ED ISAK 17: Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 14 Juli 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan&lt;br /&gt;2. ED PSAK 50 (R 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian&lt;br /&gt;3. ED PSAK 8 (R 2010): Peristiwa Setelah Tanggal Neraca&lt;br /&gt;4. ED PSAK 53 (R 2010): Pembayaran Berbasis Saham&lt;br /&gt;Exposure Draft PSAK Public Hearing 30 Agustus 2010&lt;br /&gt;1. ED PSAK 46 (Revisi 2010) Pajak Pendapatan&lt;br /&gt;2. ED PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah Dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah&lt;br /&gt;3. ED PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi&lt;br /&gt;4. ED ISAK 18: Bantuan Pemerintah-Tidak Ada Relasi Specifik dengan Aktivitas&lt;br /&gt;Operasi&lt;br /&gt;5. ED ISAK 20: Pajak Penghasilan-Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para&lt;br /&gt;Pemegang Sahamnya&lt;br /&gt;Kendala dalam harmonisasi PSAK ke dalam IFRS&lt;br /&gt;1. Dewan Standar Akuntansi yang kekurangan sumber daya&lt;br /&gt;2. IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika proses adopsi suatu standar IFRS masih&lt;br /&gt;dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut.&lt;br /&gt;3. Kendala bahasa, karena setiap standar IFRS harus diterjemahkan ke dalam bahasa&lt;br /&gt;Indonesia dan acapkali ini tidaklah mudah.&lt;br /&gt;4. Infrastuktur profesi akuntan yang belum siap. Untuk mengadopsi IFRS banyak&lt;br /&gt;metode akuntansi yang baru yang harus dipelajari lagi oleh para akuntan.&lt;br /&gt;5. Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti kiblat ke IFRS.&lt;br /&gt;6. Support pemerintah terhadap issue konvergensi.&lt;br /&gt;Manfaat Konvergensi IFRS secara umum adalah:&lt;br /&gt;a. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar&lt;br /&gt;Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).&lt;br /&gt;b. Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.&lt;br /&gt;c. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal&lt;br /&gt;secara global.&lt;br /&gt;d. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.&lt;br /&gt;e. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan earning management&lt;br /&gt;1. Reklasifikasi antar kelompok surat berharga (securities) dibatasi&lt;br /&gt;cenderung dilarang.&lt;br /&gt;2. Reklasifikasi dari dan ke FVTPL, DILARANG&lt;br /&gt;3. Reklasifikasi dari L&amp;R ke AFS, DILARANG&lt;br /&gt;4. Tidak ada lagi extraordinary items&lt;br /&gt;II. GAAP VS IFRS:&lt;br /&gt;Terdapat beberapa contoh perbedaan-perbedaan yang signifikan untuk diketahui,&lt;br /&gt;sebagaimana yang akan dibahas berikut ini:&lt;br /&gt;a. Statemen Posisi keuangan ( sesuai IAS 1 &amp; IAS 32)&lt;br /&gt;Karakteristik Umum Laporan Keuangan :&lt;br /&gt;1. Penyajian wajar dan kepatuhan pada SAK, Manajemen membuat pernyataan secara&lt;br /&gt;eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas&lt;br /&gt;laporan keuangan.&lt;br /&gt;2. Kelangsungan usaha.&lt;br /&gt;3. Dasar akrual.&lt;br /&gt;4. Materialitas dan agregasi, Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan adalah&lt;br /&gt;material jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan.&lt;br /&gt;Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian atau kesalahan.&lt;br /&gt;5. Saling hapus , Tidak diperkenankan untuk saling hapus atas aset dan liabilitas atau&lt;br /&gt;pendapatan dan beban, kecuali disyaratkan / diijinkan oleh PSAK.&lt;br /&gt;6. Frekuensi pelaporan Tahunan&lt;br /&gt;7. Informasi komparatif, Untuk kuantitatif maupun naratif. Jika terdapat penerapan&lt;br /&gt;retrospektif atau reklasifikasi, maka laporan posisi keuangan permulaan periode&lt;br /&gt;komparasi terawal harus disajikan.&lt;br /&gt;8. Konsistensi penyajian&lt;br /&gt;Berikut adalah perubahan komponen Laporan Keuangan yang lengkap:&lt;br /&gt;Menurut IAS 1 atau PSAK 1 :&lt;br /&gt;• Laporan Posisi Keuangan&lt;br /&gt;• Laporan Laba Rugi Komprehensif&lt;br /&gt;• Laporan Perubahan Ekuitas&lt;br /&gt;• Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;• Catatan Atas Laporan Keuangan&lt;br /&gt;• Laporan Posisi Keuangan awal (dalam hal penyajian kembali atau reklasifikasi)&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan PSAK 1 yang lama (1998), komponennya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Neraca&lt;br /&gt;• Laporan Laba Rugi&lt;br /&gt;• Laporan Perubahan Ekuitas&lt;br /&gt;• Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;• Catatan Atas L aporan Keuangan&lt;br /&gt;Setelah diamati ada perubahan dalam istilah yaitu Neraca menjadi Laporan Posisi Keuangan,&lt;br /&gt;Laporan Laba Rugi menjadi Laporan Laba Rugi Komprehensif, dan tambahan Laporan Posisi&lt;br /&gt;Keuangan awal (dalam hal penyajian kembali atau reklasifikasi).&lt;br /&gt;b. Aset Tetap, dari segi pengakuan, pengukuran, pencatatan dan pelaporan.&lt;br /&gt;Aset tetap telah diatur pada PSAK 16 atau dalam IAS 16, terkait dengan perbedaan dan&lt;br /&gt;persamaan secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut ini:&lt;br /&gt;TOPIK GAAP IAS 16&lt;br /&gt;Pengakuan&lt;br /&gt;Aktiva tetap diakui sebesar biaya&lt;br /&gt;perolehan.&lt;br /&gt;Sama&lt;br /&gt;penentuan cost&lt;br /&gt;Biaya perolehan mencakup semua&lt;br /&gt;pengeluaran, termasuk administrasi dan&lt;br /&gt;pengeluaran overhead umum, langsung&lt;br /&gt;untuk membawa aset ke kondisi kerja bagi&lt;br /&gt;perusahaan&lt;br /&gt;dimaksudkan digunakan.&lt;br /&gt;Sama&lt;br /&gt;Aktiva tetap disusutkan selama masa&lt;br /&gt;manfaat.&lt;br /&gt;Sama&lt;br /&gt;Tidak ada petunjuk khusus yang&lt;br /&gt;berhubungan dengan&lt;br /&gt;penyusutan suatu aset tetap peralatan yang&lt;br /&gt;idle dan aset tidak lancar yang dimiliki&lt;br /&gt;untuk dijual tidak disusutkan.&lt;br /&gt;Suatu aset tetap disusutkan&lt;br /&gt;meskipun aset tersebut idle/tidak&lt;br /&gt;digunakan. Namun, aset tidak&lt;br /&gt;lancar yang dimiliki untuk dijual&lt;br /&gt;tidak disusutkan.&lt;br /&gt;Masa manfaat, nilai sisa dan metode&lt;br /&gt;penyusutan ditinjau secara berkala dengan&lt;br /&gt;alasan yang jelas.&lt;br /&gt;Masa manfaat, nilai sisa dan&lt;br /&gt;metode penyusutan harus direview&lt;br /&gt;minimum setiap tanggal neraca&lt;br /&gt;(tiap tahun) dengan alasan pola&lt;br /&gt;konsumsi atau pemanfaatan&lt;br /&gt;ekonomi atas aset tersebut.&lt;br /&gt;Perubahan pada masa manfaat suatu aktiva&lt;br /&gt;dicatat&lt;br /&gt;prospektif sebagai perubahan estimasi&lt;br /&gt;akuntansi.&lt;br /&gt;Sama&lt;br /&gt;Ketika suatu aset tetap terdiri dari&lt;br /&gt;komponen individu yang berbeda metode&lt;br /&gt;atau tarif penyusutan yang sesuai, masingmasing&lt;br /&gt;komponen dicatat secara terpisah&lt;br /&gt;(komponen&lt;br /&gt;akuntansi).&lt;br /&gt;sama&lt;br /&gt;Revaluasi&lt;br /&gt;Umumnya, aset tetap tidak dapat dinilai&lt;br /&gt;kembali ke fair value kecuali jika penilaian&lt;br /&gt;kembali dilakukan berdasarkan peraturan&lt;br /&gt;pemerintah.&lt;br /&gt;Aktiva tetap dapat dinilai kembali&lt;br /&gt;untuk fair value jika semua item di&lt;br /&gt;kelas yang sama dinilai kembali&lt;br /&gt;pada waktu yang sama dan&lt;br /&gt;revaluasi disimpan up-to-date.&lt;br /&gt;Impairment&lt;br /&gt;Tidak ada panduan khusus tentang apakah&lt;br /&gt;kompensasi atas kerugian atau penurunan&lt;br /&gt;nilai dapat di-offset terhadap nilai tercatat&lt;br /&gt;aktiva yang hilang atau&lt;br /&gt;penurunan nilai.&lt;br /&gt;Kompensasi atas kerugian atau&lt;br /&gt;penurunan nilai tidak dapat offset&lt;br /&gt;terhadap nilai tercatat aktiva yang&lt;br /&gt;hilang atau turun.&lt;br /&gt;Disposal&lt;br /&gt;Keuntungan atau kerugian yang timbul dari&lt;br /&gt;penghentian atau pelepasan suatu aktiva&lt;br /&gt;tetap diakui sebagai keuntungan atau&lt;br /&gt;kerugian dalam laporan laba rugi&lt;br /&gt;Sama&lt;br /&gt;c. Investasi Jangka Panjang pada Instrument Utang dan Ekuitas&lt;br /&gt;Sebagaimana diatur dalam IAS 32 &amp; 39 dan IFRS 7 &amp; 9, maka secara ringkas dapat dilihat&lt;br /&gt;pada perbedaan dan persamaan IFRS dengan GAAP, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. IFRS dan GAAP untuk debt securities memiliki perlakuan akuntansi yang sama&lt;br /&gt;2. IFRS dan GAAP menggunakan pengujian yang sama untuk menentukan apakah&lt;br /&gt;methode equity digunakan yaitu berdasarkan pengaruh yg signifikan dg patokan lebih&lt;br /&gt;dari 20% kepemilikan.&lt;br /&gt;3. Reklasifikasi securities adalah sama antar keduanya.&lt;br /&gt;4. Dasar konsolidasi, IFRS dan GAAP mendasarkan pada persentasi kepemilikan (50%)&lt;br /&gt;5. IFRS dan GAAP sama dalam akuntansi untuk pemilihan Fair Value yaitu pilihan&lt;br /&gt;menggunakan fair value harus dilakukan di awal pengakuan.&lt;br /&gt;6. GAAP tidak mengizinkan reversal untuk beban impairment yang telah terjadi untuk&lt;br /&gt;“available for sale debt and equity securities”.&lt;br /&gt;7. IFRS tidak mengizinkan hal yg sama untuk “available for sale equity ”, namun&lt;br /&gt;mengizinkan reversal untuk “available for sale debt securities” dan “held-tomaturity&lt;br /&gt;securities”.&lt;br /&gt;d. Laporan Keuangan Konsolidasian&lt;br /&gt;Laporan keuangan konsolidasi menurut IFRS dan PSAK no 4 (revisi 2009) dan&lt;br /&gt;perbedaannya dengan laporan keuangan konsolidasi menurut PSAK lama dan US GAAP&lt;br /&gt;secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut ini:&lt;br /&gt;No Materi/Hal GAAP IFRS&lt;br /&gt;1 Teori konsolidasi&lt;br /&gt;yang mendasari&lt;br /&gt;Hal ini&lt;br /&gt;mempengaruhi:&lt;br /&gt;Teori perusahaan induk Teori entitas&lt;br /&gt;pemaka&lt;br /&gt;i utama laporan&lt;br /&gt;keuangan&lt;br /&gt;konsolidasi&lt;br /&gt;Pemegang saham perusahaan&lt;br /&gt;induk&lt;br /&gt;Penyesu&lt;br /&gt;aian dan&lt;br /&gt;eliminasi&lt;br /&gt;Pemegang saham entitas&lt;br /&gt;konsolidasi (induk dan NCI)&lt;br /&gt;Terbatas pada hak induk&lt;br /&gt;(proporsional)&lt;br /&gt;Baik hak induk maupun non&lt;br /&gt;controlling interest&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Perlakuan&lt;br /&gt;terhadap laba&lt;br /&gt;(rugi) hak&lt;br /&gt;pemegang saham&lt;br /&gt;minoritas&lt;br /&gt;Biaya Bagian laba untuk NCI&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Perlakuan&lt;br /&gt;terhadap hak&lt;br /&gt;pemegang saham&lt;br /&gt;minoritas&lt;br /&gt;(neraca)&lt;br /&gt;Sebagai hutang Sebagai bagian ekuitas&lt;br /&gt;2 Beberapa istilah&lt;br /&gt;yang dipakai&lt;br /&gt;Majority interest (hak&lt;br /&gt;pemegang saham mayoritas)&lt;br /&gt;Controlling interest&lt;br /&gt;Minority interest Non Controlling interest&lt;br /&gt;3 Dasar penyajian&lt;br /&gt;aktiva dan hutang&lt;br /&gt;perusahaan anak&lt;br /&gt;Hak induk disajikan berdasar&lt;br /&gt;nilai wajar sedangkan hak&lt;br /&gt;PSM berdasar nilai buku&lt;br /&gt;Semua berdasar nilai wajar&lt;br /&gt;4 Gooodwill&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Pengakuan&lt;br /&gt;goodwill&lt;br /&gt;Hanya mengakui goodwill hak&lt;br /&gt;induk&lt;br /&gt;Ada 2 pilihan yaitu (1) hanya&lt;br /&gt;mengakui goodwill hak induk&lt;br /&gt;(propor-sional) atau (2)&lt;br /&gt;mengakui goodwill secara total.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Perlakuan&lt;br /&gt;terhadap goodwill&lt;br /&gt;Subyek amortisasi Bukan subyek amortisasi tetapi&lt;br /&gt;subyek analisis penurunan nilai&lt;br /&gt;(impairment analysist)&lt;br /&gt;Terkait dengan pembahasan topik-topik lainnya, akan dibahas selanjutnya&lt;br /&gt;dikesempatan yang berbeda.&lt;br /&gt;III. Contoh Laporan Keuangan&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh penyajian laporan keuangan setelah IFRS:&lt;br /&gt;a. Laporan Posisi Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Laporan Laba Rugi Komprehensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemperkaya keilmuan tentang IFRS dan lainnya, para pembaca yang ingin belajar&lt;br /&gt;lebih banyak dan lengkap, Anda dapat mempelajari IFRS dan ED PSAK dari sumber-sumber&lt;br /&gt;terpercaya yaitu:&lt;br /&gt; www.iasb.org&lt;br /&gt; www.iasplus.com&lt;br /&gt; www.iaiglobal.or.id .&lt;br /&gt; www.ifac.org&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;Kontributor: Faiz Zamzami&lt;br /&gt;Sumber : tulisan ini diolah berdasarkan materi yang disampaikan pembicara dalam TOT&lt;br /&gt;tersebut dan hasil diskusi peserta TOT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7737739495893484123?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7737739495893484123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-konvergensi-international.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7737739495893484123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7737739495893484123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-konvergensi-international.html' title='Perkembangan Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4329422726593218074</id><published>2011-03-22T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T08:17:59.780-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Konvergensi PSAK ke IFRS</title><content type='html'>Sesuai dengan roadmap konvergensi PSAK ke IFRS (International Financial Reporting Standart) maka saat ini Indonesia telah memasuki tahap persiapan akhir (2011) setelah sebelumnya melalui tahap adopsi (2008 – 2010). Hanya setahun saja IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menargetkan tahap persiapan akhir ini, karena setelah itu resmi per 1 Januari 2012 Indonesia menerapkan IFRS.&lt;br /&gt;Berikut adalah sasaran konvergensi PSAK ke IFRS yang direncanakan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI:&lt;br /&gt;Tahap Adopsi&lt;br /&gt;(2008 – 2010) Tahap Persiapan Akhir&lt;br /&gt;(2008 – 2010) Tahap Implementasi&lt;br /&gt;(2008 – 2010)&lt;br /&gt;Adopsi seluruh IFRS ke PSAK Penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap&lt;br /&gt;Persiapan infrastruktur yang diperlukan Penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS Evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif&lt;br /&gt;Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku  &lt;br /&gt;Jika kita bandingkan antara semua standar akuntansi yang dimiliki Indonesia dengan IFRS, dengan jelas kita temukan perbedan kuantitas sebagai berikut:&lt;br /&gt;PSAK IFRS&lt;br /&gt;43 Standards (PSAK)&lt;br /&gt;8 Syari’ah Standard&lt;br /&gt;11 Interpretation (ISAK)&lt;br /&gt;4 Technical Bulletins&lt;br /&gt;1 SAK ETAP (Entitas tanpa akuntanbilitas publik/UKM) 37 Standards&lt;br /&gt;- 8 IFRS&lt;br /&gt;- 29 IAS&lt;br /&gt;27 Interpretation&lt;br /&gt;16 IFRIC Interpretation&lt;br /&gt;11 SIC&lt;br /&gt;Di Indonesia juga masih terdapat Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang masih mengacu pada PSAK lama. Kemungkinan besar setelah konvergensi PSAK ke IFRS akan menyusul perubahan pada SAP.&lt;br /&gt;Tidak semua standar IFRS tersebut diatas dicontek habis dan dirubah menjadi PSAK, itulah mengapa IAI memilih konvergensi dari para adaption dan adoption. Sedikit gambaran saja untuk membedakan ketiga istilah tersebut saya jelaskan dalam tabel berikut:&lt;br /&gt;Perbedaan Adaption Convergence Full Adoption&lt;br /&gt;Arti harafiah Adaptasi/Penyelarasan Pertemuan pada suatu titik Adopsi/pemakaian&lt;br /&gt;Standart akuntansi Membuat standar yang benar benar baru Membuat standar baru dengan mempertimbangkan keadaan yang berlaku Mentranslet standar lama menjadi standar baru&lt;br /&gt;Contoh Negara Indonesia sebelum IFRS Indonesia setelah 2012 Australia, Hongkong&lt;br /&gt;Mengutip pernyataan Prof Indra Wijaya dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, beliau mengatakan: “Indonesia mengadopsi secara penuh seperti Australia sangat tidak mungkin, adopsi yang mungkin adalah Mengadopsi IFRS berkarakteristik Indonesia yang lebih bersifat taylor-made namun memenuhi kebutuhan internasional serta dapat melepaskan diri dari tekanan dunia internasional”. Pernyataan itulah yang lebih tepat menjelaskan istilah konvergensi bagi Indonesia.&lt;br /&gt;Berikut saya sajikan perkembangan konvergensi PSAK ke IFRS sampai dengan saat ini:&lt;br /&gt;PSAK/ISAK yang berlaku efektif 2008 -2010&lt;br /&gt;No PSAK/ISAK Ref Issued Effective Date&lt;br /&gt;1 PSAK 13 Properti Investasi IAS 40 2007 1-Jan-08&lt;br /&gt;2 PSAK 16 Aset Tetap IAS 16 2007 1-Jan-08&lt;br /&gt;3 PSAK 30 Sewa IAS 17 2007 1-Jan-08&lt;br /&gt;4 PSAK 14 Persediaan IAS 2 2008 1-Jan-09&lt;br /&gt;5 PSAK 26 Biaya Pinjaman IAS 23 2008 1-Jan-10&lt;br /&gt;6 PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan IAS 32 2006 1-Jan-10&lt;br /&gt;7 PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran IAS 39 2006 1-Jan-10&lt;br /&gt;8 ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi IFRIC 4 2007 Sep-10&lt;br /&gt;PPSAK (Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)/ISAK yang berlaku efektif 2008 -2010&lt;br /&gt;No PSAK/ISAK Issued Effective Date&lt;br /&gt;1 PPSAK No.1 Pencabutan:&lt;br /&gt;PSAK 32: Akuntansi Kehutanan&lt;br /&gt;PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi&lt;br /&gt;PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol 2009 1-Jan-10&lt;br /&gt;2 PPSAK No.2 Pencabutan:&lt;br /&gt;PSAK 41: Akuntansi Waran&lt;br /&gt;PSAK 43: Akuntansi Anjak Piutang 2009 1-Jan-10&lt;br /&gt;3 PPSAK No.3 Pencabutan:&lt;br /&gt;PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah 2009 1-Jan-10&lt;br /&gt;4 PPSAK No.4 Pencabutan:&lt;br /&gt;PSAK 31: Akuntansi Perbankan&lt;br /&gt;PSAK 43: Akuntansi Perusahaan Efek 2009 1-Jan-10&lt;br /&gt;5 PPSAK No.5 Pencabutan:&lt;br /&gt;ISAK 06: Interpretasi atas Par.12 dan 16 PSAK 55 (1999) Tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing 2009 1-Jan-10&lt;br /&gt;PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011&lt;br /&gt;No PSAK Ref&lt;br /&gt;1 PSAK 1&lt;br /&gt;Penyajian Laporan Keuangan IAS 1&lt;br /&gt;Presentation of Financial Statement&lt;br /&gt;2 PSAK 2&lt;br /&gt;Laporan Arus Kas IAS 7&lt;br /&gt;Statement of Cash Flow&lt;br /&gt;3 PSAK 3&lt;br /&gt;Laporan Keuangan Interim IAS 34&lt;br /&gt;Interim Financial Reporting&lt;br /&gt;4 PSAK 4&lt;br /&gt;Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri IAS 27&lt;br /&gt;Consolidated and Separated Financial Statement&lt;br /&gt;5 PSAK 5&lt;br /&gt;Segen Operasi IFRS 8&lt;br /&gt;Segment Reporting&lt;br /&gt;6 PSAK 7&lt;br /&gt;Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi IAS 24&lt;br /&gt;Related Party Disclosures&lt;br /&gt;7 PSAK 12&lt;br /&gt;Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama IAS 31  &lt;br /&gt;Interest in Joint Ventures&lt;br /&gt;8 PSAK 15&lt;br /&gt;Investasi Pada Entitas Asosiasi IAS 28&lt;br /&gt;Investment in Associates&lt;br /&gt;9 PSAK 19&lt;br /&gt;Aset Tak Berwujud IAS 38&lt;br /&gt;Intangible Assets&lt;br /&gt;10 PSAK 22&lt;br /&gt;Kombinasi Bisnis IFRS 3&lt;br /&gt;Business Combination&lt;br /&gt;11 PSAK 23&lt;br /&gt;Pendapatan IAS 18&lt;br /&gt;Revenue&lt;br /&gt;12 PSAK 25&lt;br /&gt;Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi &amp; Kesalahan IAS 8&lt;br /&gt;Accounting Policies, Change in Accounting Estimated and Errors&lt;br /&gt;13 PSAK 48&lt;br /&gt;Penurunan Nilai Aset IAS 36&lt;br /&gt;Impairment of Assets&lt;br /&gt;14 PSAK 57&lt;br /&gt;Provisi, Liabilitas Kontijensi &amp; Aset Kontijensi IAS 37&lt;br /&gt;Provisions, Contingent Liabilities&lt;br /&gt;15 PSAK 58&lt;br /&gt;Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual &amp; Operasi yang Dihentikan IFRS 5&lt;br /&gt;Non-current Assets Held for sale and Discontinued Operations&lt;br /&gt;ISAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011&lt;br /&gt;No ISAK Ref&lt;br /&gt;1 ISAK 7&lt;br /&gt;Konsoliasi Entitas Bertujuan Khusus SIC 12&lt;br /&gt;Consolidation – Special Purposes Entities&lt;br /&gt;2 ISAK 9&lt;br /&gt;Perubahan Atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi &amp; Liabilitas Serupa IFRIC 1&lt;br /&gt;Change in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities&lt;br /&gt;3 ISAK 10&lt;br /&gt;Program Loyalitas Pelanggan IFRIC 13&lt;br /&gt;Customer Loyalty Programs&lt;br /&gt;4 ISAK 11&lt;br /&gt;Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik IFRIC 17&lt;br /&gt;Distributions of Non-Cash Assets to Owners&lt;br /&gt;5 ISAK 12&lt;br /&gt;Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer SIC 13&lt;br /&gt;Jointly Controlled Entities – Non Monetary Contributions by Venturers&lt;br /&gt;6 ISAK 14&lt;br /&gt;Aset Tak Berwujud: Biaya Situs Web SIC 32&lt;br /&gt;Intangible Assets – Web Site Costs&lt;br /&gt;PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2012&lt;br /&gt;No PSAK Ref&lt;br /&gt;1 PSAK 8&lt;br /&gt;Peristiwa Setelah Tanggal Neraca IAS 10&lt;br /&gt;Event After Balance Sheet Date&lt;br /&gt;2 PSAK 10&lt;br /&gt;Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing IAS 21&lt;br /&gt;The Effect of Change in Foreign Exchange Rates&lt;br /&gt;3 PSAK 34&lt;br /&gt;Akuntansi Kontrak Konstruksi IAS 11&lt;br /&gt;Construction Contact&lt;br /&gt;4 PSAK 46&lt;br /&gt;Akuntansi Pajak Penghasilan IAS 12&lt;br /&gt;Income Taxes&lt;br /&gt;5 PSAK 24&lt;br /&gt;Imbalan Kerja IAS 19&lt;br /&gt;Employee Benefit&lt;br /&gt;6 PSAK 18&lt;br /&gt;Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya IAS 26&lt;br /&gt;Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans&lt;br /&gt;7 PSAK 56&lt;br /&gt;Laba per Saham IAS 33&lt;br /&gt;Earnings per Share&lt;br /&gt;8 PSAK 53&lt;br /&gt;Pembayaran Berbasis Saham IFRS 2&lt;br /&gt;Share-based payment&lt;br /&gt;9 PSAK 28&lt;br /&gt;Akuntansi Akuntansi Kerugian IFRS 4&lt;br /&gt;Insurance Contract&lt;br /&gt;10 PSAK 36&lt;br /&gt;Akuntansi Akuntansi Jiwa &lt;br /&gt;11 PSAK 29&lt;br /&gt;Akuntansi Minyak dan Gas Bumi IFRS 6&lt;br /&gt;Exploration for and Evaluation of Mineral Resources&lt;br /&gt;12 New PSAK (ED PSAK 60) IFRS 7&lt;br /&gt;Financial Instrument: Disclosure&lt;br /&gt;13 New PSAK (ED PSAK 61) IAS 20&lt;br /&gt;Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Grant&lt;br /&gt;14 New PSAK (ED PSAK 63) IAS 29&lt;br /&gt;Financial Reporting in Hyper Inflationary&lt;br /&gt;15 New PSAK IAS 41&lt;br /&gt;Agriculture&lt;br /&gt;ISAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2012&lt;br /&gt;No PSAK Ref&lt;br /&gt;1 ISAK 13&lt;br /&gt;Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri IFRIC 16&lt;br /&gt;Hedges of Net Investment in a Foreign Operation&lt;br /&gt;2 ED ISAK 16&lt;br /&gt;Perjanjian Konsesi Jasa IFRIC 12&lt;br /&gt;Service Concession Arrangements&lt;br /&gt;3 ED ISAK 15&lt;br /&gt;PSAK 24 – Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya IFRIC 14&lt;br /&gt;IAS 19 – The Limit on a Defined benefit Asset, Minimum Funding Requirement and their Interaction&lt;br /&gt;4 ED ISAK 17&lt;br /&gt;Laporan keuangan Interim dan penurunan Nilai IFRIC 10&lt;br /&gt;Interim Financial Reporting and Impairment&lt;br /&gt;PSAK akan dicabut, dikaji dan direvisi berlaku efektif per 1 Januari 2012&lt;br /&gt;No PSAK Ref&lt;br /&gt;1 PSAK 21 Ekuitas Akan dicabut&lt;br /&gt;2 PSAK 27 Akuntansi Koperasi Akan dicabut&lt;br /&gt;3 PSAK 38 Restrukturisasi Entitas Sepengendali Masih dikaji&lt;br /&gt;4 PSAK 44 Aktivitas pengembangan Real Estat Masih dikaji, kemungkinan diganti IFRIC 15&lt;br /&gt;5 PSAK 51 Kuasi Reorganisasi Masih dikaji&lt;br /&gt;6 PSAK 45 Akuntansi Entitas Nirlaba Direvisi&lt;br /&gt;7 PSAK 47 Akuntansi Tanah Masih dikaji&lt;br /&gt;8 PSAK 39 Akuntansi Kerjasama Operasi Masih dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber / referensi (http://akuntansibisnis.wordpress.com/2011/01/06/perkembangan-konvergensi-psak-ke-ifrs/)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4329422726593218074?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4329422726593218074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-konvergensi-psak-ke-ifrs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4329422726593218074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4329422726593218074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-konvergensi-psak-ke-ifrs.html' title='Perkembangan Konvergensi PSAK ke IFRS'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6197401720633093052</id><published>2011-01-04T19:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T19:26:29.399-08:00</updated><title type='text'>BBRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPkySzMI6I/AAAAAAAAAIw/-a675l6uYXE/s1600/bbri.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPkySzMI6I/AAAAAAAAAIw/-a675l6uYXE/s320/bbri.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558537917796459426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target BBRI 9600&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6197401720633093052?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6197401720633093052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/bbri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6197401720633093052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6197401720633093052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/bbri.html' title='BBRI'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPkySzMI6I/AAAAAAAAAIw/-a675l6uYXE/s72-c/bbri.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7598969014670127158</id><published>2011-01-04T18:22:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T18:23:20.450-08:00</updated><title type='text'>kontroversi dana haji</title><content type='html'>Menteri Agama Suryadharma Ali membantah terjadi penyalahgunaan dana setoran awal haji. Ditegaskannya, tidak benar ada salinan surat penjaminan deposito dana haji yang diduga digunakan untuk bisnis di sektor swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma mengatakan, telah bertemu dengan  Direktur Pengelola Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Achmad Djunaedi. Achmad mengakui  memang membuat surat. Tapi surat itu untuk kepentingan administrasi semata yakni menaikkan suku bunga dan sama sekali tidak ada kepentingan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada surat yang ditandatangani itu hanya untuk kepentingan menaikkan suku bunga dari 6,5 persen menjadi tujuh persen," kata Menag di Jeddah, Senin (20/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menag menegaskan tidak mudah 'memain-mainkan' dana haji untuk kepentingan tertentu, terlebih diselewengkan untuk kepentingan bisnis. Untuk menjaminkan dana itu harus melalui proses yang cukup sulit. Pejabat setingkat menteri atau minimal dirjen harus turut menandatangani sebuah surat penjaminan atau bila ingin dicairkan dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah konfirmasi, tidak sedetik pun dana setoran awal haji yang keluar dari rekening BNI,” ujar Menag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menag mempersilakan dilakukan pengusutan bila memang ada penyelewengan. Dia pun menyatakan akan mendukung bila dilakukan pengusutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menag menyayangkan  pemberitaan Tempo tentang adanya dugaan aroma tak sedap penyelewengan itu yang tidak memberikan hak jawab yang cukup untuk Kementerian Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini bermula dari ditemukannya salinan surat dari Kementerian Agama yang ditandatangani oleh Achmad Djuanaedi. Surat itu ditujukan kepada BNI diduga bertujuan sebagai jaminan bisnis perusahaan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Djunaedi mengaku tidak tidak ada penggunaan dana haji Sertifikat deposito yang dicairkan ini bernomor seri PAA 0126987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Agama menempatkan&lt;br /&gt;deposito ini melalui Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah terhitung sejak 28 Januari 2010 dan hingga 28 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djunaedi tak menyangkal kebenaran salinan surat yang ada. Namun ia mengatakan surat itu dikirim hanya untuk meminta BNI menaikkan bunga deposito dari 6,5 persen menjadi 7 persen per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2010/12/21/044217/1529333/10/menag-bantah-ada-permainan-dana-haji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7598969014670127158?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7598969014670127158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/kontroversi-dana-haji_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7598969014670127158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7598969014670127158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/kontroversi-dana-haji_04.html' title='kontroversi dana haji'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6752507915940907231</id><published>2011-01-04T18:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T18:19:40.020-08:00</updated><title type='text'>Astra Argo Lestari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPUzazgrDI/AAAAAAAAAIo/-v9smno2V9c/s1600/aali.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPUzazgrDI/AAAAAAAAAIo/-v9smno2V9c/s320/aali.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558520344939113522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candlestick AALI terbentuk pola bearish engulfing. Next tunggu di Rp. 24.500. Disclaimer on.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6752507915940907231?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6752507915940907231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/astra-argo-lestari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6752507915940907231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6752507915940907231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/astra-argo-lestari.html' title='Astra Argo Lestari'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TSPUzazgrDI/AAAAAAAAAIo/-v9smno2V9c/s72-c/aali.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-3835352560003378528</id><published>2011-01-04T18:15:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T18:24:55.594-08:00</updated><title type='text'>Kontroversi Dana Haji</title><content type='html'>JEDDAH–Mentri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan tidak ada penyalahgunaan dana setoran awal haji. Adanya salinan surat penjaminan deposito dana haji yang diduga digunakan untuk bisnis di sektor swasta adalah tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar ada surat yang ditandatangani Direktur Pengelola Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Achmad Djunaedi, tapi itu hanya untuk kepentingan menaikan suku bunga dari 6,5 persen menjadi tujuh persen,” ujar Suryadharma Ali di Jeddah Senin (20/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menag, tidak mudah “memain-mainkan” dana haji untuk kepentingan tertentu, terlebih diselewengkan untuk kepentingan bisnis. Ada proses yang cukup sulit untuk bisa menjaminkan dana itu. Diantaranya pejabat setingkat Menteriatau minimal dirjen harus turut menandatangi sebuah surat penjaminan atau bila ingin dicairkan dananya.”Saya sudah konfirmasi, tidak sedetikpun dana setoran awal haji yang keluar dari rekening BNI,”&lt;br /&gt;ujarnya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menag mengaku telah bertemu dengan Achmad Djunaedi, dan sejauh ini keterangan dari yang bersangkutan adalah untuk kepentingan administrasi semata yakni menaikkan suku bunga dan sama sekali tidak ada kepentingan lain. “Bila memang ada penyelewengan silahkan usut, kami tentu sangat mendukung bila ada yang main-main dengan dana haji,” kata Suryadharma Ali&lt;br /&gt;berjanji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya pemberitaan tentang adanya dugaan aroma tak sedap penyelewengan ini, menurut Menag sudah terlanjur tersebar luas. Hak jawab yang diberikan oleh Majalah Tempo menurut Menag tidak cukup untuk memperbaiki citra yang sudah terlanjur meluas di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini bermula dari ditemukannya salinan surat dari Kementerian Agama yang ditandatangani oleh Achmad Djuanaedi. Surat itu ditujukan kepada BNI diduga bertujuan sebagai jaminan bisnis perusahaan swasta. Ahmad Djunaedi mengaku tidak tidak ada penggunaan dana haji Sertifikat deposito yang dicairkan ini bernomor seri PAA 0126987. Menteri Agama menempatkan deposito ini melalui Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah terhitung sejak 28 Januari 2010 dan hingga 28 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djunaedi tak menyangkal kebenaran salinan surat yang ada. Namun ia mengatakan surat itu dikirim hanya untuk meminta BNI menaikkan bunga deposito dari 6,5 persen menjadi 7 persen per tahun. mch /Riyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.jurnalhaji.com/2010/12/21/menag-tak-ada-permainan-dana-haji/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-3835352560003378528?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/3835352560003378528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/kontroversi-dana-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3835352560003378528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3835352560003378528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/kontroversi-dana-haji.html' title='Kontroversi Dana Haji'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1299264686062723517</id><published>2011-01-04T18:12:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T18:13:10.401-08:00</updated><title type='text'>Dana Haji Depag Mencapai</title><content type='html'>Predikat lembaga negara terkorup sangat melekat pada Departemen Agama. Maklum saja, dalam beberapa temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksa keuangan dan Pembangunan (BPKP); departemen yang seharusnya mengayomi dan mengusung moral bagi masyarakat tersebut kerap ditemukan kasus korupsi dan penyelewengan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika BPK mengumumkan rekening yang tidak dilaporkan dalaim Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2006, ternyata Departemen Agama menjadi salah satu "kontributor" rekening liar secara signifikan, baik secara kuantitas maupun nilai saldo rekeningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Agama memiliki 98 rekening dengan nilai saldo Rp 4,2 triliun. Beberapa rekening itu bahkan memiliki bersaldo yang tidak sedikit. Di rekening deposito misalnya, ada saldo yang mencapai Rp400 miliar milik Departemen Agama atas nama Perjalanan Haji Indonesia yang tersimpan pada Bank Mandiri. Masih di bank yang sama juga tersimpan saldo depositor RpSOO miliar dengan nomor rekening berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan dari 10 rekening deposito Departemen Agama pada Bank Mandiri merupakan dana haji. Nilainya tidak tanggung-tanggung lebih dari Rp 64,5 miliar. Rekening itu atas nama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Perjalanan Haji Indonesia, dan Badan Pengelola Dana Abadi Umat (DAU). Bila saja saldo deposito tersebut mengendap selama setahun dengan bunga sekitar 7 persen, maka bunga saja mencapai Rp 4,5 miliar lebih atau bunga per bulan lebih dari Rp 376 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan dikira saldo-saldo yang ada dalam rekening Departemen Agama jumlahnya selalu besar. Ada juga yang jumlahnya sangat kecil. Satu rekening giro yang ada di Bank Mandiri yang ditujukan untuk proyek pembangunan kerukunan hidup umat beragama saldo yang tersisa hanya Rp 0,51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara rekening-rekening itu ada nomor rekening yang dibuka atas nama Menteri Agama RI yang jumlahnya mencapai Rp4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.bpk.go.id/berita_content.php?lang=id&amp;nid=1080&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1299264686062723517?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1299264686062723517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/dana-haji-depag-mencapai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1299264686062723517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1299264686062723517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/dana-haji-depag-mencapai.html' title='Dana Haji Depag Mencapai'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-3098886184969044076</id><published>2011-01-03T06:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T07:01:40.088-08:00</updated><title type='text'>ETIKA</title><content type='html'>Berikut ini merupakan berberapa contoh upaya perusahaan / organisasi dalam menghindari benturan kepentingan :&lt;br /&gt;1. Menghindarkan diri dari tindakan dan situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mengusahakan lahan pribadi untuk digunakan sebagai kebun perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemupukan.&lt;br /&gt;3. Menyewakan properti pribadi kepada perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemeliharaan.&lt;br /&gt;4. Memiliki bisnis pribadi yang sama dengan perusahaan.&lt;br /&gt;5. Menghormati hak setiap insan perusahaan untuk memiliki kegiatan di luar jam kerja, yang sah, di luar pekerjaan dari perusahaan, dan yang bebas dari benturan dengan kepentingan.&lt;br /&gt;6. Mengungkapkan dan melaporkan setiap kepentingan dan atau kegiatan-kegiatan di luar pekerjaan dari perusahaan, yaitu:&lt;br /&gt;• Kepada atasan langsung bagi karyawan,&lt;br /&gt;• Kepada Pemegang Saham bagi Komisaris, dan&lt;br /&gt;• Kepada Komisaris dan Pemegang Saham bagi Direksi.&lt;br /&gt;7. Menghindarkan diri dari memiliki suatu kepentingan baik keuangan maupun non-keuangan pada organisasi / perusahaan yang merupakan pesaing, antara lain :&lt;br /&gt;• Menghindari situasi atau perilaku yang dapat menimbulkan kesan atau spekulasi atau kecurigaan akan adanya benturan kepentingan.&lt;br /&gt;• Mengungkapkan atau melaporkan setiap kemungkinan (potensi) benturan kepentingan pada suatu kontrak atau sebelum kontrak tersebut disetujui.&lt;br /&gt;• Tidak akan melakukan investasi atau ikatan bisnis pada individu dan pihak lain yang mempunyai keterkaitan bisnis dengan baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;8. Tidak akan memegang jabatan pada lembaga-lembaga atau institusi lain di luar perusahaan dalam bentuk apapun, kecuali telah mendapat persetujuan tertulisdari yang berwenang. &lt;br /&gt;2. ETIKA DALAM TEMPAT KERJA&lt;br /&gt;Dunia kerja memang menyimpan banyak sisi, secara positif orang memang menaruh harapan dari dunia kerja yaitu untuk memenuhi keperluan hidupnya. Namun tuntutan pekerjaan pun bila tidak dihadapi dengan baik dapat membawa tekanan bagi pekerja sendiri. Menyikapi hal tersebut mungkin ada hubungannya dengan fenomena maraknya kegiatan eksekutif bisnis mendalami nilai-nilai agama. Mereka mengikuti aktivitas keagamaan seperti tasawuf, kebaktian bersama dan lainnya untuk mengkaji dan mengaplikasikan nilai-nilai luhuryang selama ini kerap hilang dari dunia kerja. &lt;br /&gt;Kemerosotan nilai dalam dunia kerja juga diakui oleh ahli filsafat Franz Magnis Suseno, bahwa etika dalam tempat kerja mulai tergeser oleh kepentingan pencapaian keuntungan secepat-cepatnya. Eika sudah tidak ada lagi dan kegiatanekonomi hanya dimaknakan sebagai usaha mencari uang dengan cepat. Akibatnya, perusahaan memberlakukan karyawan dengan buruk dan tidak menghormati setiap pribadi.&lt;br /&gt;Etika dalam profesionalisme bisnis. Ada dua hal yang terkandung dalam etika bisnis yaitu kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan diterjemahkan kepada bagaimana mengembalikan kejujuran dalam dunia kerja dan menolak stigma lama bahwa kepintaran berbisnis diukur dari kelihaian memperdayasaingan. Sedangkan tanggung jawab diarahkan atas mutu output sehingga insan bisnis jangan puas hanya terhadap kualitas kerja yang asal-asalan.&lt;br /&gt;Dalam pandangan rasional tentang perusahaan, kewajiban moral utama pegawai adalah untuk bekerja mencapai tujuan perusahaan dan menghindari kegiatan-kegiatanyang mungkin mengancam tujuan tersebut. Jadi, bersikap tidak etis berarti menyimpang dari tujuan-tujuan tersebut dan berusaha meraih kepentingan sendiri dalam cara-cara yang jika melanggar hukum dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk “kejahatan kerah putih”. &lt;br /&gt;Adapun beberapa praktik di dalam suatu pekerjaan yang dilandasi dengan etika dengan berinteraksi di dalam suatu perusahaan, misalnya:&lt;br /&gt;1. Etika Terhadap Saingan&lt;br /&gt;Kadang-kadang ada produsen berbuat kurang etis terhadap saingan dengan menyebarkan rumor, bahwa produk saingan kurang bermutu atau juga terjadi produk saingan dirusak dan dijual kembali ke pasar, sehingga menimbulkan citra negatifdari pihak konsumen. &lt;br /&gt;2. Etika Hubungan dengan Karyawan&lt;br /&gt;Di dalam perusahaan ada aturan-aturan dan batas-batas etika yang mengatur hubungan atasan dan bawahan, Atasan harus ramah dan menghormati hak-hak bawahan, Karyawan diberi kesempatan naik pangkat, dan memperoleh penghargaan.&lt;br /&gt;3. Etika dalam hubungan dengan publik&lt;br /&gt;Hubungan dengan publik harus dujaga sebaik mungkin, agar selalu terpelihara hubungan harmonis. Hubungan dengan public ini menyangkut pemeliharaan ekologi, lingkungan hidup. Hal ini meliputi konservasi alam, daur ulang dan polusi. Menjaga kelestarian alam, recycling (daur ulang) produk adalah uasha-usaha yang dapat dilakukan perusahaan dalam rangka mencegah polusi, dan menghemat sumber daya alam.&lt;br /&gt;2. AKTIVITAS BISNIS INTERNASIONAL – MASALAH BUDAYA&lt;br /&gt;Bagaimana cara dan perilaku manusia melakukan sesuatu serta bagaimana suatu kelompok individu membentuk kebiasaan. Kepemimpinan berperan sebagai motor yang harus mampu mencetuskan dan menularkan kebiasaaan produktif di lingkungan organisasi. Maka dengan demikian, masalah budaya perusahaan bukanlah hanya apa yang akan dikerjakan sekolompok individu melainkan juga bagaimana cara dan tingkah laku mereka pada saat mengerjakan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam membentuk budaya perusahaan. Hal itu bukanlah sesuatu yang kabur dan hambar, melainkan sebuah gambaran jelas dan konkrit. Jadi, budaya itu adalah tingkah laku, yaitu cara individu bertingkah laku dalam mereka melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan, bila sama-sama kita telaah kebanyakan perusahaan sekarang ini. Para pemimpin yang bergelimang dengan fasilitas dan berbagai kondisi kemudahan. Giliran situasinya dibalik dengan perjuangan dan persaingan, mereka mengeluh dan malah sering mengumpat bahwa itu semua karena SDM kita yang tidak kompeten dan tidak mampu. Mereka sendirilah yang membentuk budaya itu (masalah budaya). Semua karena percontohan, penularan dan panutan dari masing-masing pemimpin. Maka timbul paradigma, mengubah budaya perusahaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya prilaku. Dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya prilaku yang tidak etis.&lt;br /&gt;3. AKUNTABILITAS SOSIAL&lt;br /&gt;Tujuan Akuntanbilitas Sosial, antara lain :&lt;br /&gt;a. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan&lt;br /&gt;b. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya, mencakup : financial dan managerial social accounting, social auditing.&lt;br /&gt;c. Untuk menginternalisir biaya sosial dan manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.&lt;br /&gt;Salah satu alasan utama kemajuan akuntabilitas sosial menjadi lambat yaitu kesulitan dalam pengukuran kontribusi dan kerugian. Prosesnya terdiri dari atas tiga langkah, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Menentukan biaya dan manfaat sosial&lt;br /&gt;Sistem nilai masyarakat merupakan faktor penting dari manfaat dan biaya sosial. Masalah nilai diasumsikan dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis standar masyarakat dan mengidentifikasikan kontribusi dan kerugian secara spesifik&lt;br /&gt;2. Kuantifikasi terhadap biaya dan manfaat&lt;br /&gt;Saat aktivitas yang menimbulkan biaya dan manfaat sosial ditentukan dan kerugian serta kontribusi&lt;br /&gt;3. Menempatkan nilai moneter pada jumlah akhir.&lt;br /&gt;Tanggung Jawab Sosial Bisnis&lt;br /&gt;Dunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada suatu tanggungjawab social yang dipikul oleh bisnis. Banyak kritik dilancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.&lt;br /&gt;Banyak timbul perbedaan pendapat mengenai bahwa tanggungjawab bisnis hanya terbatas sampai menghasilakan barang dan jasa buat konsumen dengan harga yang murah, atau juga ada yang mengatakan tanggungjawab bisnis adalah jangan mengambil keuntungan besar, tetapi yang sewajarnya.&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis juga semua orang tidak mengharapkan memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya, banyak praktik manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri, karena masalahnya nilai etika hanya ada di dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan hokum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupannya baik dalam duniawi maupun akhirat. &lt;br /&gt;3. MANAJEMEN KRISIS&lt;br /&gt;Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis.&lt;br /&gt;Kejadian buruk dan krisis yang melanda dunia bisnis dapat mengambil beragam bentuk. Mulai dari bencana alam seperti Tsunami, musibah teknologi (kebakaran, kebocoran zat-zat berbahaya) sampai kepada karyawan yang mogok kerja. Segala kejadian buruk dan krisis, berpotensi menghentikan proses normal bisnis yang telah dan sedang berjalan, membutuhkan penanganan yang segera (immediate) dari pihak manajemen. Penanganan yang segera ini kita kenal sebagai manajemen krisis (crisis management).&lt;br /&gt;Saat ini, manajemen krisis dinobatkan sebagai new corporate discipline. Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Pendekatan yang dikelola dengan baik sebagai respon terhadap kejadian itu terbukti secara signifikan sangat membantu meyakinkan para pekerja, pelanggan, mitra, investor, dan masyarakat luas akan kemampuan organisasi melewati masa krisis.&lt;br /&gt;Aspek dalam Penyusunan Rencana Bisnis&lt;br /&gt;Setidaknya terdapat enam aspek yang mesti kita perhatikan jika kita ingin menyusun rencana bisnis yang lengkap. Yaitu tindakan untuk menghadapi :&lt;br /&gt;1. Situasi darurat (emergency response),&lt;br /&gt;2. Skenario untuk pemulihan dari bencana (disaster recovery),&lt;br /&gt;3. Skenario untuk pemulihan bisnis (business recovery),&lt;br /&gt;4. Strategi untuk memulai bisnis kembali (business resumption),&lt;br /&gt;5. Menyusun rencana-rencana kemungkinan (contingency planning), dan&lt;br /&gt;6. Manajemen krisis (crisis management).&lt;br /&gt;Penanganan Krisis&lt;br /&gt;Pada hakekatnya dalam setiap penanganan krisis, perusahaan perlu membentuk tim khusus. Tugas utama tim manajemen krisis ini terutama adalah mendukung para karyawan perusahaan selama masa krisis terjadi. Kemudian menentukan dampak dari krisis yang terjadi terhadap operasi bisnis yang berjalan normal, dan menjalin hubungan yang baik dengan media untuk mendapatkan informasi tentang krisis yang terjadi. Sekaligus menginformasikan kepada pihak-pihak yang terkait terhadap aksi-aksi yang diambil perusahaan sehubungan dengan krisis yang terjadi.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi krisis dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin mesti mengetahui tujuan dan strategi yang jelas untuk mengatasai krisis. Tentu harus dilandasi oleh rasa optimisme terhadap penyelesaian krisis. Mintalah dukungan dari semua orang, dan tunjukkan bahwa perusahaan mampu menghadapi krisis yang terjadi ini dengan baik. Tenangkan hati mereka. Ajaklah seluruh anggota organisasi untuk terlibat dalam mencari dan menjalani solusi krisis yang telah disusun bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-3098886184969044076?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/3098886184969044076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/etika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3098886184969044076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3098886184969044076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/etika.html' title='ETIKA'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-607351207439649066</id><published>2011-01-03T06:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T06:59:30.695-08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN KRISIS</title><content type='html'>Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis.&lt;br /&gt;Kejadian buruk dan krisis yang melanda dunia bisnis dapat mengambil beragam bentuk. Mulai dari bencana alam seperti Tsunami, musibah teknologi (kebakaran, kebocoran zat-zat berbahaya) sampai kepada karyawan yang mogok kerja. Segala kejadian buruk dan krisis, berpotensi menghentikan proses normal bisnis yang telah dan sedang berjalan, membutuhkan penanganan yang segera (immediate) dari pihak manajemen. Penanganan yang segera ini kita kenal sebagai manajemen krisis (crisis management).&lt;br /&gt;Saat ini, manajemen krisis dinobatkan sebagai new corporate discipline. Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Pendekatan yang dikelola dengan baik sebagai respon terhadap kejadian itu terbukti secara signifikan sangat membantu meyakinkan para pekerja, pelanggan, mitra, investor, dan masyarakat luas akan kemampuan organisasi melewati masa krisis.&lt;br /&gt;Aspek dalam Penyusunan Rencana Bisnis&lt;br /&gt;Setidaknya terdapat enam aspek yang mesti kita perhatikan jika kita ingin menyusun rencana bisnis yang lengkap. Yaitu tindakan untuk menghadapi :&lt;br /&gt;1. Situasi darurat (emergency response),&lt;br /&gt;2. Skenario untuk pemulihan dari bencana (disaster recovery),&lt;br /&gt;3. Skenario untuk pemulihan bisnis (business recovery),&lt;br /&gt;4. Strategi untuk memulai bisnis kembali (business resumption),&lt;br /&gt;5. Menyusun rencana-rencana kemungkinan (contingency planning), dan&lt;br /&gt;6. Manajemen krisis (crisis management).&lt;br /&gt;Penanganan Krisis&lt;br /&gt;Pada hakekatnya dalam setiap penanganan krisis, perusahaan perlu membentuk tim khusus. Tugas utama tim manajemen krisis ini terutama adalah mendukung para karyawan perusahaan selama masa krisis terjadi. Kemudian menentukan dampak dari krisis yang terjadi terhadap operasi bisnis yang berjalan normal, dan menjalin hubungan yang baik dengan media untuk mendapatkan informasi tentang krisis yang terjadi. Sekaligus menginformasikan kepada pihak-pihak yang terkait terhadap aksi-aksi yang diambil perusahaan sehubungan dengan krisis yang terjadi.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi krisis dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin mesti mengetahui tujuan dan strategi yang jelas untuk mengatasai krisis. Tentu harus dilandasi oleh rasa optimisme terhadap penyelesaian krisis. Mintalah dukungan dari semua orang, dan tunjukkan bahwa perusahaan mampu menghadapi krisis yang terjadi ini dengan baik. Tenangkan hati mereka. Ajaklah seluruh anggota organisasi untuk terlibat dalam mencari dan menjalani solusi krisis yang telah disusun bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-607351207439649066?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/607351207439649066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/manajemen-krisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/607351207439649066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/607351207439649066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/manajemen-krisis.html' title='MANAJEMEN KRISIS'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-5404793900546930000</id><published>2011-01-03T06:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T06:57:30.356-08:00</updated><title type='text'>AKUNTABILITAS SOSIAL</title><content type='html'>Tujuan Akuntanbilitas Sosial, antara lain :&lt;br /&gt;a. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan&lt;br /&gt;b. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya, mencakup : financial dan managerial social accounting, social auditing.&lt;br /&gt;c. Untuk menginternalisir biaya sosial dan manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.&lt;br /&gt;Salah satu alasan utama kemajuan akuntabilitas sosial menjadi lambat yaitu kesulitan dalam pengukuran kontribusi dan kerugian. Prosesnya terdiri dari atas tiga langkah, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Menentukan biaya dan manfaat sosial&lt;br /&gt;Sistem nilai masyarakat merupakan faktor penting dari manfaat dan biaya sosial. Masalah nilai diasumsikan dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis standar masyarakat dan mengidentifikasikan kontribusi dan kerugian secara spesifik&lt;br /&gt;2. Kuantifikasi terhadap biaya dan manfaat&lt;br /&gt;Saat aktivitas yang menimbulkan biaya dan manfaat sosial ditentukan dan kerugian serta kontribusi&lt;br /&gt;3. Menempatkan nilai moneter pada jumlah akhir.&lt;br /&gt;Tanggung Jawab Sosial Bisnis&lt;br /&gt;Dunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada suatu tanggungjawab social yang dipikul oleh bisnis. Banyak kritik dilancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.&lt;br /&gt;Banyak timbul perbedaan pendapat mengenai bahwa tanggungjawab bisnis hanya terbatas sampai menghasilakan barang dan jasa buat konsumen dengan harga yang murah, atau juga ada yang mengatakan tanggungjawab bisnis adalah jangan mengambil keuntungan besar, tetapi yang sewajarnya.&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis juga semua orang tidak mengharapkan memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya, banyak praktik manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri, karena masalahnya nilai etika hanya ada di dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan hokum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupannya baik dalam duniawi maupun akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-5404793900546930000?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/5404793900546930000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/akuntabilitas-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5404793900546930000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5404793900546930000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/akuntabilitas-sosial.html' title='AKUNTABILITAS SOSIAL'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7136963988843348713</id><published>2011-01-03T06:48:00.001-08:00</published><updated>2011-01-03T06:48:52.615-08:00</updated><title type='text'>ETIKA DALAM TEMPAT KERJA</title><content type='html'>Dunia kerja memang menyimpan banyak sisi, secara positif orang memang menaruh harapan dari dunia kerja yaitu untuk memenuhi keperluan hidupnya. Namun tuntutan pekerjaan pun bila tidak dihadapi dengan baik dapat membawa tekanan bagi pekerja sendiri. Menyikapi hal tersebut mungkin ada hubungannya dengan fenomena maraknya kegiatan eksekutif bisnis mendalami nilai-nilai agama. Mereka mengikuti aktivitas keagamaan seperti tasawuf, kebaktian bersama dan lainnya untuk mengkaji dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang selama ini kerap hilang dari dunia kerja.&lt;br /&gt;Kemerosotan nilai dalam dunia kerja juga diakui oleh ahli filsafat Franz Magnis Suseno, bahwa etika dalam tempat kerja mulai tergeser oleh kepentingan pencapaian keuntungan secepat-cepatnya. Eika sudah tidak ada lagi dan kegiatan ekonomi hanya dimaknakan sebagai usaha mencari uang dengan cepat. Akibatnya, perusahaan memberlakukan karyawan dengan buruk dan tidak menghormati setiap pribadi.&lt;br /&gt;Etika dalam profesionalisme bisnis. Ada dua hal yang terkandung dalam etika bisnis yaitu kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan diterjemahkan kepada bagaimana mengembalikan kejujuran dalam dunia kerja dan menolak stigma lama bahwa kepintaran berbisnis diukur dari kelihaian memperdayasaingan. Sedangkan tanggung jawab diarahkan atas mutu output sehingga insan bisnis jangan puas hanya terhadap kualitas kerja yang asal-asalan.&lt;br /&gt;Dalam pandangan rasional tentang perusahaan, kewajiban moral utama pegawai adalah untuk bekerja mencapai tujuan perusahaan dan menghindari kegiatan-kegiatan yang mungkin mengancam tujuan tersebut. Jadi, bersikap tidak etis berarti menyimpang dari tujuan-tujuan tersebut dan berusaha meraih kepentingan sendiri dalam cara-cara yang jika melanggar hukum dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk “kejahatan kerah putih”.&lt;br /&gt;Adapun beberapa praktik di dalam suatu pekerjaan yang dilandasi dengan etika dengan berinteraksi di dalam suatu perusahaan, misalnya:&lt;br /&gt;1. Etika Terhadap Saingan&lt;br /&gt;Kadang-kadang ada produsen berbuat kurang etis terhadap saingan dengan menyebarkan rumor, bahwa produk saingan kurang bermutu atau juga terjadi produk saingan dirusak dan dijual kembali ke pasar, sehingga menimbulkan citra negatif dari pihak konsumen.&lt;br /&gt;2. Etika Hubungan dengan Karyawan&lt;br /&gt;Di dalam perusahaan ada aturan-aturan dan batas-batas etika yang mengatur hubungan atasan dan bawahan, Atasan harus ramah dan menghormati hak-hak bawahan, Karyawan diberi kesempatan naik pangkat, dan memperoleh penghargaan.&lt;br /&gt;3. Etika dalam hubungan dengan publik&lt;br /&gt;Hubungan dengan publik harus dujaga sebaik mungkin, agar selalu terpelihara hubungan harmonis. Hubungan dengan public ini menyangkut pemeliharaan ekologi, lingkungan hidup. Hal ini meliputi konservasi alam, daur ulang dan polusi. Menjaga kelestarian alam, recycling (daur ulang) produk adalah uasha-usaha yang dapat dilakukan perusahaan dalam rangka mencegah polusi, dan menghemat sumber daya alam.&lt;br /&gt;2. AKTIVITAS BISNIS INTERNASIONAL – MASALAH BUDAYA&lt;br /&gt;Bagaimana cara dan perilaku manusia melakukan sesuatu serta bagaimana suatu kelompok individu membentuk kebiasaan. Kepemimpinan berperan sebagai motor yang harus mampu mencetuskan dan menularkan kebiasaaan produktif di lingkungan organisasi. Maka dengan demikian, masalah budaya perusahaan bukanlah hanya apa yang akan dikerjakan sekolompok individu melainkan juga bagaimana cara dan tingkah laku mereka pada saat mengerjakan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam membentuk budaya perusahaan. Hal itu bukanlah sesuatu yang kabur dan hambar, melainkan sebuah gambaran jelas dan konkrit. Jadi, budaya itu adalah tingkah laku, yaitu cara individu bertingkah laku dalam mereka melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan, bila sama-sama kita telaah kebanyakan perusahaan sekarang ini. Para pemimpin yang bergelimang dengan fasilitas dan berbagai kondisi kemudahan. Giliran situasinya dibalik dengan perjuangan dan persaingan, mereka mengeluh dan malah sering mengumpat bahwa itu semua karena SDM kita yang tidak kompeten dan tidak mampu. Mereka sendirilah yang membentuk budaya itu (masalah budaya). Semua karena percontohan, penularan dan panutan dari masing-masing pemimpin. Maka timbul paradigma, mengubah budaya perusahaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya prilaku. Dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya prilaku yang tidak etis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7136963988843348713?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7136963988843348713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/etika-dalam-tempat-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7136963988843348713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7136963988843348713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/etika-dalam-tempat-kerja.html' title='ETIKA DALAM TEMPAT KERJA'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2068090899084620868</id><published>2011-01-03T05:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T06:45:59.037-08:00</updated><title type='text'>Tatanan Ekonomi</title><content type='html'>Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Langkah apa yang harus ditempuh?&lt;br /&gt;Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian, pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi.&lt;br /&gt;Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Tindakan mark-up, ingkar janji, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.&lt;br /&gt;Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutan yang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2068090899084620868?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2068090899084620868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/tatanan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2068090899084620868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2068090899084620868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/tatanan-ekonomi.html' title='Tatanan Ekonomi'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6662551935373715561</id><published>2011-01-01T05:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T05:54:15.597-08:00</updated><title type='text'>Tugas ke 3 Etika Profesi Akuntansi</title><content type='html'>Benturan kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.&lt;br /&gt;Perusahaan menerapkan kebijakan bahwa personilnya harus menghindari investasi, asosiasi atau hubungan lain yang akan mengganggu, atau terlihat dapat mengganggu, dengan penilaian baik mereka berkenaan dengan kepentingan terbaik perusahaan. Sebuah situasi konflik dapat timbul manakala personil mengambil tindakan atau memiliki kepentingan yang dapat menimbulkan kesulitan bagi mereka untuk melaksanakan pekerjaannya secara obyektif dan efektif.&lt;br /&gt;Benturan kepentingan juga muncul manakala seorang karyawan, petugas atau direktur, atau seorang anggota dari keluarganya, menerima tunjangan pribadi yang tidak layak sebagai akibat dari kedudukannya dalam perusahaan. Apabila situasi semacam itu muncul, atau apabila individu tidak yakin apakah suatu situasi merupakan benturan kepentingan, ia harus segera melaporkan hal-hal yang terkait dengan situasi tersebut kepada petugas kepatuhan perusahaan. Apabila manajemen senior perusahaan menetapkan bahwa situasi tersebut menimbulkan benturan kepentingan, mereka harus segera melaporkan benturan kepentingan tersebut kepada komite pemeriksa.&lt;br /&gt;Berikut ini merupakan berberapa contoh upaya perusahaan / organisasi dalam menghindari benturan kepentingan :&lt;br /&gt;1. Menghindarkan diri dari tindakan dan situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mengusahakan lahan pribadi untuk digunakan sebagai kebun perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemupukan.&lt;br /&gt;3. Menyewakan properti pribadi kepada perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemeliharaan.&lt;br /&gt;4. Memiliki bisnis pribadi yang sama dengan perusahaan.&lt;br /&gt;5. Menghormati hak setiap insan perusahaan untuk memiliki kegiatan di luar jam kerja, yang sah, di luar pekerjaan dari perusahaan, dan yang bebas dari benturan dengan kepentingan.&lt;br /&gt;6. Mengungkapkan dan melaporkan setiap kepentingan dan atau kegiatan-kegiatan di luar pekerjaan dari perusahaan, yaitu:&lt;br /&gt;• Kepada atasan langsung bagi karyawan,&lt;br /&gt;• Kepada Pemegang Saham bagi Komisaris, dan&lt;br /&gt;• Kepada Komisaris dan Pemegang Saham bagi Direksi.&lt;br /&gt;7. Menghindarkan diri dari memiliki suatu kepentingan baik keuangan maupun non-keuangan pada organisasi / perusahaan yang merupakan pesaing, antara lain :&lt;br /&gt;• Menghindari situasi atau perilaku yang dapat menimbulkan kesan atau spekulasi atau kecurigaan akan adanya benturan kepentingan.&lt;br /&gt;• Mengungkapkan atau melaporkan setiap kemungkinan (potensi) benturan kepentingan pada suatu kontrak atau sebelum kontrak tersebut disetujui.&lt;br /&gt;• Tidak akan melakukan investasi atau ikatan bisnis pada individu dan pihak lain yang mempunyai keterkaitan bisnis dengan baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;8. Tidak akan memegang jabatan pada lembaga-lembaga atau institusi lain di luar perusahaan dalam bentuk apapun, kecuali telah mendapat persetujuan tertulis dari yang berwenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6662551935373715561?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6662551935373715561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/tugas-ke-3-etika-profesi-akuntansi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6662551935373715561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6662551935373715561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2011/01/tugas-ke-3-etika-profesi-akuntansi.html' title='Tugas ke 3 Etika Profesi Akuntansi'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6410272839350758802</id><published>2010-12-29T09:54:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:56:06.708-08:00</updated><title type='text'>Kasus Audit BI: Aliran Dana YPPI</title><content type='html'>Deskripsi Singkat&lt;br /&gt;Kasus audit BI atas aliran dana YPPI merupakan salah satu kasus keuangan paling controversial pada tahun 2008, terutama karena  melibatkan serentetan nama anggota dewan gubernur BI dan anggota DPR terkemuka.  Sebagai hasil dari laporan BPK, kasus aliran dana YPPI kini telah terangkat ke meja hijau.&lt;br /&gt;Kasus Aliran dana YPPI atau YLPPI adalah murni temuan tim audit BPK. Tim tersebutlah yang menentukan rencana kerja, metode, teknik pemeriksaan, analisis maupun penetapan opini pemeriksaan kasus tersebut sesuai dngan standar pemeriksaan yang berlaku.&lt;br /&gt;Perintah pemeriksaan BI dan YPPI ini dikeluarkan oleh Anggota Pembina Keuangan Negara II (Angbintama II) dan Kepala Auditorat Keuangan Negara II (Tortama II) yang membawahi pemeriksaan BI. Selama periode bulan Februari hingga Mei 2005, Tim Audit BPK melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan BI Tahun 2004. Tim Audit BPK juga memeriksa Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) yang berdiri pada tahun 1977, karena afiliasi lembaganya dengan BI.&lt;br /&gt;Pada bulan Maret 2005, Tim Audit BPK di BI menemukan adanya asset/tanah BI yang digunakan oleh YLPPI. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut oleh Kantor Akuntan Publik Muhammad Thoha atas perbandingan kekayaan YLPPI per 31 Desember 2003 dengan posisi keuangannya per Juni 2003, diketahui adanya penurunan nilai asset sebesar Rp 93 miliar.&lt;br /&gt;Kronologis&lt;br /&gt;• Pada bulan Maret 2005, Tim Audit BPK menemukan bahwa terdapat aset/ tanah yang digunakan oleh YLPPI. BI juga menyediakan modal awal YLPPI, memberikan bantuan biaya operasionalnya serta mengawasi manajemennya.&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan dibuatnya peraturan tahun 1993 tentang penggunana asset/tanah oleh YLPPI serta hubungan terafiliasi antara YLPPI dengan BI, maka Tim Audit BPK meminta laporan keuangannya agar dapat diungkapkan dalam Laporan Keuangan BI&lt;br /&gt;• Dari perbandingan kekayaan YLPPI per 31 Desember 2003 dengan posisi keuangannya per Juni 2003, diketahui adanya penurunan nilai aset sebesar Rp 93 miliar (Informasi mengenai kekayaan YPPI per 31 Desember 2003 ini diperoleh dari Laporan Keuangannya yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mohammad Toha)&lt;br /&gt;• Juni 2005-Oktober 2006: Tim Audit BPK melakukan pendalaman dengan kasus dengan menetapkan sendiri metode, teknik, objek pengungkapan kasus, analisis, serta penetapan opini pemeriksaan.