BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 16 Mei 2010

Koefisien Beta

Tak bisa dipungkiri bahwa kondisi, perilaku, dan trend yang sedang berlangsung dipasar sangat berpengaruh pada sebuah saham. Jika pasar sedang naik maka sebagian besar saham juga akan naik karena memang yang menggerakkan pasar adalah saham itu sendiri. begitu juga sebaliknya jika pasar sedang koreksi maka akan sangat riskan jika kita masuk ke pasar. Namun ternyata disaat pasar naik atau turun tidak semua saham juga ikut naik atau turun. Ada yang bergerak berlawanan dengan pasar.

Sebuah study ternyata dapat mendeteksi jenis emiten apa yang akan bergerak berlawanan dengan kondisi pasar. Dengan menggunakan sebuah rumus tertentu kita dapat memperkirakan sebuah saham akan bergerak berlawan dengan pasar atau tidak. Rumus atau perhitungan (yang diberi nama koefisien beta) ini sebenarnya merupakan bagian dari perhitungan yang lebih komplek yatu CAPM. CAPM sendiri adalah sebuah metode untuk mengetahui nilai wajar dan return yang diharapkan.
Kembali ke koefisien Beta. Secara sederhana perhitungan ini adalah perbandingan antara jumlah tingkat return saham dikalikan dengan jumlah tingkat return pasar dengan jumlah tingkat return pasar dikuadratkan. Poin pentingnya, jika perhitungan ini bernilai positif maka saham akan mengikuti perilaku pasar, jika hasilnya bernilai begatif maka saham kemungkinan saham akan bergerak berlawanan dengan pasar. saya menulis kemungkinan karena yang tahu kebenaran saham akan naik atau turun tentunya hanya pasar.

0 komentar: