BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 04 September 2009

Bermacam Rasio yang bisa digunakan

Analisis Fundamental adalah suatu analisis yang di dasar kan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Metode ini menitik beratkan pada analisis rasio financial yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Para pakar Ekonomi menganggap analisis fundamental lebih cocok untuk memilih saham untuk investasi jangka panjang. Berikut beberapa contoh Rasio yang bisa digunakan dalam menganalisa keuangan perusahaan.

a) EPS(earning per share) adalah sebuah ratio yang menggambarkan tingkat laba dari setiap lembar saham. Dengan menggunakan ratio ini kita dapat mengetahui seberapa besar tingkat keuntungan perlembar saham suatu perusahaan. Ratio ini akan dibandingkan dengan nilai-nilai EPS pada kuartal yang sama tahun-tahun sebelumnya.

b)PER(price to earning ratio)

Ratio ini sering digunakan untuk menentukan apakah harga saham sudah terlalu mahal atau masih murah. walaupun murah mahal nya harga suatu saham itu relatif, namun sekarang ini ada beberapa standar PER yang digunakan. Angka ini sudah diterima secara umum oleh para apelaku pasar di bursa maupun oleh Dosen di kelas. Dengan acuan angka ini, jika lebih dari setandar maka terlalu mahal, dan jika kurang atau kurang dari itu bisa dikatakan murah. Sebenarnya jika di telusur dari mana angka ini, yaitu harga saham dengan keuntungan persaham. untuk berapa besarnya standar itu sendiri banyak yang menyebutkan Per standar adalah sebesar 15. Artinya dari angka 15 dapat kita simpulkan bahwa para pelaku pasar masih bersedia mengeluarkan dan sebesar 15 kali lipat dari return yang kemungkinan akan didapat. Untuk besarnya return dapat dicari dengan membagi 1 dengan PER itu sendiri. Sebagai contoh kita ambil PER 15.

Nilai sebesar 6.67% inilah return yang diharapkan oleh para investor. Jika Per semakin besar maka nilai baginya akan menjadi semakin kecil, artinya dari capital yang kita keluarkan bisa-bisa tidak sebanding dengan gain yang mungkin akan kita dapatkan, dengan kata lain terlalu mahal. Sebaliknya jika PER dibawah 15 maka nilai return yang mungkin akan didapat menjadi lebih besar. Dengan analisis itulah PER sering dipakai untuk menganalisis apakah harga saham suatu perusahaan masih bisa dibilang murah atau mahal.

c)PEG ratio(price to earning ratio) adalah ratio yang membandingkan antara harga saham dengan pertumbuhan EPS.

Dapat kita lihat jika harga saham turun maka PEG juga akan turun, dan jika EPS mengalami pertunmbuhan maka PEG juga akan turun. Artinya suatu saham dapat dikatakan murah atau layak koleksi jika PEG ratio dari tahun ke tahun mengalami penurunan semakin kecil. Semakin kecil nilai PEG maka harga saham akan semakin berada di bawah nilai nominalnya.

4 komentar:

Fery Ferdian mengatakan...

Seorang fundamentalis..cocoklah dgn background akuntansi..wkwkwkwk

Disfian Oni Rahmad B mengatakan...

tapi ane juga pengen bisa chartis bos...

kapan2 ane kursus ama ente ya.

YULIANTO SEMBIRING mengatakan...

Im the chartist !!
FA vs TA !!
Lol

Disfian Oni Rahmad B mengatakan...

yul ente bisa kursusin gw TA ga? hehe