&lt;br /&gt;• Mei 2005: Tim Audit BPK melaporkan kasus Aliran Dana YPPI kepada Ketua BPK, Anwar Nasution.&lt;br /&gt;Temuan Penyimpangan&lt;br /&gt;1. Manipulasi pembukuan, baik buku YPPI maupun buku Bank Indonesia. Pada saat perubahan status YPPI dari UU Yayasan Lama ke UU No 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, kekayaan dalam pembukuan YPPI berkurang Rp 100 miliar. Jumlah Rp 100 miliar ini lebih besar dari penurunan nilai aset YPPI yang diduga semula sebesar Rp 93 miliar. Sebaliknya, pengeluaran dana YPPI sebesar Rp 100 miliar tersebut tidak tercatat pada pembukuan BI sebagai penerimaan atau utang.&lt;br /&gt;2. Menghindari Peraturan Pengenalan Nasabah Bank serta UU tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dimana dana tersebut dipindahkan dulu dari rekening YPPI di berbagai bank komersil, ke rekening yang terdapat BI, baru kemudian ditarik keseluruhan secara tunai.&lt;br /&gt;3. Penarikan dan penggunaan dana YPPI untuk tujuan berbeda dengan tujuan pendirian yayasan semula. Ini bertentangan dengan UU Yayasan, dan putusan RDG tanggal 22 Juli 2003 yang menyebutkan bahwa dana YPPI digunakan untuk pembiayaan kegiatan sosial kemsyarakatan.&lt;br /&gt;4. Penggunaan dana Rp 31,5 miliar yang diduga untuk menyuap oknum anggota DPR. Sisanya, Rp 68,5 miliar disalurkan langsung kepada individu mantan pejabat BI, atau melalui perantaranya. Diduga, dana ini digunakan untuk menyuap oknum penegak hukum untuk menangani masalah hukum atas lima orang mantan Anggota Dewan Direksi/ Dewan Gubernur BI. Padahal, kelimanya sudah mendapat bantuan hukum dari sumber resmi anggaran BI sendiri sebesar Rp 27,7 miliar. Bantuan hukum secara resmi itu disalurkan kepada para pengacara masing-masing. Dan dana Rp 68,5 miliar&lt;br /&gt;Dasar Pengambilan Dana YPPI&lt;br /&gt;• Keputusan Rapat Dewan Gubernur BI (RDG) tanggal 3 Juni 2003menetapkan agar Dewan Pengawas YLPPI menyediakan dana sebesar Rp 100 milar untuk keperluan insidentil dan mendesak di BI&lt;br /&gt;• Salah satu dari dua RDG yang dilakukan tanggal 22 Juli 2003 adalah menetapkan pembentukan Panitia Pengembangan Sosial kemasyarakatan (PPSK) untuk melakukan “penarikan, penggunaan dan penatausahaan” dana yang diambil dari YPPi tersebut.PPSK dibentuk untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka membina hubungan social kemayarakatan.&lt;br /&gt;• RDG yang kedua dilakukan pada tanggal 22 Juli 2003 menetapkan agar BI mengganti atau mengembalikan dana Rp 100 miliar yang diambilnya dari YPPI.&lt;br /&gt;Penanganan Kasus YPPI&lt;br /&gt;• 5 Juli 2005: Ketua BPK, Anwar Nasution (AN) memanggil Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah (BA). AN meminta yang bersangkutan untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan baik agar tidak menimbulkan gejolak politik maupun mengganggu karirnya sendiri atau karir semua pihak yang terkait.&lt;br /&gt;• 21 Juli 2005: Ketua BPK memberikan himbauan yang sama pada Paskah Suzetta (PS). Kala itu, PS menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI dan kemudian diangkat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Indonesia Bersatu.&lt;br /&gt;• Ketua BPK, AN, menyarankan untuk dapat menyelesaikan kasus Aliran Dana YPPI sesuai dengan aturan hukum, termasuk UU tentang Yayasan dan sistem pembukuan BI sendiri. Saran AN secara spesifik adalah: &lt;br /&gt;o agar seluruh uang YPPI dapat dikembalikan&lt;br /&gt;o agar pembukuan YPPI dapat dikoreksi kembali&lt;br /&gt;• Toleransi yang diberikan AN: &lt;br /&gt;o Memberikan jangka waktu penyelesaian oleh BI yang sama dengan tenggang waktu yang diperlukan Tim Audit BPK untuk mendalami kasus YPPI, termasuk melengkapi data dan bukti.&lt;br /&gt;o Bila uang YPPI dikembalikan dan pembukuannya dikoreksi, AN akan menulis surat kepada penegak hukum bahwa tidak ada lagi kerugian negara.&lt;br /&gt;o Toleransi AN ini tidak dpenuhi oleh para pihak tergugat.&lt;br /&gt;(http://www.bpk.go.id/web/?p=1112)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6410272839350758802?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6410272839350758802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/kasus-audit-bi-aliran-dana-yppi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6410272839350758802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6410272839350758802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/kasus-audit-bi-aliran-dana-yppi.html' title='Kasus Audit BI: Aliran Dana YPPI'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6965025043144065279</id><published>2010-12-29T09:47:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:50:05.079-08:00</updated><title type='text'>Perlukah Audit Sektor Publik</title><content type='html'>Audit sektor public tidak hanya memeriksa serta menilai kewajaran laporan keuangan sektor public, tetapi juga menilai ketaatan aparatur pemerintahan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku. Disamping itu, auditor sektor  ublic juga memeriksa dan menilai sifat-sifat hemat (ekonomis), efisien serta keefektifan dari semua pekerjaan, pelayanan atau program yang dilakukan pemerintah. Dengan demikian, bila kualitas audit sektor public rendah, akan mengakibatkan risiko tuntutan hukum (legitimasi) terhadap pejabat pemerintah dan akan muncul kecurangan, korupsi, kolusi serta berbagai ketidakberesan.&lt;br /&gt;a. Kapabilitas Teknikal Auditor&lt;br /&gt;Kualitas audit sektor public pemerintah ditentukan oleh kapabilitas teknikal auditor dan independensi auditor (Wilopo, 2001). Kapabilitas teknikal auditor telah diatur dalam standar umum pertama, yaitu bahwa staf yang ditugasi untuk melaksanakan audit harus secara kolektif memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk tugas yang disyaratkan, serta pada standar umum yang ketiga, yaitu bahwa dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Disamping standar umum, seluruh standar pekerjaan lapangan juga menggambarkan perlunya kapabilitas teknikal seorang auditor. &lt;br /&gt;b. Independensi Auditor&lt;br /&gt;Independensi auditor diperlukan karena auditor sering disebut sebagai pihak pertama dan memegang peran utama dalam pelaksanaan audit kinerja, karena auditor dapat mengakses informasi keuangan dan informasi manajemen dari organisasi yang diaudit, memiliki kemampuan professional dan bersifat independen. Walaupun pada kenyataannya prinsip independen ini sulit untuk benar-benar dilaksanakan secara mutlak, antara auditor dan auditee harus berusaha untuk menjaga independensi tersebut sehingga tujuan audit dapat tercapai. Independensi auditor merupakan salah satu dasar dalam konsep teori auditing. Dalam hal ini ada dua aspek independensi, yaitu independensi yang sesungguhnya (real independence) dari para auditor secara individual dalam menyelesaikan pekerjaannya, yang biasa disebut dengan “practitioner independence”. Real independence dari para auditor secara individual mengandung dua arti, yaitu kepercayaan diri (self reliance) dari setiap personalia dan pentingnya istilah yang berkaitan dengan opini auditor atas laporan keuangan. Aspek independensi yang kedua adalah independensi yang muncul/tampak (independence in appearance) dari para auditor sebagai kelompok profesi yang biasa disebut “profession independence”. &lt;br /&gt;Disamping dua aspek di atas, independensi memiliki tiga dimensi, yaitu independensi dalam membuat program, independensi dalam melakukan pemeriksaan dan independensi dalam membuat laporan. Independensi dalam membuat program meliputi bebas dari campur tangan dan perselisihan dengan auditee yang dimaksudkan untuk membatasi, menetapkan dan mengurangi berbagai bagian audit; bebas dari campur tangan dengan atau suatu sikap yang tidak kooperatif yang berkaitan dengan prosedur yang dipilih dan bebas dari berbagai usaha yang dikaitkan dengan pekerjaan audit untuk mereview selain dari yang diberikan dalam proses audit. &lt;br /&gt;Independensi dalam melakukan pemeriksaan meliputi akses langsung dan bebas terhadap semua buku, catatan, pejabat dan karyawan serta sumber-sumber yang berkaitan dengan kegiatan, kewajiban dan sumber daya yang diperiksa; kerja sama yang aktif dari pimpinan yang diperiksa selama pelaksanaan pemeriksaan; bebas dari berbagai usaha pihak diperiksa untuk menentukan kegiatan pemeriksaan atau untuk menentukan dapat diterimanya suatu bukti dan bebas dari kepentingan dan hubungan pribadi yang mengakibatkan pembatasan pengujian atas berbagai kegiatan dan catatan&lt;br /&gt;Independensi dalam membuat laporan meliputi bebas dari berbagai perasaan loyal atau kewajiban untuk mengurangi dampak dari fakta-fakta yang dilaporkan; pengabaian penggunaan yang sengaja atau tidak sengaja dari bahasa yang mendua dalam pernyataan fakta, pendapat dan rekomendasi serta dalam penafsirannya dan bebas dari berbagai usaha untuk menolak pertimbangan auditor sebagai kandungan yang tepat dari laporan audit, baik dalam hal yang  ublic  maupun opininya&lt;br /&gt;Jadi, untuk meningkatkan sikap independensi auditor sektor public, maka kedudukan auditor sektor  ublic baik secara pribadi maupun kelembagaan, harus terbebas dari pengaruh dan campur tangan serta terpisah dari pemerintah. Auditor yang independen dapat menyampaikan laporannya kepada semua pihak secara netral.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6965025043144065279?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6965025043144065279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/perlukah-audit-sektor-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6965025043144065279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6965025043144065279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/perlukah-audit-sektor-publik.html' title='Perlukah Audit Sektor Publik'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1745569764466420384</id><published>2010-12-29T09:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:43:48.901-08:00</updated><title type='text'>Tahapan Pelaporan</title><content type='html'>Perkembangan yang terjadisaat ini adalah tuntutan yang tinggi dari masyarakat untuk mengetahui penggunaan sumber daya public oleh pejabat-pejabat uang bertugas mengelola kekayaan public. Adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat atas transparansi pengelolaan sumber daya public, menjadi alasan yang sangat utama untuk melaporkan keseluruhan pekerjaan audit kepada pihak manajemen, lembaga legislative, dan masyarakat luas. Penyampaian hasil pekerjaan audit dapat dilakukan secara formal dalam bentuk laporan tertulis kepada lembaga legislative maupun secara informal melalui diskusi dengan pihak manajemen.&lt;br /&gt; Pengorganisaian dan pelaporan temuan audit secara tertulis akan membuat hasil pekerjaan yang telah dilakukan menjadi lebih permanen. Selain itu, laporan tertulis juga sangat penting untuk akuntabilitas public. Laporan secara tertulis merupakan sebuah ukuran yang nyata atas nilai sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor. Tanpa memandang sejauh mana profesionalisme dan kemampuan pemeriksaan yang dimiliki oleh auditor, laporan yang disajikan oleh auditor merupakan criteria yang penting bagi kesuksesan atau kegagalan pekerjaannya. &lt;br /&gt; Ada tiga (3) langkah utama yang sangat penting dalam ,mengembangkan laporan audit secara tertulis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapan (preparation)&lt;br /&gt;Pada tahap persiapan, auditor mulai mengembangkan temuan-temuan audit, menggabungkan temuan-temuan tersebut menjadi sebuah laporan yang koheren dan logis, serta menyiapkan bukti-bukti pendukung dan dokumentasi yang diperlukan.&lt;br /&gt;2. Penelaahan (review)&lt;br /&gt;Merupakan tahap analisis kritis terhadap laporan tertulis yang dilakukan oleh staf audit, review dan komentar atas laporan diberikan oleh pihak manajemen atau auditee.&lt;br /&gt;3. Pengiriman (transmission)&lt;br /&gt;Meliputi persiapan tertulis sebuah laporan yang permanen agar dapat dikirim ke lembaga yang member tugas untuk mengaudit dan kepada auditee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan audit kinerja:&lt;br /&gt;1. Laporan audit kinerja harus dirulis secara obyektif&lt;br /&gt;2. Auditor tidak boleh terlalu overstate&lt;br /&gt;3. Informasi yang disajikan harus disertai bukti yang kompeten&lt;br /&gt;4. Auditor hendaknya menulis laporan secara konstruktif, memberikan pengakuan terhadap kinerja yang baik atau buruk&lt;br /&gt;5. Auditor hendaknya mengakomodai usaha-usaha yang dilakukan oleh manajemen untuk memperbaiki kinerjanya.&lt;br /&gt;Keahlian yang perlu dimiliki oleh seorang auditor agar menghasilkan laporan yang efektif:&lt;br /&gt;1. Keahlian teknis&lt;br /&gt;2. Keahlian manajerial&lt;br /&gt;3. Keahlian interpersonal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1745569764466420384?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1745569764466420384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-pelaporan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1745569764466420384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1745569764466420384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-pelaporan.html' title='Tahapan Pelaporan'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8174002533046128970</id><published>2010-12-29T09:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:37:33.855-08:00</updated><title type='text'>Tahapan Audit</title><content type='html'>Tahapan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen yaitu :&lt;br /&gt;1. Telaah hasil-hasil program (program results review),&lt;br /&gt;2. Telaah ekonomi dan efisiensi (economy and efficiency review); dan &lt;br /&gt;3. Telaah kepatuhan (compliance review)&lt;br /&gt;Tahapan- tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai tujuan audit kinerja. Review hasil-hasil program akan membantu auditor untuk mengetahui apakah entitas telah  melakukan sesuatu yang benar (doing the right things). Review ekonomis dan efisiensi akan mengarahkan auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar tadi secara ekonomis dan efisien.&lt;br /&gt;Secara lebih rinci, komponen audit terdiri dari :&lt;br /&gt;Identifikasi Lingkungan Manajemen&lt;br /&gt;Auditor harus familiar dengan lingkungan manajemen klien untuk memahami keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi organisasi. Untuk itu auditor harus mengetahui dengan seksama dan akurat gambaran menyeluruh organisasi dari perfektif hukum, organisasi dan karyawan. Auditor mengumpulkan informasi sehubungan dengan : 1. Persyaratan hukum dan kinerja, 2. Gambaran organisasi, 3. System informasi dan pengendalian, 4. Pemahaman karyawan atas kebutuhan dan harapan.&lt;br /&gt;Perencanaan dan Tujuan&lt;br /&gt;Komponen ini berkaitan dengan review atas proses penetapan rencana dan tujuan organisasi. Auditor menguji keberadaan tujuan yang ditetapkan secara jelas dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut, serta keterkaitan antara aktivitas-aktivitas yang dilakukan dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi&lt;br /&gt;Komponen ini berkaitan dengan bagaimana sebuah unit diatur dan sumber daya dialokasikan untuk mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi menunjukkan pada otoritas formal maupun informal dan tanggung jawab yang terkait dengan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan dan Praktik&lt;br /&gt;Komponen ini mengacu pada kebijakan yang berlaku umum (kebijakan public) yang merupakan kesempatan yang dirumuskan oleh masyarakat yang diwakili oleh lembaga legislative, dan diformalkan dalam peraturan atau petunjuk administrasif yang mengacu pada sejumlah aktivitas yang harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;System dan Prosedur&lt;br /&gt;Sistem dan prosedur merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas untuk menelaah struktur pengendalian,efektivitas, ketepatan, logika dan kebutuhan suatu organisasi.&lt;br /&gt;Pengendalian dan Metode Pengendalian&lt;br /&gt;Komponen ini berhubungan dengan pengendalian intern terutama accounting control dan administrative control. Pengendalian akuntansi diperlukan untuk menyusun rencana, metode, dan prosedur organisasi untuk menjaga kekayaan perusahaan dan relibilitas data keuangan.&lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Fisik&lt;br /&gt;Komponen sumber daya manusia dan lingkungan fisik berkaitan dengan sikap karyawan, dokumentasi tentang berbagai aktivitas, dan kondisi fisik pekerjaan.&lt;br /&gt;Praktik penempatan karyawan (staffing practices)&lt;br /&gt;Komponen ini mengacu pada : 1. Metode dan prosedur yang digunakan untuk melindungi sumber daya manusia yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi, 2. Metode dan prosedur yang digunakan untuk mengatur administrasi penggajian, 3. Metode dan prosedur yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan, 4. Kebijakan dan prosedur pelatihan karyawan dan 5. Affirmative action plans, yaitu rencana-rencana tindakan yang disetujui oleh pihak-pihak tertentu. Auditor perlu mengevaluasi affirmative action plans untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan pelaksanaan rencana berjalan secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Fiscal&lt;br /&gt;Analisis fiscal diperlukan untuk menganalisis informasi keuangan yang secara langsung atau tidak langsung dapat digunakan untuk mengindikasikan efisiensi operasi, ekonomis dan efektivitas unit organisasi yang dievaluasi.&lt;br /&gt;Investigasi Khusus&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan analisis pengendalian manajemen, investigasi khusus sifatnya lebih spesifik. Investigasi ini lebih diarahkan pada usaha untuk mengevaluasi solusi alternatif yang didesain untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi atau peningkatan nilai ekonomis sebuah fungsi organisasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8174002533046128970?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8174002533046128970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-audit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8174002533046128970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8174002533046128970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-audit.html' title='Tahapan Audit'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6095507076923359357</id><published>2010-12-29T09:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:21:43.381-08:00</updated><title type='text'>Tahapan Pengenalan dan Perencanaan Audit Kinerja</title><content type='html'>Tahap pengenalan dan perencanaan terdiri dari dua elemen yaitu survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen. Pekerjaan yang dilakukan masing-masing elemen bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian (research plan) yang detail yang dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja dan mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;a. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey)&lt;br /&gt;Pada tahap survei pendahuluan auditor akan berupaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit, terutama berkaitan dengan struktur dan operasi organisasi, lingkungan manajemen, kebijakan, standar, dan prosedur kerja.&lt;br /&gt;b. Review Sistem Pengendalian (Control System Review)&lt;br /&gt;Pada audit keuangan, auditor memulai pekerjaan dengan melakukan review dan evaluasi terhadap system pengendalian intern (SPI) terutama yang berkaitan dengan prosedur akuntansinya, sedangkan pada audit kinerja, auditor harus menelaah system pengendalian manajemen atau system pengendalian administrasif dengan tujuan untuk menemukan kelemahan pengendalian yang signifikan agar menjadi perhatian manajemen dan untuk menentukan luas, sifat, dan waktu pekerjaan pemeriksaan berikutnya. &lt;br /&gt;Prosedur audit yang dilakukan paa tahap review system pengendalian secara garis besar terdiri dari tiga langkah yaitu :&lt;br /&gt;1. Menganalisis system manajemen organisasi,&lt;br /&gt;2. Membandingkannya dengan model yang ada,&lt;br /&gt;3. Mencatat dugaan terhadap setiap ketidakcocokan/ketidaksesuaian.&lt;br /&gt;Dalam me review system pengandalian, auditor dapat mengarahkan pekerjaannya dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :&lt;br /&gt;• Apakah organisasi membuat perencanaan yang cukup? Apakah strategi untuk mencapai tujuan telah ditetapkan? Apakah standar pencapaian tujuan juga telah ditetapkan?&lt;br /&gt;• Apakah organisasi sudah terstruktur dengan baik untuk menjalankan aktivitasnya? Apakah sumber daya tidak tersedia dan terdistribusi dengan baik? &lt;br /&gt;• Apakah rencana sudah dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakan?&lt;br /&gt;• Apakah kinerja telah dimonitor dengan menggunakan dasar/kriteria yang pasti? Apakah penyimpangan dari rencana semula diidentifikasikan dan dianalisis dengan hati-hati? Apakah tindakan koreksi yang tepat waktu telah dilaksanakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Pengendalian untuk Hasil-hasil Program, Penilaian Ekonomi dan Efisiensi&lt;br /&gt;Kriteria yang digunakan untuk menilai reliabilitas data dibagi dalam dua area :&lt;br /&gt;1. Proses pengumpulan, perhitungan dan pelaporan data&lt;br /&gt;• Prosedur yang ada didesain untuk memastikan fairness, dependability, dan reliability data.&lt;br /&gt;• Terdapat pengendalian dalam proses pengumpulan dan perhitungan data untuk memastikan integritas data.&lt;br /&gt;• Pengendalian yang telah ditetapkan sudah dijalankan.&lt;br /&gt;• Terdapat dokumentasi yang memadai untuk menentukan integritas data.&lt;br /&gt;2. Kecukupan pelaporan data&lt;br /&gt;• Data yang dikumpulkan dan dihitung dibuat dengan dasar yang konsisten dengan tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;• Kewajaran dan reliabilitas data disajikan dengan criteria tertentu.&lt;br /&gt;Pekerjaan audit pada tahap pengenalan dan perencanaan diharapkan mampu mempersiapkan dua buah dokumen yaitu :&lt;br /&gt;1. Memorandum analitis (analytical memorandum), berisi identifikasi kelemahan yang material dalam system pengendalian manajemen dan pembuat rekomendasi untuk perbaikan atas kelemahan tersebut.&lt;br /&gt;2. Memorandum perencanaan (planning memorandum), dibuat berdasarkan hasil review sistem pengendalian untuk menentukan sifat, luas dan waktu untuk pekerjaan audit berikutnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6095507076923359357?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6095507076923359357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-pengenalan-dan-perencanaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6095507076923359357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6095507076923359357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tahapan-pengenalan-dan-perencanaan.html' title='Tahapan Pengenalan dan Perencanaan Audit Kinerja'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4344120527732950795</id><published>2010-12-29T09:08:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T09:15:34.378-08:00</updated><title type='text'>Struktur Audit Kinerja</title><content type='html'>Audit kinerja pada dasarnya merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. Audit kinerja terdiri dari beberapa tahap diantaranya:&lt;br /&gt; a). Tahap pengenalan dan perencanaan (familiarization and planning phase).&lt;br /&gt; b). Tahap pengauditan (audit phase)&lt;br /&gt; c). Tahap Pelaporan (reporting phase)&lt;br /&gt; d). Tahap penindaklanjutan (follow-up phase)&lt;br /&gt; Sebelum melakukan audit seorang auditor harus terlebih dahulu memperoleh informasi umum organisasi guna mendapatkan pemahaman yang memadai tentang lingkukan organisasi yang diaudit, struktur organisasi, misi organisasi, proses kerja, serta system informasi dan pelaporan. Pemahaman masing-masing organisasi akan memberikan dasar untuk memperoleh penjelasan dan analisis yang lebih mendalam mengenai system pengendalian manajemen.&lt;br /&gt; Berdasarkan hasil analisis terhadap kelemahan dan kekuatan system pengendalian dan pemahaman mengenai keluasan (scope), validitas, dan reabilitas informasi kinerja yang dihasilkan oleh organisasi, auditor kemudian menetapkan criteria audit dan mengembangkan ukuran-ukuran kinerja yang tepat. Berdasarkan rencan yang telah dibuat, auditor kemudian melakukan pengauditan, mengembangkan hasil-hasil temuan audit dan membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil temuan kemudian dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang disertai dengan rekomendasi yang diusulkan oleh auditor. Rekomendasi yang diusulkan oleh auditor pada akhirnya akan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang.&lt;br /&gt; Struktur audit kinerja terdiri atas tahap pengenalan dan perencanaan, tahap pengauditan, tahap pelaporan dan tahap penindaklanjutan. Pada tahap pengenalan dilakukan survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen. Pekerjaan yang dilakukan pada survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian yang detail yang dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja dan mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;Tahap pengauditan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen, yaitu telaah hasil-hasil program, telaah ekonomi dan efisiensi dan telaah kepatuhan. Tahapan-tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai tujuan audit kinerja. Review hasil-hasil program akan membantu auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar. Review ekonomis dan efisiensi akan mengarahkan auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar secara ekonomis dan efisien. Review kepatuhan akan membantu auditor untuk menentukan apakah entitas telah melakukan segala sesuatu dengan cara-cara yang benar, sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku. Masing-masing elemen tersebut dapat dijalankan sendiri-sendiri atau secara bersama-sama, tergantung pada sumber daya yang ada dan pertimbangan waktu.&lt;br /&gt;Tahap pelaporan merupakan tahapan yang harus dilaksanakan karena adanya tuntutan yang tinggi dari masyarakat atas pengelolaan sumber daya publik. Hal tersebut menjadi alasan utama untuk melaporkan keseluruhan pekerjaan audit kepada pihak manajemen, lembaga legislatif dan masyarakat luas. Penyampaian hasil-hasil pekerjaan audit dapat dilakukan secara formal dalam bentuk laporan tertulis kepada lembaga legislatif maupun secara informal melalui diskusi dengan pihak manajemen. Namun demikian, akan lebih baik bila laporan audit disampaikan secara tertulis, karena pengorganisasian dan pelaporan temuan-temuan audit secara tertulis akan membuat hasil pekerjaan yang telah dilakukan menjadi lebih permanen. Selain itu, laporan tertulis juga sangat penting untuk akuntabilitas publik. Laporan tertulis merupakan ukuran yang nyata atas nilai sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor. Laporan yang disajikan oleh auditor merupakan kriteria yang penting bagi kesuksesan atau kegagalan pekerjaannya.&lt;br /&gt;Tahapan yang terakhir adalah tahap penindaklanjutan, dimana tahap ini didesain untuk memastikan/memberikan pendapat apakah rekomendasi yang diusulkan oleh auditor sudah diimplentasikan. Prosedur penindaklanjutan dimulai dengan tahap perencanaan melalui pertemuan dengan pihak manajemen untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi organisasi dalam mengimplementasikan rekomendasi auditor. Selanjutnya, auditor mengumpulkan data-data yang ada dan melakukan analisis terhadap data-data tersebut untuk kemudian disusun dalam sebuah laporan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4344120527732950795?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4344120527732950795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/struktur-audit-kinerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4344120527732950795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4344120527732950795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/struktur-audit-kinerja.html' title='Struktur Audit Kinerja'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7146549463754486949</id><published>2010-12-12T04:38:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T04:40:06.520-08:00</updated><title type='text'>PETUNJUK-PETUNJUK DALAM PERANCANGAN DOKUMEN DASAR</title><content type='html'>1. Kertas yang dipergunakan&lt;br /&gt;Penampilan dari dokumen dasar&lt;br /&gt;Banyaknya dokumen dasar tersebut yang ditangani lingkungan-lingkungannya, dll&lt;br /&gt;2. Ukuran dari dokumen dasar&lt;br /&gt;Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standard an banyak dijual&lt;br /&gt;3. Warna yang digunakan&lt;br /&gt;Penggunaan warna akan membantu dalam mengindentifikasi dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan&lt;br /&gt;4. Judul dokumen dasar&lt;br /&gt;Dokumen dasar harus diberi judul yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut&lt;br /&gt;5. Nomor dokumen dasar&lt;br /&gt;Dapat digunakan untuk menunjukkan keunikannya&lt;br /&gt;6. Nomor urut dokumen dasar&lt;br /&gt;Digunakan untuk pelacakan pemeriksaan dan untuk pengarsipan&lt;br /&gt;7. Nomor dan jumlah halaman&lt;br /&gt;Agar dapat mengetahui nomor atau halam yang hilang&lt;br /&gt;8. Spasi&lt;br /&gt;9. Pembagian area&lt;br /&gt;Memudahkan untuk mencarinya guna pengisian atau pencarian data&lt;br /&gt;10. Caption&lt;br /&gt;Kata-kata yang dicatat di dalam dokumen dasar untuk menunjukkan siapa yang harus mengisi dan data apa yang harus diisikan&lt;br /&gt;11. Instruksi di dalam dokumen dasar&lt;br /&gt;Harus berisi instruksi-instruksi yang jelas bagi pengisi untuk menuliskan data tanpa harus bertanya lagi&lt;br /&gt;12. Jendela di amplop&lt;br /&gt;Berupa jalur distribusi urut dan jalur distribusi serentak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7146549463754486949?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7146549463754486949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/petunjuk-petunjuk-dalam-perancangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7146549463754486949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7146549463754486949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/petunjuk-petunjuk-dalam-perancangan.html' title='PETUNJUK-PETUNJUK DALAM PERANCANGAN DOKUMEN DASAR'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4690318875802704915</id><published>2010-12-10T05:59:00.001-08:00</published><updated>2010-12-10T06:08:00.789-08:00</updated><title type='text'>Tidak efektif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIzWcF9cLI/AAAAAAAAAIc/xSazy-qzg4w/s1600/sideways.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIzWcF9cLI/AAAAAAAAAIc/xSazy-qzg4w/s320/sideways.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549054151465201842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candlestick tidak efektif pada pergerakan saham/indeks yang sedang mengalami konsolidasi. Konsep dasar dari semua sinyal candlestick adalah trend mengalami reversal atau trend terus berlanjut. Artinya bahwa ketika melihat candle yang panjang kita bisa memprediksi sedang terjadi trend yang cukup kuat. Misalnya pada pola Three White Soldier, Three Black Crows, Bullish Engulfing, Bearish Harami. Penjelasan dari pola-pola tersebut terdapat pada Bab Landasan Teori.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Gambar sebelah kiri menunjukkan trend yang meningkat, candlestick yang terbentuk berwarna putih dan selalu menghasilkan harga penutupan yang lebih tinggi dari hari sebelumnya. Sebaliknya pada gambar sebelah kanan menunjukka trend yang melemah. Candlestick yang terbentuk berwarna hitam dan selalu menghasilkan harga penutupan yang lebih rendah dari hari sebelumnya. Sinyal-sinyal candlestick biasanya terbentuk setelah terjadi trend menguat atau trend melemah yaitu dengan terbentuknya candle yang memiliki bentuk tubuh pendek (spinning tops, hammer, inverted hammer, hanging man, shooting star). Sesuai dengan pejelasan diatas, jika terbentuk pola-pola seperti itu mengindikasikan antara permintaan dan penawaran memiliki kekuatan yang berimbang. Biasanya akan terjadi pembalikan tren meskipun tidak menutup kemungkinan tren akan terus berlanjut. Namun akan menjadi masalah jika ternyata setelah tren menguat atau melemah tersebut tren yang terjadi selanjutnya adalah konsolidasi. Dibawah ini contoh pergerakan harga untuk contoh kasus diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4690318875802704915?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4690318875802704915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tidak-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4690318875802704915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4690318875802704915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/tidak-efektif.html' title='Tidak efektif'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIzWcF9cLI/AAAAAAAAAIc/xSazy-qzg4w/s72-c/sideways.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2866725800705765473</id><published>2010-12-10T05:41:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T05:49:32.744-08:00</updated><title type='text'>Permintaan Vs Penawaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIut5Uh18I/AAAAAAAAAIU/-gzmrqEqBQI/s1600/permintaan%2Bdan%2Bpenawaran.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIut5Uh18I/AAAAAAAAAIU/-gzmrqEqBQI/s320/permintaan%2Bdan%2Bpenawaran.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549049056889788354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mampu memperlihatkan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Semakin panjang candle maka semakin tidak berimbang kedua kekuatan tersebut. Semakin pendek candle yang terbentuk atau terbentuk doji, maka semakin berimbang antara kekuatan permintaan dan penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara antara kekuatan permintaan dan penawaran, semakin panjang sebuah candlestick maka hal tersebut menunjukkan salah satu dari permintaan atau oenawaran mendominasi dalam satu periode perdagangan. Sebaliknya., semakin pendek batang candlestick maka kekuatan diantara keduanya bisa dikatakan berimbang. Pejelasannya adalah ketika misalnya permintaan mendominasi, sesuai hokum permintaan penawaran, jika permintaan naik jumlah barang tetap maka harga akan naik. Namun jika kekuatan diantara keduanya berimbang maka akan berpengaruh kecil terhadap pergerakan harga. Pada buku “when to buy and Sell Candlestick Can Tell” karangan Santo Viby diistilahkan “Tubuh Pendek Vs Tubuh Panjang”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2866725800705765473?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2866725800705765473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/permintaan-vs-penawaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2866725800705765473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2866725800705765473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/permintaan-vs-penawaran.html' title='Permintaan Vs Penawaran'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIut5Uh18I/AAAAAAAAAIU/-gzmrqEqBQI/s72-c/permintaan%2Bdan%2Bpenawaran.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-5395640637130229834</id><published>2010-12-10T05:29:00.001-08:00</published><updated>2010-12-10T05:38:53.919-08:00</updated><title type='text'>Tampilan Candlestick</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIrv5qMOkI/AAAAAAAAAIM/uglJCWNHEZg/s1600/tampilan%2Bcandlestick.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 153px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIrv5qMOkI/AAAAAAAAAIM/uglJCWNHEZg/s320/tampilan%2Bcandlestick.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549045792805501506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Mudah dipahami karena secara visual terdapat perbedaan antara harga yang naik dengan harga yang turun. Artinya bahwa dengan melihat warnanya saja kita langsung bisa tahu pada hari itu atau periode waktu tersebut harga mangalami penurunan atau penguatan. Hal ini menjadi penting karena selain bentuk dari sebuah candle warna juga ikut berpengaruh terhadap sinyal yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebagai contoh, pada gambar diatas ditunjukkan dua batang candlestick yang bentuknya persis sama namun berbeda warna. Candle pertama yang berwarna putih mengindikasikan terjadinya kenaikan harga. Harga ditutup diatas level pembukaannya. Sedangkan pada candle kedua terjaadi penurunan harga. Harga ditutup dibawah level pembukaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-5395640637130229834?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/5395640637130229834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/mudah-dipahami-karena-secara-visual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5395640637130229834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5395640637130229834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/mudah-dipahami-karena-secara-visual.html' title='Tampilan Candlestick'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/TQIrv5qMOkI/AAAAAAAAAIM/uglJCWNHEZg/s72-c/tampilan%2Bcandlestick.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-9108744126857929112</id><published>2010-12-05T06:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T06:15:21.405-08:00</updated><title type='text'>Pasar Modal</title><content type='html'>Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti : menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_modal)&lt;br /&gt; Menurut Sawidji Widoatmodjo (Cara Sehat Investasi Di Pasar Modal 2000 : 13) pada dasarnya pasar modal mirip dengan pasar-pasar lain. Untuk setiap pembeli yang berhasil, selalu harus ada penjual yang berhasil. Jika orang yang ingin membeli jumlahnya lebih banyak daripada yang ingin menjual, harga akan menjadi lebih tinggi, bila tidak ada seorang pun yang ingin membeli an banyak yang mau menjual, harga akan jatuh. Sedangkan yang membedakan dengan pasar-pasar lain adalah barang yang diperdagangkan. Pasar modal memperjualbelikan dana-dana jangka panjang, yaitu dana yang keterikatannya lebih dari satu tahun.&lt;br /&gt; Menurut Bambang Susilo (Pasar Modal 2009:16) pasar modal diartikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan (surat berjangka) jangka panjang (usia jatuh temponya lebih dari satu tahun). Selain itu pasar modal juga sering diartikan sebagai tempat transaksi pihak yang membutuhkan dana (perusahaan) dan pihak yang kelebihan dana (pemodal). Dalam bukunya juga disebutkan  Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal mendefinisikan pasar modal sebagai “Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan public yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.&lt;br /&gt; Pasar modal memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Dibanyak Negara, terutama di Negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi sumber kemajuan ekonomi. Pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu Negara  karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal merupakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana(yaitu investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer, pihak yang menerbitkan efek atau emiten).&lt;br /&gt;Dengan adanya pasar modal, maka pihak yang kelebihan dana dapat menginvestasikan dananya dengan harapan mendapatkan keuntungan (return), sedangkana pihak issuer dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya sdana dari operasi perusahaan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbal hasil bagi pemilik dana, sesuai karakteristik investasi yang dipilih. Dengan adanya pasar modal, diharapkan aktivitas perekonomian dapat meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan, sehingga dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar, dan selanjutnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-9108744126857929112?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/9108744126857929112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/pasar-modal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9108744126857929112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9108744126857929112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/pasar-modal.html' title='Pasar Modal'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1939244636530114807</id><published>2010-12-05T06:10:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T06:11:19.727-08:00</updated><title type='text'>Jenis Jenis Investasi</title><content type='html'>Menurut Abdul Halim (Analisis Investasi 2005:4) Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu: investasi pada aset-aset finasial (financial assets) dan investasi pada aset-aset riil (real assets). Investasi sektor real adalah jenis investasi dengan pengadaan asset-asset contohnya seperti tanah, bangunan, mesin dan sebagainya. Investasi sektor financial adalah jenis invesatsi yang penanaman modalnya berupa instrumen-instrumen keuangan di pasar modal maupun pasar uang. Instrument-intrument itu seperti saham, obligasi, valas dan sebagainya.&lt;br /&gt; Menurut Bambang Susilo (Pasar Modal 2009:2) investasi dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada asset nyata (real asset) dan investasi pada aset financial (financial asset). Invetasi pada asset nyata contohnya seperti pembelian emas, tanah, real estate atau mendirikan perusahaan. Pada jenis investasi ini investor benar-benar melakukan investasi secara langsung mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli asset nyata. Sedangkan investasi pada asset financial adalah dengan membeli intrumen keuangan, misalnya saham, obligasi, waran, right issue. Instrument ini bukan berupa asset nyata melainkan hany berupa kertas klaim (bukti) terhadap penerbitnya.&lt;br /&gt; Dengan melihat pengertian  investasi menurut beberapa tokoh di atas maka penulis menyimpulkan secaa garis besar investasi digolongkan menjadi dua jenis, yaitu investasi pada sektor riil dan investasi pada sektor financial. Investasi pada sector riil bisa berupa pembelian emas, tanah, dan sebagainya. Sedangkan investasi pada sector financial bisa berupa pembelian saham, obligasi, dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1939244636530114807?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1939244636530114807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/jenis-jenis-investasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1939244636530114807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1939244636530114807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/jenis-jenis-investasi.html' title='Jenis Jenis Investasi'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2878485150670543641</id><published>2010-12-05T05:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T05:59:41.174-08:00</updated><title type='text'>Konsep Investasi</title><content type='html'>Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. (http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi)&lt;br /&gt;Menurut Abdul Halim (Analisis Investasi 2005:4) investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;Menurut Bambang Susilo (Pasar Modal 2009:2) invesatasi sering diartikan sebagai komitmen untuk mengalokasikan sejumlah dana pada satu atau lebih asset (pada saat ini) yang diharapkan akan memberikan return (keuntungan) dimasa yang akan dating.&lt;br /&gt;Menurut Eduardus Tandelilin (Portofolio dan Investasi 2010:2) investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa datang.&lt;br /&gt;Dari beberapa pengertian investasi menurut tokoh diatas penulis menyimpulkan bahwa pengertian dari investasi adalah pengalokasian atau penempatan dana pada asset-aset baik berupa asset financial maupun riil dengan mempertimbangkan tingkat risiko tertentu dan mengharapkan return di masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2878485150670543641?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2878485150670543641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/konsep-investasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2878485150670543641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2878485150670543641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/12/konsep-investasi.html' title='Konsep Investasi'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2390396216820565598</id><published>2010-11-30T08:37:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T08:38:16.641-08:00</updated><title type='text'>Analisis Teknis</title><content type='html'>Analisa teknis atau lebih dikenal dengan istilah analisa teknikal adalah merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume [1] Pada awalnya analisa teknikal hanya memperhitungkan pergerakan harga pasar atau instrumen yang bersangkutan, dengan asumsi bahwa harga mencerminkan seluruh faktor yang relevan sebelum seorang investor menyadarinya melalui berbagai cara lain. Analisa teknikal dapat menggunakan berbagai model dan dasar misalnya, untuk pergerakan harga digunakan metode seperti misalnya Indeks Kekuatan Relatif, Indeks pergerakan rata-rata, regresi, korelasi antar pasar dan intra pasar, siklus ataupun dengan cara klasik yaitu menganalisa pola grafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa teknikal dikenal secara luas diantara para pedagang saham (atau dikenal dengan sebutan "trader") dan para profesional dibidang keuangan, namun dalam dunia akademis dianggap sebagai pseudosains[2] or "voodoo finance;" it receives little or no direct support from academic sources and is considered akin to "astrology."[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademisi seperti Eugene Fama mengatakan bahwa pembuktian analisa teknikal ini sangat tipis dan inkonsisten yang merupakan " bentuk kekurangan " dari tehnik yang diterima secara umum yaitu Hipotesa pasar efisien [4].[5][6] Ekonom bernama Burton Malkiel berargumen bahwa "Analisa teknikal merupakan sesuatu yang diharamkan (anathema) dalam dunia akademis" dan selanjutnya ia mengatakan pula bahwa " dalam bentuknya yang merupakan hipotesa efisien pasar yang lemah maka engka tidak akan dapat memprediksi harga saham kedepannya berdasarkan harga yang lampau"."[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasar valuta asing, analisa teknis ini lebih banyak digunakan para praktisi dibandingkan penggunaan analisa fundamental .[8][9] Beberapa studi internal mengindikasikan bahwa aturan perdagangan tehnikal ini dapat menghasilkan imbal hasil yang konsisten pada periode hingga tahun 1987, [10][11][12][13] kebanyakan penelitian akademis menitik beratkan pada sifat alamiah dari posisi anomali dari pasar mata uang [14] Terdapat spekulasi bahwa anomali ini terjadi sebagai akibat dari adanya intervensi bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_teknis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2390396216820565598?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2390396216820565598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/analisis-teknis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2390396216820565598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2390396216820565598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/analisis-teknis.html' title='Analisis Teknis'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-525700774757759971</id><published>2010-11-30T07:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T08:00:33.311-08:00</updated><title type='text'>Tips Menghindari Tuntutan</title><content type='html'>Beberapa tips agar terhindar dari pengabulan tuntutan:&lt;br /&gt;1. “Buat dan implementasikan kebijakan keamanan dalam perusahaan. Kemangkan kebijakan yang jelas mengenai cara bagaimana perusahaan menjaga data, dan pastikan bahwa kebijakan tersebut didokumentasikan dengan baik.&lt;br /&gt;2. “Lakukan audit keamanan.” Pastikan perusahaan telah mengikuti kebijakan keamanan informasinya dengan cara mempekerjakan pihak ketiga untuk mengujinya. Mempekerjakan pihak ketiga dan yang obyektif untuk meninjau keamanan informasi perusahaan, dapat membantu memperbaiki hal yang selama ini dicari oleh perusahaan yaitu untuk tetap jauh dari resiko keamanan.&lt;br /&gt;3. “Mempertimbangkan keamanan dalam kontrak.” Ketika melakukan outsourcing, perusahaan harus memastikan perusahaan lain telah memiliki dan mengikuti prosedur keamanan yang memadai.&lt;br /&gt;4. “Jangan membuat janji yang tidak dapt Anda tepati.” Perusahaan seharusnya jangan pernah menjanjikan keamanan yang tidak pernah gagal, selain dari ukuran keamanan-keamanan yang wajar. Membuat janji besar dapat menyeret anda ke risiko tuntutan pelanggaran kontrak.&lt;br /&gt;5. “perhatikan peraturan-peraturan yang mempengaruhi industry perusahaan anda.” Beberapa Negara kadangkala memiliki peraturan mengenai perlindungan atas informasi pelanggan. Pastikan bahwa perusahaan mengtahui peraturan di Negara-negara tempat perusahaan menjalankan bisnisnya.&lt;br /&gt;6. “pertimbangkan untuk membeli asuransi e-commerce.” Asuransi maya melindungi dari sisiko online yang tidak dilingungi oleh asuransi dasar bisnis. Asuransi maya meliputi kejadian seperti serangan yang menyebabkan pengingkaran pelayanan, kode-kode salah yang menyesatkan, dan isi web yang tidak layak.&lt;br /&gt;7. “Perhatikan hal-hal yang dilaksanakan oleh perusahaan yang hamper sama dengan perusahaan anda.” Tetaplah mencari tahu apa yang telah dilaksanakan perusahaan lain agar anda dapat membuktikan bahawa anda melakukan usaha sebanyak yang dilakukan oran lain, dalam hal keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Buku Accounting Information System karangan Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-525700774757759971?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/525700774757759971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/tips-menghindari-tuntutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/525700774757759971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/525700774757759971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/tips-menghindari-tuntutan.html' title='Tips Menghindari Tuntutan'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-207908176252242195</id><published>2010-11-19T03:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T03:36:14.742-08:00</updated><title type='text'>Perilaku Etika Dalam Bisnis</title><content type='html'>1). Contoh penerapan moral dalam dunia bisnis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Bersaing dengan sehat untuk mencapai target bisnis&lt;br /&gt;    b. Memperhatikan kesejahteraan karyawan ataupun golongan rendah&lt;br /&gt;    c. Tidak mudah tergoda dengan godaan yang cenderung akan merugikan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Contoh penerapan etika dalam dunia bisnis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Pada saat menjelang hari raya, para anggota DPR dilarang menerima bingkisan dalam bentuk apapun(pengendalian diri)&lt;br /&gt;    b. Pada saat ramadhan, pelaku bisnis mengadakan santunan kepada anak yatim (Pengembangan tanggung jawab sosial)&lt;br /&gt;    c. menciptakan sebuah perencanaan yang akan digunakan dalam memajukan dunia bisnis kedepannya(menerapkan konsep"pembangunan berkelanjutan")&lt;br /&gt;    d. Menaati segala peraturan yang telah ditetapkan perusahaan dan menjalankannya dengan sebaik mungkin (konsekuen dan konsisten dengan aturan mainyang telah disepakati bersama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). 4 kebutuhan dasar yang harus disepakati dr sebuah profesi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. kredibilitas: alasan yang masuk akal untuk bisa dipercaya.Seseorang yang memiliki kredibilitasberarti dpt dipercayai.&lt;br /&gt;    b. Profesionalisme:komitmen para profesional trhdp profesinya. Komitmen tsb ditunjukkan dgn kebanggan dirinya sbg tenaga profesioanal.&lt;br /&gt;    c Kualitas Jasa:kualitas jasa dapat diperoleh dgn cara membandingkan antara pengharapan konsumen dgn penilaian mereka trhdap kinerja yang sebenarnya.&lt;br /&gt;    d. Kepercayaan:Suatu bentuk nyata, dimana berharganya diri sendiri. Kepercayaan dalam bisnis sangat penting karena tanpa kepercayan bisnis sulit untuk dijalani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-207908176252242195?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/207908176252242195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/perilaku-etika-dalam-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/207908176252242195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/207908176252242195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/perilaku-etika-dalam-bisnis.html' title='Perilaku Etika Dalam Bisnis'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7234858646288397049</id><published>2010-11-19T02:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T03:04:36.387-08:00</updated><title type='text'>ETIKA &amp; ETIKET</title><content type='html'>1. Pegertian Etika:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    a. Ilmu yang mempelajari apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan&lt;br /&gt;    b. Ilmu tentang apa yang berhubungan dengan hak dan kewajiban&lt;br /&gt;    c. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Contoh etika dan penerapannya di masyarakat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Berbahasa dan bertingkah laku yang baik dimanapun berada&lt;br /&gt;    b. Menggunakan pakain yang pantas sesuai dengan norma yang berlaku&lt;br /&gt;    c. Bertingkah laku yang baik&lt;br /&gt;    d. Tidak mudah emosi&lt;br /&gt;    e. Memanggil orang lain dengan sebutan yang baik&lt;br /&gt;    f. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Contoh etiket dan penerapannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara&lt;br /&gt;    b. Menatap lawan bicara pada saat berbincang&lt;br /&gt;    c. Memakai pakain yang rapi&lt;br /&gt;      dan sopan&lt;br /&gt;    d. Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi&lt;br /&gt;    e. Gunakan gerakan tubuh yang sopan dan wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pendapat mengenai Filsafat Hedonisme :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, menikmati hidup adalah hal yang paling utama. selaim itu mereka cenderung tidak memikirkan masa depan mereka sendiri, yang ada di dalam pikiran orang yang menganut paham ini adalah hidup untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran atau konsep moral dari Hedonisme adalah menyamakan kebaikan dengan kesenangan.Jadi semua kesenangan dan kenikmatan secara fisik selalu membawa kebaikan. Pandangan hidup ini mengajarkan pada pengikut atau mereka yang siap mengikutinya bahwa pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan dunia harus dikejar, dan itulah tujuan hidup yang paling hakiki bagi manusia.Pandangan hidup seperti inilah yang sekarang ini banyak dan hampir semua umat manusia meng-amininya dan menjadikannya sebagai tolok ukur dalam gaya hidup. Teori ini juga cenderung mengajarkan, bahwa untuk mendapat kesenangan dan kenikmatan dan kebahagiaan, tidak perlu menunggu di surga, karena pada dasarnya, mereka tidak mempercayai adanya kebahagiaan di surga, dan kalimat yang sering diucapkan oleh para hedonis:” kita tidak perlu pergi kesurga untuk mengalami kebahagiaan, karena di dunia ini, kenikmatan dan kebahagiaan serta kesenangan telah tersedia dan dapat kita miliki !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7234858646288397049?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7234858646288397049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/etika-etiket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7234858646288397049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7234858646288397049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/etika-etiket.html' title='ETIKA &amp; ETIKET'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-5613713589269471857</id><published>2010-11-09T07:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T08:01:02.284-08:00</updated><title type='text'>Etika</title><content type='html'>Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.[rujukan?] Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita.[rujukan?] Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.[1] Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara metodologi tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika.[rujukan?] Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.[rujukan?] Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.[rujukan?] Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).[rujukan?]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-5613713589269471857?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/5613713589269471857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/etika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5613713589269471857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5613713589269471857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/11/etika.html' title='Etika'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1206234054651146687</id><published>2010-06-02T12:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T12:43:21.694-07:00</updated><title type='text'>Kaidah dan Aturan</title><content type='html'>Pola Candlestick&lt;br /&gt;Setelah mengetahui pola-pola candlestick, maka dalam menginterpretasikan penggunaan pola-pola tersebut anada harus mengikuti kaidah dan aturan-aturan penting dari pola terbentuknya candlestick itu sendiri, sehingga menjadi dasar pertimbangan transakasi perdagangan di psar modal.&lt;br /&gt;1. Ukuran &lt;br /&gt;Ukuran besarnya candlestick mencerminkan sebuah kegiatan akumulasi ataupun distribusai dari volume dari transaksi yang sedang terjadi. Jika terjadi tambahan ukuran panjang dari sebuah candle, maka hal tersebut dapat diartikan sebagai transaksi pembelian dan akumulasi dari suatu nilai pasar. Jika terjadi pengurangan ukuran dari sebuah candle, maka dapat diartikan sedang terjadi transaksi penjualan dan distribusi suatu nilai pasar.&lt;br /&gt;2. Bentuk dan Pola&lt;br /&gt;Bentuk dari sebuah pola candlestick yang terjadi mencerminkan perilaku transaksi yang terjadi. Bisa jadi merupakan proses pembentukan arah pasar, ataupun sinyal bagi kita untuk melakukan transakasi jual atau beli.&lt;br /&gt;3. Posisi&lt;br /&gt;Posisi dari sebuah candle akan menunjukan panduan bagi kita dalam mentukan kemungkinan transaksi yang mungkin terjadi. Misalnya anada menemukan pola bullish engulfing pada sebuah trend penurunan yang sudah terjadi cukup lama, ini bisa menjadi sebuah sinyal bullish reversal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refernsi: Santo vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1206234054651146687?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1206234054651146687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/kaidah-dan-aturan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1206234054651146687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1206234054651146687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/kaidah-dan-aturan.html' title='Kaidah dan Aturan'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-924275266076467200</id><published>2010-06-02T12:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T12:20:11.892-07:00</updated><title type='text'>Candlestick Pola Ganda</title><content type='html'>Bearish Harami Cross&lt;br /&gt;Kebalikan dari pola bullish harami cross adalah bearish harami cross. Pola ini terbentuk biasanya pada puncak trend, Karena pola ini merupakan bearish reversal. Pola ini juga dapat diartikan sebagai bearish harimi-, namun candle yang terbentuk pada hari kedua adalah sebuah doji, dimana candle pada hari pertama sebuah candle putih dan panajng.&lt;br /&gt;Pola ini dapat diartikan sebagai pola ketidak pastian karena pada hari kedua terbentuk doji, yang merupakan refleksi dari ketidakpastian pasar. Antara kekuatan trader penjual dan pembeli memiliki kekuatan yang sama kuat.&lt;br /&gt;Referensi: Santo Vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-924275266076467200?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/924275266076467200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_320.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/924275266076467200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/924275266076467200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_320.html' title='Candlestick Pola Ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1778268774163728012</id><published>2010-06-02T12:09:00.001-07:00</published><updated>2010-06-02T12:09:55.278-07:00</updated><title type='text'>Candlestick Pola Ganda</title><content type='html'>Bullish harami cross&lt;br /&gt;Pola ini kirio dengan pola bearish harami, namun bedanya candle pada hari kedua berbentuk doji, sehingga disebut bearish harami cross. Pola ini dibentuk dari candle pertama yang berwarna hitam dan panjang, dan sebuah doji paa hari kedua yang keseluruhan body nya tertutp oleh candle partama.&lt;br /&gt;Sama seperti pola harami sebelumnya, pola ini juga bisa diartikan sebagai pola ketidakpastian karena trader pejual sudah mulai mengurangi aksinya dalam menekan pasar. Ditambah dengan terbentuknya doji yang merefleksikan ketidakpastian. Karena merupakan pola bullish reversal, pola ini biasanya terbentuk pada dasar trend, dan merupakan sinyal awal dimulainya uptrend.&lt;br /&gt;Referensi: Santo Vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1778268774163728012?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1778268774163728012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_1792.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1778268774163728012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1778268774163728012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_1792.html' title='Candlestick Pola Ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1567524258666700406</id><published>2010-06-02T11:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T11:29:17.842-07:00</updated><title type='text'>Candlestick Pola Ganda</title><content type='html'>Bearish Harami&lt;br /&gt;Pola ini merupakan pola kebalikan dari bullish harami, sehingga pola ini selalu berada di puncak sebuah trend. Artinya pola ini merupakan akhir dari sebuah uptrend yang akan berubah menjadi down trend. Tentu saja pola ini akan diawali dengan trend kenaikan yang panjang. Pola ini terbentuk dari dua candlestick. Pada hari pertama terbentuk candle berwarna putih dan panjang, pada hari kedua yang terbentuk adalah candle hitam pendek yang keseluruhan body nya tertutup oleh candle putih.&lt;br /&gt;Sama seperti pola bullish harami, pola ini juga menunjukan ketidakpastian, walaupun candle hari kedua berwarna hitam, namun ditutup masih diatas pembukaan hari pertama. Sehingga konfirmasi lebih lanjut diperlukan pada hari ketiga, yaitu harga harus ditutup di bawah pembukaan hari pertama.&lt;br /&gt;Referensi: Santo Vibby-wen to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1567524258666700406?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1567524258666700406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_7282.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1567524258666700406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1567524258666700406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_7282.html' title='Candlestick Pola Ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8877920032843797261</id><published>2010-06-02T10:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T10:32:06.658-07:00</updated><title type='text'>Candlestick Pola Ganda</title><content type='html'>Bullish Harami&lt;br /&gt;Pola Bullish Harami merupakan pola candlestick pola ganda yang mengindikasikan trend pembalikan dari downtrend menjadi uptrend. Sehingga pola ini selalu berada di dasar sebuah trend yang trejadi. Pola ini terbentuk dari dua buah candlestick. Candle pertama berwarna putih dan panjang, sedangkan candle kedua bentuknya lebih pendek dan keseluruhan body nya tertutup oleh candle pertama. Pola bullish harami juga bisa diartikan sebagai pola ketidakpastian. Karena pada hari kedua walaupun sudah terbentuk candle berwarna putih, namun panjang dari candle ini hanya pendek, dan masih berada dibawah pembukaan hari pertama. Sehingga dibutuhkan konfirmasi pada hari ketiga, yaitu harga harus ditutup diatas pembukaan hari pertama.&lt;br /&gt;Referensi: Santo Vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8877920032843797261?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8877920032843797261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8877920032843797261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8877920032843797261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_02.html' title='Candlestick Pola Ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-9084625463746359989</id><published>2010-06-01T02:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T02:46:30.936-07:00</updated><title type='text'>Candlestick Pola Ganda</title><content type='html'>2. Bearish Engulfing&lt;br /&gt;Pola ini diidentifikasikan sebagai pola reversal dari pola uptrend ke down trend. Pola ini terbentuk dari dua candle yang berbeda warna, putih ada hari pertama dan hitam pada hari kedua. Pada hari pertama terbentuk candle putih, namun pada hari kedua terbentuk candle warna hitam yang keseluruhan bodynya menutupi candle hari pertama. Ini menunjukkan bahwa kekuatan trader penjual sudah mulai muncul, walaupun harga di buka diatas level penutupan hari kemarin, namun harga ditutup dibawah level pembukaan hari pertama.&lt;br /&gt;Dalam tampailan pada chart, terlihat jelas candle kedua yang berwarna hitam menutup seluruh body candle hari pertama. Dalam pola bearish engulfing ini panjang ekor tidak lah terlalu penting untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;Sama seperti pola bullish engulfing, untuk menentukan pola bearish engulfing harus memperhatikan sebuah pola kecenderungan naik atau uptrend yang sedang berlangsung, dan pola ini akan terjadi pada puncak kenaikan.&lt;br /&gt;Pola ini juga merupakan salah satu pola reversal bearish yang palin solid dari pola-pola pemabalikan yang lain.&lt;br /&gt;Referensi: Santo Vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-9084625463746359989?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/9084625463746359989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9084625463746359989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9084625463746359989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda_01.html' title='Candlestick Pola Ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-5494743782917902877</id><published>2010-06-01T02:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T02:16:04.751-07:00</updated><title type='text'>Candlestick pola ganda</title><content type='html'>1. Bullish Engulfing&lt;br /&gt;Bullish engulfing merupakan salah satu pola candlestick yang terdiri dari dua candle. Pola ini diidentifikasikan sebagai pola bullish reversal dari down trend dengan dua warna yang berbeda yang solid. Dari tampilan pada chart, pola ini terjadi ketika candle kedua yang berwarna putih menutup keseluruhan dari body candle pertama yang berwarna hitam. Pada pola ini panjangnya ekor atas atau bawah tidak lah terlalu penting uantuk diperhatikan.&lt;br /&gt;Sama seperti pola-pola reversal yang lain, pola yang terjadi sebelumnya sangatlah penting untuk diperhatikan. Pada pola penurunan atau down trend, di dasar pola biasanya akan terbentuk candle hitam terlebih dahulu, namun keesokan harinya terbentuk candle putih panjang yang menutupi seluruh body candle hitam.&lt;br /&gt;Pola ini merupakan salah satu pola bullish yang paling solid dari semua pola pembalikan bullish yang ada. Pola ini juga menunjukkan minat trader pembeli pada hari ke dua sangat besar walaupun harga dibuka dibawah level penutupan hari pertama. Itu ditunjukkan dengan harga yang ditutup diatas pembukaan hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santo Vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-5494743782917902877?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/5494743782917902877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5494743782917902877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/5494743782917902877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/06/candlestick-pola-ganda.html' title='Candlestick pola ganda'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2498810733291726142</id><published>2010-05-29T03:07:00.001-07:00</published><updated>2010-05-29T03:07:59.372-07:00</updated><title type='text'>Spinning tops</title><content type='html'>Untuk mengartikan sebuah pola spinning tops, tidaklah penting membedakan warna baik hitam maupun putih. Yang terpenting dari pola ini adalah posisinya. Pola ini mengindikasikan ketidakpastian arah dari pasar untuk menentukan pergerakan arah selanjutnya, sehingga dapat dikatakan pola spinning tops merupakan pola yang netral. Namun letak dari spinning tops itu sendiri menjadi sangat penting dalam memberikan informasi bagi kita. Jika pola spinning tops terlihat setelah trend naik yang kuat, maka kemungkinan akan menjadi tenda-tanda untuk menjadi awal berbalik arah. Jika pola spinning tops terlihat setelah trens turun yang cukup lama maka ini kemungkinan menjadi sinyal harga akan segera berbalik ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada saat market bergerak kuat keatas kemudian diikut pola spinning tops atau sebuah candle putih panjang diikuti spinning tops maka dapat diindikasikan sebagai tanda-tanda reversal. Namun lagi-pola ini tetap membutuhkan konfirmasi pada hari ketiga, yaitu harga harus ditutup dibawah nilai terendah dari candlestick 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika pola spinning tops terbentuk setelah pasar bergerak turun atau terbentuk setelah candle hitam dan panjang, maka dapat diindikasikan sebagai tanda-tanda pola pembalikan/reversal. Pola seperti ini juga membutuhkan konfirmasi pada perdagangan hari ke tiga, sebelum kita memutuskan untuk masuk ke pasar. Candlestick ketiga harus ditutup diatas harga tertinggi dari candle 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santo vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2498810733291726142?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2498810733291726142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/spinning-tops.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2498810733291726142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2498810733291726142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/spinning-tops.html' title='Spinning tops'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-9072150314768151</id><published>2010-05-29T00:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T00:42:55.988-07:00</updated><title type='text'>Shooting star dan Inverted hammer</title><content type='html'>Pola shooting star merupakan pola candlestick yang mirip dengan pola hammer, namun bentuknya terbalik kebawah. Pola ini biasanya terbentuk diatas pola pergerakan uptrend. Jadi dapat dikatakan sebagai pola bearis reversal. Pola  ini mencerminkan kekuatan trader pembeli yang hendak meneruskan kenaikan nilai harga pasar, namun trader penjual berbalik menekan harga ke bawah. Namun pola seperti ini tetap membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;Sedangkan pola Inverted hammer merupakan pola candlesick yang berbentuk sama dengan shooting star, namun posisinya berada di bawah dari pergerakan sebuah trend, atau dapat juga dikatakan sebagai sinyal berakhirnya sebuah trend penurunan dan merupakan sinyal bullish reversal. Pola ini mencerminkan kekuatan trader penjual yang hendak meneruskan penurunan nilai harga pasar, namun trader pembeli berbalik menekan harga ke atas. Namun bagaimanapun juga pola seperti ini membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santo vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-9072150314768151?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/9072150314768151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/shooting-star-dan-inverted-hammer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9072150314768151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/9072150314768151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/shooting-star-dan-inverted-hammer.html' title='Shooting star dan Inverted hammer'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-3080298040620421287</id><published>2010-05-28T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T23:21:05.735-07:00</updated><title type='text'>Hammer dan Hanging Man</title><content type='html'>Candlestick Pola Tunggal (Hammer dan Hanging Man)&lt;br /&gt;Pola hammer terbentuk dengan forasi harga penutupan berada diatas harga pembukaan atau jauh diatas harga terendah. Biasanya terbentuk ekor yang panjang dibawah bodynya, panjang ekornya rata-rata 2 kali dari panjang real bodynya. Pola hammer biasanya terbentuk pada dasar pola down trend. Pola ini mencerminkan semakin berkurangnya kekuatan dari trader penjual yang hendak menekan harga pasar, sementara trader pembeli berbalik mendorong harga untuk bergerak kembali keatas dari nilai harga pembukaannya. Pola ini memberikan sinyal pembalikan arah trend yang kuat. Warna dari pola ini baik hitam maup putih tidak lah begitu penting, namun posisi dari candlenya lah yang merupakan kunci utama.&lt;br /&gt;Sementara pola hanging man memiliki bentuk yang sama dengan hammer letaknya berada di puncak dari pergerakan ke atas suatu trend naik. Bentuknya mirip dengan orang yang nggantung di sebuah chart. Hanging man juga meberikan sinyal pembalikan trend yang kuat, hanya saj posisinya yang berada di atas, pola ini merupakan kebalikan dari pola hammer. Terbentuknya pola hanging man menunjukkan bahwa kemungkinan pergerakan naik sebuah trend telah mencapai puncaknya, dan kekuatan dari trader pembeli mulai berkurang. Namun dibutuhkan konfirmasi berikutnya sebelum kita melepas saham kita. Jika candle ke tiga ditutup dibawah candle pertama, maka ini merupakan sinyal untuk keluar pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;santo vibby-when to buy and sell candlestick can tell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-3080298040620421287?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/3080298040620421287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/hammer-dan-hanging-man.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3080298040620421287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/3080298040620421287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/hammer-dan-hanging-man.html' title='Hammer dan Hanging Man'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2432687594682435784</id><published>2010-05-28T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T20:45:41.065-07:00</updated><title type='text'>Formasi Umum (Candlestick)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:113.75pt 84.95pt 84.95pt 113.75pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1714035379; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:366800264 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;      A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Spinning Tops&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Candlestick dengan ekora atas dan bawah yang panjang serta body yang kecil disebut dengan spinning tops. Satu ekor yangpanjang dapat mewakili pembalika suatu trend. Spinning tops mewakili suatu aktifitas dari pengambilan keputusan dari market.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Real body yang kecil baik berisi ataupun tidak menunjukan pergerakan yang sangat sempit dari aswal pembukaan perdagangan sampai penutupan sesi, ekornya mengindikasikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa bulls dan bears sedang aktif bertarung selama sesi trading. Walopun hanya terjadi sedikit perubahan harga pada pembukaan dan penutupan namun terjadi pergerakan harga yang cukup aktif. Dengan kata lain trader penjual maupun pembeli tidak dapat dengan pasti meraih keuntungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pola seperti ini terjadi setelah harga naik jauh keatas atau setelah membentuk candle putih dan panjang, spinning tops yang terbentuk menunjukan pola bull mengalami pelemahan dan menunjukan saat yang potensial untuk pembalikan trend. Sebaliknya setelah harga jauh bergerak kebawah atau membentuk candle hitam dan panjang, pola spinning tops yang terbentuk menunjukan pola dear mengalami pelemahan dan menunjukan saat yang potensial untuk pembalikan trend.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Doji Star&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Doji merupakan salah satu pola candlestick yang sangat penting dan dalam menunjukkan informasi dan bentuk dari doji itu sendiri merupakan bagian yang penting dari pola chart. Bentuk dari doji menunjukan bahwa nilai harga pembukaan dan pentupan adalah sama. Namun panjang dari ekor atas dan bawah bisa sangat bervariasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jika dilihat dalam pola tersendiri, doji merupakan pola yan netral dalam setiap bullish trend maupun bearish trend yang terbentuk berdasarkan harga yang terjadi, dan menunggu tahap berikutnya untu tahap berikutnya. Kata doji ditujukan pada bentuk tunggal ataupun lebih dari satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Idealnya harga pembukaan dan penutupan adalah sama. Nilai yang sama antara harga pembukaan dan penutupan ini dapat diartikan sebagai perimbangan antara kekuatan permintaan dan penjualan. Hal ini penting untuk bisa menangkap maksut inti dari candlestick yang sedang terbentuk sehingga kita dapat memaksimalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Doji memberikan gambaran dimana terjadi pertarungan sengit antara kekuatan permintaan dan penawaran. Nilai harga yang bergerak aktif terlihat dibawah dan diatas level harga pembukaan disepanjang sesi, namun pada akhir sesi harga ditutup pada level yang sama dengan harga pembukaan. Solusinya adalah menarik diri sejenak dari pasar, karena baik kekuatan permintaan dan penawaran tidak dapet memegang control dari arah pasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Doji dan Trend&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Informasi yang bisa diberikan oleh sebuah doji tergantung dari trend yang sudah terjadi. Jika setelah terjadi kenaikan suatu saham atau trend sedang menguat atau setelah terbentuk candle putih panjang dan terbentuk doji pada hari berikutnya, hal ini menunjukan kekuatan permintaan sudah mulai berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebaliknya jika setelah terjadi penurunan suatu saham ataui trend sedang melemah atau setelah terbentuk candle hitam panjang dan terbentuk doji pada hari berikutnya, hal ini menunjukan kekuatan penawaran sudah mulai berkurang. Doji menunjukkan terjadi perimbangan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Pola doji yang terbentuk sendiri tidaklah cukup untuk memberikan inforamsi, maka dari itu dibutuhkan konfirmasi lebih lanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Long White Candle + Doji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pola ini terbentuk setelah sebuah candle putih dan panjang kemudian diikuti dengan sebuah doji. Pola seperti ini mengindikasikan sudah muklai melemahnya kekuatan pembelian. Kronologinya adalah setelah terjadinya gerakan nilai harga yang meningkat dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik dan membentuk candle putih dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panjang sebelumnya, pola doji yang terbentuk kemudian mengindikasikan sinyal bahwa hasrat membeli sudah mulai melemah dab terdapat kemungkinan uptrend akan segera berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada saat tersebut dapat dikatakan market sedang mengalami kejenuhan karena berkurangnya hasrat dari trader pembeli. Oleh karena itu pola doji lebih berarti setelah sebuah pola kecenderungan atau setelah terbentuk candle putih dan panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jika setelah pola kecenderungan naik atau setelah pola candle putih dan panjang terbentuk doji, maka trader harus bersiap-siap kemungkinan akan terjadi pola evening doji star. Sebaliknya jika setelah pola kecenderungan turun atau setelah pola candle hitam dan panjang terbentuk doji, maka trader harus bersiap-siap kemungkinan akan terjadi pola morning doji star.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Long Black Candle + Doji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah gerakan nilai harga yang mengalami penurunan dan membentuk candle hitam dan panjang, maka pola doji yang terbentuk sesudahnya mengindikasikan bahawa hasrat untuk menjual sudah mulai berkurang dan downtrend kemungkinan akan segera berakhir. Walaupiun kekuatan bears sudah mulai melemah, namun konfirmasi pada perdagangan hari berikutnya sangat diperlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sinyal untuk masuk ke pasar dapat terlihat jika sesudahnya terbentuk doji di samping pola candle hitam dan panjang, atau terbentuk doji dengan gap ke bawah sesudah pola candlestick hitam dan panjang. Setelah terbentuk doji maka trader harus bersiap-siap karena kemungkinan akan terjadi pola morning doji star.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;F.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Long Legged Doji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Long legged doji merupakan pola dengan bentuk ekor atas dan ekor bawah yang sama panjang. Pola ini mengindikasikan terjadi banyaknya aktifitsa membeli atau menjual sepanjang sesi trading. Pola ini mengidikasikan bahwa nilai harga diperdagangkan setara keatas dan kebawah namun pada akhir sesi harga ditutup kembali hamper sama dengan level pembukaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dragonfly Doji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dragonfly doji terbentu jika harga pembukaan, harga tertinggi dan harga penutup berada pada level yang sama, dan harga terendah mebentuk ekor panjang ke bawah. Bentuk dari pola ini seperti huruf “T” dengan ekor bawah yang panjang dan tanpa ekor atas. Pola seperti ini mengindikasikan trader penjual mendominasi sepanjang sesi. Namun pada akhir sesi trader pembeli mulai bergerak dan mendorong harga keatas. Ekor bawah yang panjang menunjukkan hasrat membeli yang kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jika setelah trend penurunan yang panjang atau setelah terbentuk pola candle hitam dan panjang terbentuk pola dragonfly doji, maka ini merupakan sinyal akan terjadi pola bullish reversal. Sebaliknya jika setelah trend menguat yang panjang atau setelah terbentuk pola candle putih dan panjang terbentuk pola dragonfly doji, maka ini merupakan sinyal akan terjadi pola bearish reversal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun lagi-lagi konfirmasi lebih lanjut sangat dibutuhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;H.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gravestone Doji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gravestone doji terbentuk jika harga pembukaan, terendah dan penutup berada pada level yang sama, dan harga tertinggi membentuk ekor atas yang panjang. Bentuk dari pola ini adalah huruf “T” terbalik dengan ekor atas yang panjang tanpa ekor bawah. Gravestone doji ini mengindikasikan trader pembeli mendominasi sepanjang sesi. Namun pada akhir sesi trader penjual mulai aktif dan membawa harga bergerak ke level pembukaan. Sama seperti dragonfly doji, informasi yang bisa di dapat dari pola ini bergantung pada pola yang terjadi sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah down trend yang lama atau setelah terbentuk candle hitam dan panjang terbentuk gravestone doji, ini merupakan sinyal bullish reversal yang potensial. Sebaliknya jika setelah pola up trend yang lam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau setelah terbentuk candle putih dan panjang terbentuk pola gravestone, ini merupakan sinyal bearish reversal yang potensial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2432687594682435784?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2432687594682435784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/formasi-umum-candlestick.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2432687594682435784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2432687594682435784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/formasi-umum-candlestick.html' title='Formasi Umum (Candlestick)'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-6541722944868192452</id><published>2010-05-27T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T21:07:59.988-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Candlestick</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:113.75pt 84.95pt 84.95pt 113.75pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Adalah Munehisa Homma, seorang pengusaha beras di jepang pada tahun 1700-an yang paling terkenal dalam memprediksikan pergerakan harga-harga beras pada masanya dan masa yang belum terjadi dengan menggunakan harga-harga yang sudah lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jepang pada masa 1500-an hingga 1700-an terdiri dari 60 propinsi dan bersatu menjadi Negara dengan jalur perniagaan yang pesat. Pada masa itu muncul 3 orang jenderal yang luar biasa yang bernama Nobunaga Oda, Hideyoshi Toyotomi, dan ieyasu Tokugawa yang berhasil menyatukan jepang selama 40 tahun ke depan. Prestasi yang mereka dapatkan tetap diperingati dalam sejarah dan adat istiadat orang jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan kata lain, ketiga jenderal inilah yang paling berpengaruh dalam menyatukan jepang. Tokugawa, orang terakhir dari jenderal ini kemudian menjadi seorang Shogun. Keluaraga ini kemudian memerintah jepang dari tahun 1615 sampai 1867. Dalam masa kepemimpinannya, strategi kemiliteran yang diterapkannya membuat jepang selama berabad-abad telah menjadi bagian awal dalam terminology &lt;i style=""&gt;candlestick.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kemampuan dalam strategi, psikologi, kompetisi, dan strategi untuk membalikkan keadaan dan keberuntungan menjadi kebutuhan dalam memenangkan peperangan. Jadi tidaklah mengherankan jika dalam candlestick terdapat istilah seperti: &lt;i style=""&gt;advancing three souldier pattern, counter attack line &lt;/i&gt;dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Stabilitas relative dari system feudal pusat jepang ,yang dipimpin oleh tokugawa menawarkan kesempatan baru. Perekonomian agraris berkembang dengan sangat cepat dan yang terpenting adalah terjadi pengembangan dan kemudahan dalam perdagangan domestick. Pada abad ke 17, perdagangan nasional lambat laun menggantikan system perdagangan local yang terisolasi. Konsep perdangan yang terpusat merupakan cikal bakal dari analisa teknikal di jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebelum tahun 1700-an, rakyat jepang melakukan transaksi perdagangan dengan cara menukar beras dengan beras jenis lainnya. Transaksi yang terjadi adalah mereka melakukan penawaran dan menentukan harga pasar. Namun semakin berkembangnya jaman, perdagangan ini kemudian menggunakan tanda terima yang dikenal dengan kupon beras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada saat itu, selain tidak mempunyai alat penukaran yang standar beras menjadi penukaran defacto menengah. Jika seorang &lt;i style=""&gt;daimyo&lt;/i&gt; yang sedang membutuhkan uang, ia akan mengirim kelebihan berasnya ke Osaka dan kemudian akan disimpan dalam gudang dengan label namanya, dan kemudian dia akan menerima kupon sebagai tanda terimannya. Berhubung dengan masalah pajak yang dirasa sangat mahal (4o% - 60%), para daimyo sering menjual kupon berasnya untuk menghindari pajak pengiriman beras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kupon beras yang dijual inilah yang kemudian menjadi “world’s first future contracts”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kupon beras biasa disebut dengan kupon beras kosong (dimana beras tidak dimiliki dalam bentuk fisik sesungguhnya). Dari latar belakang inilah kemudian muncul seorang yang bernama Munehisa homma (1724-1803).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Homma merupakan seorang anak terbungsu dari seorang sudagar kaya di jepang. Ia kemudian ditunjuk untuk meneruskan usaha keluarganya. Homma memulai kegiatan berdagang berasnya di perdagangan local dekat pelabuhan yang bernama sakata, yang merupakan area pusat untuk mengumpulkan dan pendistribusian beras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam istilah candlestick terdapat istilah “sakata’s rules”. Sebutan ini ditujukan bagi homma atas kepiawainnya dalam memahami pergerakan pasar. Dari hal tersebut kemudian homma juga dikenal sebagai God of the market.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan modal pengetahuan ilmiahnya homma terjun ke dalam transaksi perdagangan beras terbesar di Osaka yaitu di dojima dan memulai transaksi perdagangan berasnya hingga dia menjadi popular. Kekuasaan homma sangat mempengaruhi harga pasaran beras, ia mengumpulkan cuaca tahunan dan menganalisa transaksi perdagangan beras yodoya demi mempelajari psikologi para investor. Bahkan ia juga menempatkan para pekerjanya di atap dengan bendera untuk mengirim signal perdagangan dari Osaka ke sakata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan ketekunan dan keuletan homma, ia berhasil mendominasai perdagangan di Osaka. Setelah itu, homma mulai mengembangkan sayapnya dengan berdagang di pasar regional edo (yang sekarang dikenal dengan Tokyo).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keberuntungannya sangat berlipat ganda, bahkan konon banyak sekali yang mengatakan keuntungan yang di peroleh homma pernah mencapai 100 kali berturut-turut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Vibby, Santo. When To BUY and SELL Candlestick Can TELL. Vibby. Jakarta:2006.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-6541722944868192452?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/6541722944868192452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/sejarah-candlestick.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6541722944868192452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/6541722944868192452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/sejarah-candlestick.html' title='Sejarah Candlestick'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8033119461237086902</id><published>2010-05-26T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T09:29:34.492-07:00</updated><title type='text'>JEROME BECOMES A GENIUS</title><content type='html'>Dengan cepat buku ini bertengger di daftar  laris beberpa negara: Italia, Korea, Thailand, Vietnam, cina, dan Inggris. Memang buku inilah yan gkali pertama kali menguak rahasia berabad-abad bagaimana para tokoh bangsa yahudi memaksimalkan fungsi otak mereka, sekaligus meberitahu kita bagaimana menerapkan prinsip-prinsip mereka untuk meningkatkan ingatan dan pemahaman kita terhadap segala macam persoalan kita sehari-hari. Eran--yang juga orang yahudu--memperkenalkan suatu kerangka berfikir yang sederhana dan mudah diikuti tentang carfa para rabi ataupun tokoh bangsa yahudi menanamkan kebijakan mereka kepada masyarakat umum. buku ini sekaligus memathkan mitos yang berkembang selama ini tentang yahudi dan kepintaran mereka.&lt;br /&gt;Eran katz adalah pemegang Guinnes Book of World Record sebagai orang yang mampu mengingat banyyak hal dengan kecepatan super tinggi. ia juga pembicara dan trainerbagi ratusan perusahaan dan organisasi nonprofit, seperti Motorola, IBM, Oracle, General Electric, Coca-cola, dan AT&amp;amp;T. Karyanya yang sudah laris di pasaran dalah Secrets of a super memory.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8033119461237086902?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8033119461237086902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/jerome-becomes-genius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8033119461237086902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8033119461237086902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/jerome-becomes-genius.html' title='JEROME BECOMES A GENIUS'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-1908793935289108577</id><published>2010-05-26T09:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T09:16:26.059-07:00</updated><title type='text'>Mark Zuckerberg</title><content type='html'>&lt;p&gt;Zuckenberg adalah anggota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alpha_Epsilon_Pi" title="Alpha Epsilon Pi"&gt;Alpha Epsilon Pi&lt;/a&gt;.Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard.Zuckerberg lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya.Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut,ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya.Sistem itu lama kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah,dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari situasi inilah,Zuckerberg berinisiatif untuk mengembangkan sistem jejaring tersebut.Mula-mula Zuckerberg mengembangkan sistem ini dan memberi nama Facebook.Zuckerberg dan kawan-kawannya lalu menyewa tempat di Palo Alto,California sebagai tempat untuk mengembangkan Facebook.Karena keasyikan untuk mengembangkan proyek Facebook,maka Zuckerberg lupa akan kuliahnya.Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan.Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka,dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: wikipedia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-1908793935289108577?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/1908793935289108577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/mark-zuckerberg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1908793935289108577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/1908793935289108577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/mark-zuckerberg.html' title='Mark Zuckerberg'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2164924294282009515</id><published>2010-05-26T09:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T09:13:38.753-07:00</updated><title type='text'>Seorang George Soros</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;George Soros&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Hungaria&lt;/i&gt;: György Schwartz; lahir di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budapest" title="Budapest"&gt;Budapest&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hungaria" title="Hungaria" class="mw-redirect"&gt;Hungaria&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Agustus" title="12 Agustus"&gt;12 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1930" title="1930"&gt;1930&lt;/a&gt;; umur 79 tahun) adalah seorang kapitalis radikal &lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Soros#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; ( Lihat: &lt;a href="http://www.theatlantic.com/issues/97feb/capital/capital.htm" class="external text" rel="nofollow"&gt;"The Capitalist Threat"&lt;/a&gt;), pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penanam_modal" title="Penanam modal" class="mw-redirect"&gt;penanam modal&lt;/a&gt; saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;. George Soros adalah seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi" title="Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; dan pernah dipenjarakan sewaktu saat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I" title="Perang Dunia I"&gt;Perang Dunia I&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perusahaan-perusahaannya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; antara lain &lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Soros#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Soros#cite_note-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia" title="Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt;, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang dan menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_ekonomi" title="Krisis ekonomi"&gt;krisis ekonomi&lt;/a&gt; di Asia, beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan" title="Korea Selatan"&gt;Korea Selatan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;Thailand&lt;/a&gt;, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya (dollar Amerika terhadap rupiah Indonesia dulu sekitar 2000-2400, sekarang 9000-9500). &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hong_Kong" title="Hong Kong"&gt;Hong Kong&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;Filipina&lt;/a&gt; juga terpengaruh tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok" title="Tiongkok"&gt;Tiongkok&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan" title="Taiwan"&gt;Taiwan&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt; hampir tidak terpengaruh. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt; tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap lebih negatif sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia. &lt;sup&gt;REFERENSI ?&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt;, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang Bank Inggris, yang terkenal akan peristiwa "hari rabu hitam" pada tahun 1992. Soros mempunyai cadangan uang yang sangat banyak dan membeli kemudian menjual &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Poundsterling" title="Poundsterling" class="mw-redirect"&gt;Poundsterling&lt;/a&gt; yang mempunyai nilai sekitar 10 milliar Poundsterling. Banyak spekulan yang kebingungan darimana Soros bisa memiliki uang dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2164924294282009515?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2164924294282009515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/seorang-george-soros.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2164924294282009515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2164924294282009515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/seorang-george-soros.html' title='Seorang George Soros'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7764338275615260083</id><published>2010-05-26T08:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T09:04:04.957-07:00</updated><title type='text'>morning doji star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1F6Ybo4DI/AAAAAAAAAHs/1i9yr6l0XbQ/s1600/morning+doji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 138px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1F6Ybo4DI/AAAAAAAAAHs/1i9yr6l0XbQ/s320/morning+doji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475609591245496370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sama seperti morning star, morning doji star juga merupakan pola pembalikan bullish, bedanya hanya terletak pada puncak pola yang berbentuk doji, pola sebelumny dan konfirmasi sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7764338275615260083?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7764338275615260083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/morning-doji-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7764338275615260083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7764338275615260083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/morning-doji-star.html' title='morning doji star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1F6Ybo4DI/AAAAAAAAAHs/1i9yr6l0XbQ/s72-c/morning+doji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4135723126988502773</id><published>2010-05-26T08:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T08:52:42.991-07:00</updated><title type='text'>morning star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1DATwkJcI/AAAAAAAAAHk/2r5O_JU3cws/s1600/morning+star.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 75px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1DATwkJcI/AAAAAAAAAHk/2r5O_JU3cws/s320/morning+star.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475606394535421378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;berkealikan dengan pola evening, pola ini merupakan pola pembalikan bullish. terdiri dari tiga candle dua putih dan satu hitam, bedanya dengan pola evening, pola ini didahului dengan satu candle hitam panjang, kemudian satu candle putih pendek dan diakhiri dengan satu candle putih panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4135723126988502773?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4135723126988502773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/morning-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4135723126988502773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4135723126988502773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/morning-star.html' title='morning star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_1DATwkJcI/AAAAAAAAAHk/2r5O_JU3cws/s72-c/morning+star.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7447601497715484952</id><published>2010-05-26T08:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T08:32:03.871-07:00</updated><title type='text'>Evening Doji Star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0-NSaLtBI/AAAAAAAAAHc/IwPwJn754R0/s1600/evening+doji+star.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 147px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0-NSaLtBI/AAAAAAAAAHc/IwPwJn754R0/s320/evening+doji+star.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475601119953269778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pola ini merupakan kelanjutan dari pola bearish star, dan mirip dengan pola evening star, bedanya pada puncak pola ini berbentuk doji. sinyal yang diberikan  sama, bearish.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7447601497715484952?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7447601497715484952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/evening-doji-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7447601497715484952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7447601497715484952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/evening-doji-star.html' title='Evening Doji Star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0-NSaLtBI/AAAAAAAAAHc/IwPwJn754R0/s72-c/evening+doji+star.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-853375744297758001</id><published>2010-05-26T07:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T07:59:40.222-07:00</updated><title type='text'>Evening star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_02YpJA5wI/AAAAAAAAAHU/tEGbHtOGROg/s1600/evening+star.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 88px; height: 174px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_02YpJA5wI/AAAAAAAAAHU/tEGbHtOGROg/s320/evening+star.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475592518940813058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;evening doji star merupakan puncak dari pola pembalikan bearish. pola ini terdiri dari 3 candle dua putih satu panjang satu pendek dan satu hitam panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-853375744297758001?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/853375744297758001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/evening-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/853375744297758001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/853375744297758001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/evening-star.html' title='Evening star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_02YpJA5wI/AAAAAAAAAHU/tEGbHtOGROg/s72-c/evening+star.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-8644357210419942664</id><published>2010-05-26T07:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T07:35:43.400-07:00</updated><title type='text'>Bearish Doji Star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0xEPxV8VI/AAAAAAAAAHM/ffWCK0b0RvM/s1600/bearish+doji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 72px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0xEPxV8VI/AAAAAAAAAHM/ffWCK0b0RvM/s320/bearish+doji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475586670975119698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pola ini diawali dengan tren penguatan yang cukup panjang kemudian ditandai dengan munculnya sebuah doji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-8644357210419942664?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/8644357210419942664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/bearish-doji-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8644357210419942664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/8644357210419942664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/bearish-doji-star.html' title='Bearish Doji Star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0xEPxV8VI/AAAAAAAAAHM/ffWCK0b0RvM/s72-c/bearish+doji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-4178567608228796505</id><published>2010-05-26T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T07:31:10.218-07:00</updated><title type='text'>Doji Star</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0wiQvSQTI/AAAAAAAAAHE/KGT5CGGKAmo/s1600/doji+star.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 86px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0wiQvSQTI/AAAAAAAAAHE/KGT5CGGKAmo/s320/doji+star.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475586087119372594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pola ini diawali dengan penurunan yang cukup panjang kemudian diikuti dengan munculnya sebuah doji. namun sebelum masuk ke pasar, pola seperti ini harus di perkuat dengan konfirmasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-4178567608228796505?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/4178567608228796505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/doji-star.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4178567608228796505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/4178567608228796505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/doji-star.html' title='Doji Star'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_0wiQvSQTI/AAAAAAAAAHE/KGT5CGGKAmo/s72-c/doji+star.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-7677376091056579811</id><published>2010-05-24T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T18:59:06.636-07:00</updated><title type='text'>Analisis Teknikal Modern</title><content type='html'>Berbeda dengan analisis teknikal klasik yang mengandalkan pola-pola grafik, analisis teknikal modern mengandalkan indikator untuk menentukan sinyal beli dan jual. Indikator adalah sekumpulan data yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadap data harga suatu saham. Data harga tersebut merupakan kombinasi dari harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low) dan penutupan (close). Analisis teknikal modern juga dikelompokan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan ciri khas nya. Secara garis besar, analisis teknikal modern dikelompokan kedalam dua kelompok yaitu Trend following indicator dan Momentum indicator. Adapun penjelasannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Trend following indicator&lt;br /&gt;Trend following indicator adalah indikator yang mengikuti pergerakan harga, artinya indikator ini berfungsi untuk mengetahui kemanakah tren pergerakan harga yang sedang berlangsung. Indikator ini juga biasa disebut lagging indicator. Salah satu kelamahan dari indikator ini adalah terlambat dalam membaca sinyal beli atau jual. Artinya ketika indikator ini meberikan sinyalnya, harga sudah bergerak duluan. Contoh dari indikator ini diantaranya Moving Average Convergence Divergence dan Moving Average.&lt;br /&gt;2. Momentum indicator&lt;br /&gt;Momentum indicator adalah jenis indikator yang mengidentifikasi titik balik dari pergerakan harga saham. Indikator ini juga biasa disebut leading indicator. Salah satu kelemahan indikator ini adalah resikonya yang terlalu besar karena indikator ini memberikan sinyal yang lebih cepat. Artinya ada kemungkinan terdapat sinyal palsu. Contoh dari indikator ini adalah stochastic oscillator dan relative strength index.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-7677376091056579811?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/7677376091056579811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/analisis-teknikal-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7677376091056579811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/7677376091056579811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/analisis-teknikal-modern.html' title='Analisis Teknikal Modern'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2760229713706644867</id><published>2010-05-24T18:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T18:13:01.795-07:00</updated><title type='text'>Triangle</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_sj2jh_jXI/AAAAAAAAAG8/zPn3FUb6BJ8/s1600/triangle.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_sj2jh_jXI/AAAAAAAAAG8/zPn3FUb6BJ8/s320/triangle.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475009192156695922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pola ini terbentuk oleh range harga yang semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyempit, dan ketika titik harga tertinggi-rendah dihubungkan akan membentuk sebuah segitiga (&lt;i style=""&gt;triangle&lt;/i&gt;). Terdapat tiga jenis pola triangle yaitu &lt;i style=""&gt;ascending triangle&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;descending triangle&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;symmetrical triangle. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779224395032837176-2760229713706644867?l=disfianoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disfianoni.blogspot.com/feeds/2760229713706644867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/triangle.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2760229713706644867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779224395032837176/posts/default/2760229713706644867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disfianoni.blogspot.com/2010/05/triangle.html' title='Triangle'/><author><name>Disfian Oni Rahmad B</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04520909504581538647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/Sq87_9HOU-I/AAAAAAAAAAg/Ax3cFqES8aM/S220/Image009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_sj2jh_jXI/AAAAAAAAAG8/zPn3FUb6BJ8/s72-c/triangle.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779224395032837176.post-2051522275104611714</id><published>2010-05-24T18:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T18:07:23.264-07:00</updated><title type='text'>Flag &amp; Pennants</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_sidbaImYI/AAAAAAAAAG0/Dh_kOgdN3p4/s1600/flag.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jm8_MBLja7k/S_sidbaImYI/AAAAAAAAAG0/Dh_kOgdN3p4/s320/flag.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475007660967893378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDISFIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="
